BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 83 # TRISTAN BIJAK


sejak kejadian kanza bertemu rama bersama wanita lain. kanza menjadi pendiam, ia merasakan kembali yang namanya pengkhinatan. baru saja dirinya membuka hatinya namun kembali di patah kan lagi.


apa yang salah pada dirinya, mengapa dirinya selalu di sakiti oleh cinta. kanza belum sembuh dari luka sebelumnya. kini luka baru melukai hatinya. yang melukainya kini adalah laki laki yang selalu menjaganya. yang kira begitu mencintainya.


akibat prihal itu, kanza sulit fokus bekerja. berkali kali dirinya di tegur oleh tristan saat meeting ,dirinya terus melamun. bukan teguran kasar, melainkan teguran kecil.


setelah meeting tristan mengajak kanza makan siang di restoran biasa mereka datangi. berulang kali tristan menanyakan mengapa dirinya terus melamu.


namun kanza selalu saja diam. namun kali ini kanza sudah tidak dapat menyembunyikannya. ia ingin menceritakannya ke seseorang. mungkin tristan adalah orang yang tepat untuk menceritakan isi hatinya sekarang.


"beberapa hari yang lalu aku bertemu kak rama". ucapnya pelan, mata kanza mulai berkaca kaca. "di dia sudah pulang... tapi dia gak pernah menemui ku, aku selalu menunggunya. tiap malam aku mengkhawatirkan kondisinya, dan setiap hari menangisinya. tapi beberapa hari yang lalu aku bertemu dengannya bersama seorang wanita lain. aku langsung pergi dari tempat itu, tapi kak rama tidak mengejar ku untuk menjelaskan semua nya. namun dia sama sekali tidak mengejarku". isak kanza berderai air mata.


tristan yang mendengarnya mengepal kan kedua tangannya, rahangnya mengeras seketika. saat kanza bersama rama, ia mencoba mengikhlaskan kanza bersama rama. karna baginya rama laki laki yang baik, dan pasti akan membahagiakan kanza. namun hari ini perkiraannya salah.


"aku menunggunya datang ke rumah... tapi sampai saat ini kak rama tidak datang menemui ku... kenapaa tristann, kenapa aku selalu di sakiti, apa aku tak pantas untuk bahagiaa.. kenapa aku selalu gagal dalam perrcintaan". ucap kanza menangis terseduh.


tristan meraih tangan kanza dan mengengamnya. ia mencoba menahan amarahnya yang sudah di ubun ubun. kali ini dirinya harus menenangkan kanza, menjadi seseorang menguatkan wanita yang di cintainya itu.


"kanza kamu dengar yah... Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Bisa jadi rama adalah pelajaran paling berharga agar kamu dapat membangun cinta di masa depan". ucap tristan.


yang tadinya menunduk kanza memberanikan menatap wajah tristan. tangan tristan tiba tiba mengusap air mata yang ada di pipinya.


"suatu saat akan ada laki laki yang akan membahagia kan mu, kamu wanita yang baik. orang yang baik akan memiliki jodoh yang baik".


"Jika akhirnya kamu tidak bersama dengan orang yang sering kamu sebut dalam doamu, mungkin kamu akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam sering menyebut namamu dalam doanya."


orang nya adalah aku kanza, aku selalu berdoa bisa mendapatkan mu, menjadikan mu pendampiing ku. walau aku kesal dengan rama, tapi aku jadi punya kesempatan bisa memiliki mu. kali ini aku tidak akan mundur lagi..


"thanks tristan... maaf aku cengeng begini". kanza menunduk malu. "aku merasa nyaman bisa curhat ke kamu tristan, aku merasa lega sekarang". kanza kembali menatap tristan dan mencoba tersenyum.


"seharusnya, aku lebih kuat lagi. bukan cengeng gini". kanza tertawa kecil menertawakan dirinya sendiri.


"menangislah... menangis bukan berarti kamu wanita cengeng. menangis melepaskan rasa sakit yang ada di hati mu. bila kau tahan nanti akan menjadi penyakit". ucap tristan sambil tersenyum. tangannya terus mengengam tangan kanza, kanza tidak menolak akan hal itu. "Kenyataan memang tak selalu beriringan dengan harapan, tapi bukan berarti kita harus di landa keputus asaan."


"sepertinya aku harus banyak belajar dengan mu tristan, aku beruntung memiliki teman yang bijak seperti mu".


bersambung