
"tuan tristan". pekik dewa tersungkur di lantai setelah mendapatkan mogem mentah dari tristan. "kenapa anda memukul saya??". geram dewa mencoba berdiri.
"apa yang kamu lakukan di sinii...??". tanya tristan ketus.
"tentu saja melihat ke adaan kanza". balas dewa kesal sambil mengusap darah di bibirnya.
"andai saja dia bukan rekan bisnis ku aku pasti sudah membalasnya". gumamnya dalam hati.
terdengar tristan mengendus kesal... "apa kamu tahu siapa yang sudah melukai nona kanza dan tuan rama??". tanyanya dengan menatap tajam dewa.
dewa mengeleng gelengkan kepalanya. "aku tidak tahu...". jawabnya. "apa kamu tahu??". tanya balik dewa.
"bellaa..". jawab tristan singkat. saat kanza di dalam ruang ugd. tristan langsungl menelpon pihak berwajib untuk mencari pelaku dan di tambah bantuan anak buahnya. untung saja di parkiran itu terdapat cctv. di dalam video terekam jelas wajah bella si pelaku yang tega menikam kanza dan rama. saat ini pihak berwajib dan anak buahnya tengah mencari keberadaan bella.
mendengar perkataan tristan kening dewa mengkerut. "bella yang melakukannya??". tanyanya tak percaya.
"ia".
dewa memijit pelipisnya. ia tak menyangka wanita yang sudah menemaninya beberapa bulan lalu begitu sangat jahat. dan nekat melukai orang.
"mamiii". teriakk suara anak kecil dari jauh berlari ke arah mereka. terdengar suara isakan tangisnya.
tristan dan dewa menoleh ke arah suara. dan melihat nabila sedang berlari ke arah mereka sambil menanngis dan di belakangnya ada bi siti yang ikut berlari.
"billa". pekik dewa. dewa langsung mengendong nabila.
"mamiii". nabila menangis kencangg.. "lepasin bila.. bila mau ketemu mamii". nabila berontak untuk turun dari gendongan papinya.
................
perawat keluar dari kamar kanza dan lari begitu cepat dengan wajah panik. tristan dan dewa yang melihat itu pun ikutan panik...
saat perawat kembali bersama dokter tristan menghalangi langkah perawat.
"apa yang terjadi???". tanyanya cepat.
"detak jantung pasien berhenti tuan". ucap perawat wanita itu.
perawat itu kembali masuk ke dalam kamar rawat kanza. tristan, dewa dan bi siti sangat kawatir. bi siti tak henti hentinya menangis.
setelah mendengar perkataan perawat barusan . tubuh tristan melemah ia pun berjalan kekursi dan duduk dengan tatapan kosong.. dalam hidupnya ia tak pernah setakut ini sebelumnya...
"nona kanzaa... saya mohon bertahanlahh...
sementara dewa diam mematung sambil mengendong putrinya yang masih menangus. tanpa di sadari nya air matanya menetes dari sudut matanya.
"ya tuhan kanzaa...!! bertahan lah... jangan pergi... ingatlah nabila masih sangat membutuhkan mu".
bersambung
.......