BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 81 # ANGIN MALAM


kanzaa berdiri di atas balkong rumahnya, ia menatap bintang bintang di langit, angin malam menembus tubuhnya. matanya terpejam merasakan angin itu di tubuhnya.


saat matanya terpejam cairan bening keluar dari sudut matanya. berkali kali kanza menghela nafasnya.


"kak rama... bagaimana keadaan mu sekarang, apa kamu sudah sadar".


1 bulan sudah kanza tidak bertemu dengan rama. dan dia pun tak tau kabar rama di singapura, ingin rasanya kanza ke singapura. namun pekerjaannya tak bisa di tinggal.


kanza sering kali menghubungi rama lewat whatsapp atau aplikasi lainnya. namun tidak aktif. ia mengira rama belum sadar kan diri.


"aku harap kamu sudah sadar, dan secepatnya kembali pada ku".


kanza perlahan membuka matanya dan memandangi lagi bintang bintang di langit.


"Bintang pun takkan bersinar tanpa kegelapan. Bintang yang sama tidak akan pernah jatuh untuk kedua kalinya. Jadilah bintang, yang akan bersinar makin terang di dalam kegelapan."


.........


kediaman orang tua dewa.


"maa...!! apa apaan mama menjodohkan aku dengan anak teman mama itu... dewa gak mauu dewa gak akan pernah mau menikah lagi.. aku akan menikah jika wanita itu kanza". seru dewa penuh amarah.


beberapa jam lalu. mama dewa mengajak anak teman nya makan malam bersama dewa dan juga keluarganya. mama dewa tanpa basa basi ingin menjodohkannya dengan wanita yang sama sekali tidak dia kenali bahkan bertemu dengan wanita itu saat makan malam tadi.


dewa yang kesal dengan kesal dengan rencana mamanya meninggalkan meja makan begitu saja.


"haaa...!! kenapa kami masih memikirkan wanita itu sihh dewa... seharusnya kamu lupakan dia... ngapain kamu masih mengingin kan kanza lagi, jelas jeelas dia sudah nolak kamu". omel mama dewa.


"karna aku mencintainya maa.... aku hanya mencintainya... takkan ada wanita lain yang akn mengantinya di hatiku". ucap dewa dengan suara meninggi.


"cih...!! karna wanita itu, kamu meninggikan suaramu bicara dengan mama". ucap mama lalu pergi dari kamar anaknya karna kesal.


........


kanza sarapan sebelum ke kantor bersama putri satu satunya itu. kanza selalu tersenyum saat bersama putrinya itu yang sudah akan menginjak usia 3 tahun.


"mi..! encar bila ulang tahun di rayain yah". pintanya sambil memakan sarapannya.


kanza mengelus kepala anaknya dan mengangguk pelan.


"samaa papaa yah mi". (papa di maksudkan rama yah. kalau dewa, nabila manggil nya papi).


kanza tersedak mendengar permintaan anaknya. segera ia minum air dan kembali menatap bingung anaknya.


"mi.... papa ke mana cihh...?? kok gak pernah main lagi cama bila". ucapnya sedih.


"papa rama nya kerja sayang". kanza melihat jam di pegelangan tangannya. "oh ya cayang, mami berangkat kerja yahh... udah siang ni". kanza berdiri dan mengambil tasnya. saat melangkah.


"mami kok udh jalang cih main bilaa... bilaa hanya main cama bibi, mami kelja teluss". protes nabila yang mulai menangis.


mata kanza berkaca kaca mendengar perkataan anaknya. kanza menoleh kearah anaknya, menatap sedih anaknya itu. ia pun sebenarnya tersiksa dengan keadaan yang di hadapinya sekarang. tapi gimana lagi jika dia gak kerja, dari mana ia akan menghidupi anaknya.


kanza memeluk putrinya dan menangiss, merasa bersalah tiap hari meninggalkan anaknya itu.


"nanti mami isin sama paman yahh nakk.. besok mami ajak bila jalan jalan". bisiknya di telinga anaknya lalu melepas pelukannya dan menatap wajah mungil nabila.


raut wajah nabila berubah senang.


"benel yah mi". kanza mengangguk, nabila begitu kegirangan dan memeluk kanza. "bilaa cayang mami".


"mami juga sayang bilaa...".


bersambung