
1 minggu kanza berada di rumah sakit.
ia begitu sangat bahagia dengan kehamilannya. namun ia juga bersedih karna dirinya harus vakum di dunia modelin. mau tidak mau karna ia sedang mengandung.
saat ini kanza sudah di perbolehkan untuk pulang. kondisi tubuhnya sudah membaik dan kandungannya sudah semakin sehat.
kanza bersiap-siap untuk pulang. tiba-tiba dewa membawakannya kursi roda.
"mas aku bisa jalan kok, gak usah pakai kursi roda gini". tolak kanza.
"ya sudah kalo gak mau pakai kursi roda aku gendong saja". tawar dewa.
"aku ini hamil mas,, bukan patah tulang aku bisa jalan sendiri mas". gerutu kanza.
"karna kamu hamil sayang,, aku tak ingin istriku kelelahan". ucap dewa. " mau pilih yang mana aku gendong atau pakai kursi rodanya?". tanyanya pada istrinya.
kanza menghela nafasnya dengan kasar. "aku pilih kursi roda saja". kanza kesal wajahnya cemberut.
1 bulan kemudian..
kandungan kanza sudah memasukki usia 3 bulan. perutnya masih terlihat rata.
kanza sedang bersiap-siap untuk menghadiri pernikahan sahabat dari dewa yang juga asisten suaminya.
"kamu yakin sayang mau ikut, aku takut kamu kecapean". ucap dewa kawatir.
"iya mas... aku bosen di rumah teruss, kan ibu hamil gak boleh stres kan mass". bujuk kanza.
"ya sudah,, di tempat pesta nanti kamu gak boleh jauh-jauh dariku". titaah dewa.
"siap mas". hormat kanza.
dewa yang merasa gemas dengan tingkah kanza ia langsung mencium dan ******* bibir istrinya. kanza pun tak kalah ia membalasnya. tangan dewa sudah menjelajah di tubuh kanza, ia seakan tak ingin menghentikan aksinya itu. namun kanza mendorongnya dengan pelan.
"udah yah mas... nanti aja di lanjutinnya, nanti kita telat loh". ucap kanza mengingatkan.
dewa menghela nafasnya dengan kasar, ia merasa kesal saat hasratnya sudah di ubun-ubun harus ditunda. "ya sudah...!! aku tunggu kamu di bawah yah". dewa mengalah.
"iya mas".
kanza melanjutkan merias wajahnya kembali karna ulah dewa riasan wajahnya jadi berantakan.. stengah jam kemudian ia pun turun ke bawah menyusul suaminya, yang menunggunya di ruang tamu.
"ayo mas kita berangkat".
dewa menoleh ke arah istrinya. dan langsung menatap kanza tanpa berkedip.
kanza berjalan dahulu namun tangannya di tarik dewa suaminya.
"ada apa mas??" tanya kanza kaget.
"bisakah menganti baju mu itu dan dandanan mu itu... di sana banyak laki-laki yang akan melihat lekut tubuh dan kecantikan mu itu". protes dewa.
"mass...!! aku pakenya ini aja,, males harus ganti lagi. dan soal make upku ini udah se natural mungkin mas make up nya gak tebel". ucap kanza.
"ya sudah,, di pesta nanti jangan jauh-jauh dariku". titah dewa.
"ia masss".
di gedung resepsi.
dewa dan kanza berjalan memasukk tempat resepsi. saat masuk di dalam gedung. semua mata tertuju pada kanza sih model terkenal itu. semua orang mengangumi akan kecantikannya.
dewa yang sadar orang orang pada memperhatikan istrinya. ia langsung menarik tangan kanza mendekap padanya seakan takut istrinya akan di rebut seseorang darinya.
karna tak tahan dewa pun memutuskan untuk pulang. mereka hanya sebentar dalam pesta membuat kanza sedikit kesal.
di perjalanan.
"aku bilang tadi apa,, jangan pakai baju itu. kamu lihat orang-orang pada memperhatikan mu. lihat mata laki-laki di pesta tadi saat melihat mu". gerutu dewa kesal.
"kan ini udah biasa mas... dulu kita pacaran mas gak pernah protes akan hal itu". ucap kanza dengan malas.
"itu dulu...!!! tapi sekarang udah beda kamu istriku kamu milikku seutuhhnya. aku tak ingin seseorang menganggu pernikahan kita". ucap dewa kesal.
kanza yang melihat suaminya semakin kesal. dirinya langsung mengengam tangan dewa dengan lembut. "mas...!! aku tuh sayang dan cinta dengan mas dewa... aku takkan mungkin tertarik dengan laki-laki mana pun, hanya mas dewa yang ada di hati kanza. saat mas mengucapkan janji suci di saat itu juga aku berjanji mas untuk selalu setia dan menjaga ku utuhan rumah tangga kita ini". ujar kanza tersenyum.
dewa menoleh ke arah kanza, sikap kanza yang lembut membuat hatinya muda luluh. yang tadinya kesal semua hilang dengan melihat senyum di wajah istrinya.
"maafin mas ya sayang... aku gak bermaksud marah-marah kayak gitu".
"ia masss...!!!". kanza pun merangkul lengan dewa dengan manja. "mas... aku laperrr,, pengen makan ramen". pinta kanza tiba tiba dengan suara manja.
"tadi kan udah makan???".
"mo makan gimana masnya buru-buru mau pulang". gerutu kanza.
...bersambung...