
Dewa yang berada depan ruangan
oprasi berjalan mondar mandir.
ia tampak gelisah.
dokter pun keluar dari ruaang oprasi.
"bagaimana oprasi nya dok??
tanya dewa cepat.
"istri dan anak anda selamat. namun kondisi mereka sedang kritis. terutama bayi anda. kemungkinan bertahan
hidup hanya 20 % bayi anda sangat lemah ia sekarang berada dalam inkubator". ucap dokter.
"tolong dok selamat kan anak saya".
ujar dewa.
"kami akan sekuat tenaga menyelamatkan bayi anda".
"terima kasih dok".
dokter pun kembali masuk kedalam
ruangan oprasi. dan akann memindahkan bella keruang rawat.
....
ke esokkan harinya.
"kak rama". pekik kanza.
saat rama masuk keruang rawat
nabila.
"bagaimana kamu tau aku berada
disini??". tanya kanza.
"aku tadi kerumah mu... kata bi siti
nabila masuk rumah sakit. jadi aku langsung kemari.... bagaimana
keadaan nabila??". tanya rama yang telah berdiri di samping tempat tidur nabila.
"tdi subuh nabila muntah-muntah tapi dokter udah memberi nya obat.
seKarang sudah mendingan. tapi
badannya masih demam". jawab kanza
sedih.
"aku tak tega melihat nabila sakit
dan di infus seperti itu". sambung kanza.
"sudah jangN sedih... nabila pasti
kanza. "oh ya kau sudah makan??"
tanya rama.
"belum kak...!!".
"nih aku bawain kamu bubur". memperlihatkan bubur yang
dibawahnya. "ayo kamu makan dulu
ini hampir siang".
"makasih kakk. maaf sudah
merepotkanmu". seru kanza
"zaa...!! kau sama sekali tak
merepotkanku". saut rama
.....
"kapal terbang muluncurrr... buka
mulutnya yang lebar nak".
nabila kemudian membuka
mulutnya di suapi oleh rama.
"wahh pintarnya". puji rama.
nabila mengunyah makanannya.
"sini kak biar aku saja menyuapi
nabila". pinta kanza berusaha
mengambil piring di tangan rama
namun rama menghalanginya.
"biar aku saja". tolak rama kembali
menyuapi nabila.
"ya sudahlah...!!". kanza pun mengalah
ia memperhatikan wajah nabila
yang begitu senang di suapi oleh
rama. "kak titip bila bentar ya... aku
ke adminitrasi dulu".
"baiklah.. jangan lama lama yah".
...bersambung...