
setelah di tinggal dewa ia menangis di dalam kamarnya. ia tak menyangka akan mendapatkan perlakuan buruk dari dewa.
"ahhhggggtttt". teriak bellaaaa..
ia sesekali meringgis kesakitan di pipi dan sudut bibirnya yang terluka.
kau sudah melukai ku dewa. aku akan membuat istri dan anakmu juga merasakan apa yang aku rasakan. gumamnya.
.....
DI APARTEMENT MEWAH MILIK TRISTAN.
dewa tengah terbaring di kasur empuk ia belum sadar. sedangkan tristan kembali ke rumah pribadinya ia meninggalkan dewa bersama satu orang bodyguard untuk menjaganya.
**🍁🍁🍁🍁🍁
2 HARI KEMUDIAN**.
kanza sedang bersiap siap kekantor rama untuk kembail melakukan pemotretan.
saat ia keluar dari gerbang rumahnya. mobilnya di hadang oleh mobil suaminya. kanza nampak syok karna hampir menabrak mobil suaminya.
dewa pun turun dari mobilnya dan melangkah kearahnya dan mengetuk pintu mobilnya.
"sayangg...!!! keluarlah aku ingin berbicara". panggil dewa .
kanza pun membuka pintu kaca mobilnya namun pandangannya berada di depan. ia tak menoleh ke arah dewa.
"ada apa mas mendatangiku??". tanya kanza ketus.
"aku kesini ingin menjemputmu dan nabila kembali kerumah kita??". bujuk dewa.
kanza mengendus kesal dan tersenyum sinis namun ia tetap melihat arah depan tak menoleh ke arah dewa. "kau masih menginginkan aku kembali kerumahmu... kamu jangan berharaap akan hal itu lagi. secepatnya aku akan mengurus perceraian kita dan kau bisa menikahi wanita simpanan mu itu". ucapnya dengan ketus.
tak ingin mendengar perkataan suaminya. kanza segera menaikkan kaca mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
kanza kembali menangis histeris
*sulit bagiku melupakan semuanya. sulit bagi ku melepasnya, sulit bagi ku untuk hidup tanpanya. ini terlalu sulit tuhan kenapa semua harus seperti ini. gumam kanza.
aku masih mencintainya walau ia selalu menyakiti hatiku, tapi entah kenaapa rasa sakit ini tak mengubah rasa cinta ku padanya. sambungnya*.
tanpa di sadarinya dewa telah mengikuti mobilnya dari belakang. sampai ia tiba di kantor milik rama.
.....
saat kanza meninggalkannya, dewa pun masuk ke dalam mobil mengejar kanza.
"maafkan aku sayanggg...!!!".
"aku takkan membiarkan kau melakukan hal itu. aku akan mempertahan rumah tangga kita".
"jadi...! dia bekerja kembali". gumamnya. ia sedikit kesal karna istrinya melanggar aturan darinya.
setelah kanza melahirkan nabila, dewa melarang keras kanza untuk kembali ke dunia hiburan. ia menyuruh kanza hanya menjadi ibu rumah tangga saja.
dewa pun kembali melajukan mobilnya ia mengurungkan niatnya menemui kanza. ia tau kanza masih sangat marah dan kecewa padanya.
.....
saat pemotretan kanza sering kali melakukan kesalahan hingga berulang kali ia mengulanginya. ia tak fokus dalam bekerja.
hingga tiba jam makan siang para kru menunda pemotretannya setelaah makan siang pemotretan di lanjtukan lagi.
kanza pun berjalan lemas menuju lift tatapannya begitu kosong tampak dari raut wajahnya ia bersedih.
seolah-olah ia telah kehilangan jiwanya. ia masih teringat saat bella mengatakan hamil anak dewa. hatinya begiti hancur dan sakit.
sesampai nya depan lift ia tak sadar rama berdiri di sampingnya yang terus memandangi wajahnya.
"za...!!" panggil rama.
kanza terdiam dan tak menjawab ia masih sibuk dengan pikirannya.
"za". panggil lagi.
sama seperti tadi kanza hanya terdiam.
"zaa...!!". teriak rama kali ini dan langsung membuat kanza tersadar dari lamunannya. dan menoleh ke arah rama dengan kaget.
"kak ehh maksudku pak ehh tuan rama". jawab kanza yang gugup.
"kamu za, kok gelisah gitu. kamu masih sakit yah?". tanya rama dengan nada kawatir.
"aku tak apa-apa kak". jawab kanza datar. ia berusaha menyembunyikan kesedihannya di depan rama.
pintu lift pun terbuka dengan cepat kanza masuk kedalam dan di susul oleh rama.
di dalam lift
"mau makan siang??". tanya rama.
kanza hanya mengangguk pelan.
"makan bareng kalau gitu za". ajak rama.
"boleh". balas kanza singkat.
mereka pun kembali terdiam rama sejak tadi memperhatikan wajah kanza yang terdapat raut wajah kesedihan.
apa lagi yang terjadi padamu za?? demi tuhan aku tak sanggup melihatmu serapuh itu za. ucapnya dalam hati.
...bersambung...