
"mass". panggil kanza.
dewa langsung berbalik saat mendengar suara kanza. raut wajahnya yang kesal berubah pias.
"kanzaa...!!". pekik dewa. dewa langsung berjalan menghampiri kanza dengan berjalan sepoy sepoy. "kamu di sini kanza". mata dewa berkaca kaca.
"mass". pekik kanza saat dewa tiba tiba memeluknya. "mass". kanza mencoba mendorong tubuh dewa agar lepas dari pelukan mantan suaminya itu.
"aku merindukan mu kanzaa... aku merindukann muu". tangis dewa pecah. "maafkan aku kanza... maafkan aku... maafkan kebodohan ku yang menghancurkan pernikahan kita". isak dewa.
"mass...!! lepass". kanza berontak lagi. kali ini dewa melepas pelukannya. kanza menatap serius dewa.
"kanzaa...!! maafkan aku... aku mohon kembali lahhh... aku sungguh tak bisa hidup tanpa mu... aku ingin kita seperti dulu..". pinta dewa memohon. tangannya mengengam tangan kanza.
kanza menepis tangan dewa. "aku sudah menaafkan mu mass...". ucapnya pelan. "tapi untuk kembali dengan mu.. aku rasa itu takkan mungkin". sambungnya.
"kanzaa...!!". lirih dewa.
"mass...!! aku mungkin bisa memaafkan mu..". potong kanza.
"tapi luka yang telah kau goreskan di hatiku takkan pernah bisa hilang... cinta kepercayaan ku untuk mu semua sudah tak ada lagi.. semua sudah hancur...". kanza menahan dirinya agar tak menangis.
"kanza...! apa tak ada lagi kesempatan untukku".
"kanzaa". potong mama dewa. yang sejak tadi berdiri di depan pintu kamar. mama dewa berjalan menghampiri kanza. tangannya meraih tangan kanza dan mengengamnya.. "tolong nakk...!! kasi anak mama kesempatan lagi... mama yakin dewa takkan mengulang hal itu lagi nakk...". pintanya lagi memohon.
kanza langsung melepas tangan mama dewa. "maaf ma aku tidak bisa". tolaknya dengan tegas.
"pikirkan putri kamu... psikis cucu mama... sosok dewa sebagai ayahnya sangat berpengaruh dengan tumbuh kembangnya.... pikirkan lagii nakk... jangan gegabah buat keputusan". serunya. "kalau kamu balik sama dewa kamu gak susah lagi untuk bekerja kan". imbuhnya.
"kanza...!! kau juga harus mengetahui semua iniii... pernikahan kita hancur itu karna ayah mu". potong dewa. kanza mengkerutkan keninngnya menatap bingung dewa.
"ayahhh... kenapa dengan ayah ku. apa hubungan perceraian kita".
"ayah mu adalah ayah anak bella... ayah mu tak mau bertanggung jawab dengan ke hamilan bella. dan bella pun balas dendam terhadapmu... dengan menghancurkan pernikahan kita". ucap dewa.
"kamu dengar kan apa yang dewa katakan... semua bukan kesalahan dari dewa... tapi karna ulah ayah mu... di sini dewa lah menjadi korban. ia telah di tipu wanita ayah mu itu". timpal mama dewa.
kanza terdiam mematung mendengar perkataan dewa dan mamanya.
ayahh... seburuk itu kah kamu ....
bersambung