BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 32 # KEDATANGAN DEWA


ke esokkan paginya.


kanza terbangun dari tidurnya ia melihat nabila sedang menangis di sampingnya.


"nabila". pekik kanza.


"mami". teriak nabila yang langsung memeluk kanza yang terbaring.


kanza membalas pelukkan anaknya. ia tahu anaknya menangisi keadaannya yang sedang terluka. teriris pisau saja nabila nangis begitu kencang. apa lagi saat seperti ini.


"jangan nangis sayang...!! mami tak apa-apa". bujuk kanza menenangkan anaknya. ia ingin bangun dari tidur tapi kepalanya masih sakit ia mengurungkannya.


....


DI KEDIAMAN DEWA


dewa yang berada dirumahnya setelah mengantar bella ke apartementnya iq kembali kerumahnya. saat ini ia sedang sarapan pagi tiba-tiba ia kedatangan salah satu pelayannya dengan membawa sebuah surat. dewa pun membukanya, matanya seketika membulat.


"apa ini". pekik dewa.


ia langsung berdiri meremas kertas di tangannya.


"ternyata kau sudah melayangkan gugatan perceraian di pengadilan kanza..." lirih dewa.


ia begitu sangat syok mendapat kan surat pengadilan. segera dewa mengabari pengacaranya untuk membantunya dalam persidangan.


"aku akan mengagalkan perceraian kita... aku takkan peernah melepasmu". gumam dewa.


dewa pun segera pergi meninggalkan rumahnya menuju tempat tinggal kanza.


....


kembali ke kanza


"nyonya...!! tuan ada diluar, memaksa untuk masuk". ucap bi siti yang baru saja masuk kedaalam kamarnya.


"apaa...!! mas dewa di luar??". pekik kanza. "bi beritahu pak ujang jangan mengizinkannya masuk". perintah kanza.


bi siti mengangguk dan bergegas keluar kamar namun langkahnya terhenti saat dewa sudah berada depan pintu dan dibelakangnya ada pak ujang yang beruasa menahannya.


"kanzaa". teriak


pak ujang tetap menahannya beserta bi siti.


"biarkan dia masuk". seru kanza.


deewa pun memasuki kamar kanza.


"aku ingin berbicara denganmu...". kalimatnya terhenti saat melihat kepala kanza yang tertutupi perban dan beberapa luka di tubuhnya. "apa yang terjadi denganmu,, kenapa kau bisa terluka seperti ini". panik dewa yang langsung duduk di samping tubuh kanza.


"a-aku tak apa". kanza menepis tangan dewa saat akan menyentuh wajahnya.


"sudah tak usah menanyakn keadaanku.


kenapa kamu kemari". tanya kanza tangannya mengelus nabila yang tertidur di pelukannya.


apa kau tak kasihan dengan putri kita". ujar dewa.


kanza tersenyum sinis. "apa kau pernah memikirkan anakmu saat kau bersama wanita itu. apa kah kau ingat saat nabila ulang tahun kau tak datang kau lebih mementingkan wanita itu mengutamakan wanita itu ketimbang anakmu sendiri dan sekarang kau baru mengatakan kasihan dengan anak kita". gerutu kanza matanya mulai berkaca-kaca sesekali air matanya menetes membasahi bantal yang di tidurinya. "sudahlah mas...!! sebaiknya kau pulang,, aku ingin beristirahat". usir kanza secara halus.


"aku akui aku bersalah... aku laki-laki bodoh yang telah menodai pernikahan kita. maafkan aku kanza,, sungguh aku tak bisa harus berpisah dengan mu". saut dewa dengan nada memohon. ia kemudian mengengam tangan kanza namun segera ditepis kanza.


"pulanglah mas...!! tak ada lagi yang harus di bicarakan lagi mas... semua sudah selesai. setelah kita bercerai kau harus segera menikahi bella.... bertanggung jawab lah dengan apa yang sudah kau buat". seru kanza berusaha untuk tegar.


kuatkan hatiku tuhan...!


dewa mengeleng gelengkan kepalanya. "maafkan aku kanza". saut dewa.


"aku sudah memaafkan mu jauh jauh hari... namun semuanya harus berakhir tak ada lagi harapan untuk mempertahankan rumah tangga kita... semua sudah terlambat". ucap kanza pelan.


"kanza". panggil dewa.


"sudahlah mas...!! pulanglah".


dewa dengan terpaksa keluar dari kamar kanza dan menuju pintu luar. tatapannya kosong.


apa yang sudah kau lakukan... kenapa kau begitu bodoh menghancur pernikahan mu sendiri dewa... ucapnya dalam hati.


.....


"anda baik-baik saja nyonya??". tanya bi siti menghampiri kanza setelah dewa pergi.


"se-semuanya sudah berakhir bi". ucap kanza dengan bibir bergetar.


"sabar yah nyonya...". ujar bi siti yang ikut menangis. ia tak tega melihat rumah tangga majikannya hancur.


kanza mengangguk pelan. mata kanza terus melihat wajah polos anaknya yang sedang tertidur. "maafkan mami sayang". lirihnya. dan kemudian mengecup kening anaknya dengan mata terpejam air matanya mengalir deras.


......**Bersambung......


.


.


.


.


PERPISAHAN ADALAH HAL YANG PALING MENYAKITKAN...


BUTUH WAKTU LAMA UNTUK MOVE ON DARI MASA LALU. MELUPAKAN ITU SULIT...


....


LANJUTTT👉👉👉


.


JANGAN LUPA LIKE AND VOTE**.