
bella yang sedang berada di kamarnya, ia sedang merias wajahnya. sesekali ia tersenyum sinis memandang wajahnya di cermin.
"kau akan menjadi milikku seutuh nya dewa dan aku adalah satu satu nya wanitamu". gumamnya.
"dan sebentar lagi wanita itu akan meninggalkanmu, karna ia sudah mengetahui kehamilan ku ini". sambungnya.
tiba-tiba terdengar suara bell menadakan ada tamu.
"siapa tengah malam begini bertamu". gerutu bella agak kesal.
ia pun berdiri dari duduknya dan keluar kamar menuju pintu luar. ia pun segera membukanya. bella terkejut orang berada di hadapannya adalah dewa.
"sayang...!!!". pekik bella.
namun dewa tetap diam tak menjawab, ia hanya menatap tajam bella dengan rahang mengeras. ia melangkah maju mendekati bella. bella yang sadar tatapan dewa yang sedang marah. ia memundurkan dirinya.
apa dia sudah mengetahui aku tadi kerumahnya. ah sudahlah dia tak kan menyakitku. batin bella.
"ka-kamu kenapa sayang??" tanya bella pelan, ia terlihat ketakutan melihat tatapan dewa kepadanya.
"apa benar tadi siang kau mendatangi rumah ku dan bertemu istri ku dan kau mengatakan tentang kehamilan mu itu padanya?". tanya dewa dengan nada tinggi.
bella pun yang ketakutan, bibirnya terasa berat untuk berbicara ia baru kali ini melihat dewa yang begitu sangat marah padanya.
"jawab". teriak dewa dengan lantang.
bella langsung kaget dan semakin takut mendengar bentakkan dewa. ia menundukkan kepalanya takut melihat mata dewa.
dewa pun maju dan mencengkram kedua lengan dan mengoyang-goyangkan badan bella. "kenapa kau lakukan ini haaaa...???". sambungnya.
"karna aku ingin memiliki mu seutuh nya mas dewa, aku ingin menjadi satu-satunya wanita dalam hidupmu". jawab bella memberanikan diri.
plakkkkk
tamparan keras di pipi nya membuatnya tersungkur di lantai.
"kenapa kau menamparku???". tanya bella mendongkang kepalanya ke atas menatap dewa sambil memegang pipi bekas tamparan dari dewa.
"kau sudah membuat kanza dan anak ku pergi meninggalkan rumahku". jawab dewa geram.
"dia sudah pergi..??". seketika wajah bella bahagia ia langsung berdri menatap arah dewa. "lalu kenapa kau sangat marah, bukan kah kau sudah tak mencintainya dan saat ini yang kau cintai adalah aku. dan tentang anakmu darinya. apa kau lupa aku sudah mengandung anakmu, aku bisa memberikan kebahagian untukmu sayang". jelas bella dengan antusias.
"aku masih mencintainya bella...!! aku hanya bosan dengannya, aku tak pernah berpikir untuk meninggalkannya". seruh dewa.
plakkk
satu tamparan lagi di pipi bella. hari ini sudah 2 orang yang menamparnya.
"kenapa kau menamparku??" teriak bella yang sesekali meringis kesakitan di pipinya.
"itu pantas untukmu...!! andai saja aku tak terpengaruh rayuan dari mu mungkin saat ini rumah tanggaku masih baik-baik saja". ucap dewa yang langsung pergi meninggalkan bella begitu saja. ia sudah sangat sulit mengendalikan amarahnya.
DI Club malam
setelah meninggalkan apartement bella, dewa memutuskan ke club malam untuk menenangkan pikirannya yang kacau. ia sadar masalah yang terjadi dalam hidupnya karna kebodohannya.
dewa berkali-kali meminum minuman birr hingga membuat dirinya mabuk.
namun tiba-tiba seseorang menghampirinya.
"tuan dewa... ahhh benar ada tuan dewa". ucap laki laki itu.
dewa pun mengarahkan wajahnya ke arah suara dengan mata dan kepals yang sudah berat.
"kamu siapa". tanya dewa dengan suara parau. ia tak dapat melihat jelas wajah orang yang di hadapannya.
"saya Tristan rekan bisnis anda".
"ahhh tuan tristan...!!" pekik dewa. "maaf tuan anda melihat saya dalam keadaan seperti ini". ujar dewa.
"tak apa-apa,, apa anda sedang mempunyai masalah??". tanya tristan yang melihat penampilan dewa yang kacau.
dewa yang sedang tanpa sadar mengucapkan semua masalah yang terjadi dalam hidupnya, terutama tentang istri dan anaknya meninggalkan rumah.
wajah tristan seketika bahagia saat mendengar cerita dari dewa.
laki laki bodoh...!! lirih tristan.
saat setelah menceritakan masalahnya dewa menjatuhkan wajahnya di meja dan kehilangan kesadaran karna kebanyakan minum. tristan pun menyuruh anak buahnya membawa dewa ke apartement miliknya karna ia tak tau alamat rumahnya.
...**BERSAMBUNG...
...Jangan lupa like and votenya**...