BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 11 # BERTEMU RAMA


ke esokkan harinya.


kanza tengah bersiap-siap ke sebuah restoran tempat ia janjian dengan rama. sedangkan dewa sudah berangkat bekerja di pagi harinya.


kanza menatap wajahnya di cermin meja riasnya. sesekali ia meneteskan air matanya, di pikirannya masih terbayang-bayang saat dewa menyebut nama bella.


aku harus kuat... aku gak boleh sedih, aku harus kuat seperti ibu. aku tak pernah melihat ibu menangis walau ayah menyakitinya. kamu harus kuat kanza. gumamnya.


kanza menghela nafas nya dengan kasar. ia pun menghapus air mata di pipinya dan berusaha untuk tersenyum.


sebelum berangkat kanza menitipkan nabila ke bi ina.


🍁🍁🍁🍁


RESTORAN XXX


kanza memasuki restoran tatapannya tertuju pada seseorang yang tengah duduk di sudut restoran. kanza pun berjalan menghampirinya.


"hey...! udah lama nunggunya kak". ucap kanza menepuk pundak rama hingga membuat rama kaget.


"za... kamu hobi ya mengagetkan ku". gerutu rama.


"maaf". jawab kanza tersenyum tipis ia pun duduk di depan rama tanpa menunggu perintah rama. "kenapa kak ngajak aku bertemu?". tanya kanza menatap rama di depannya.


"gak...!! aku hanya ingin ngajak kamu makan, kan udah lama kita gak makn bareng kayak gini". ujar rama. rama memperhatikan mata kanza bengkak dan agak sembab mengkerutkan keningnya. "kamu habis nangis za, mata mu bengkak gitu". tanya rama dengan wajah serius.


kanza terdiam menundukkan wajahnya karna tak ingin rama melihat matanya yang bengkak.


"ya sudah, kalau kamu gak mau cerita". ucap rama. seolah ia mengerti yang membuat kanza bersedih.


"maaf yah kak". ucap kanza tak enak hati.


"tak apa kamu santai aja za". ucap rama lembut.


saat mereka tengah berbicara pelayan datang untuk mencatat pesanannya.


" oh ya kamu mau pesan apa". tanya rama kepada kanza.


"aku pesan__". tiba tiba rama memotong pembicaraan kanza.


"kamu pasti pesannya spaghetti cheese bolognese yah kan". tebak rama yang tersenyum lebar.


kanza terkekeh kecil tak percaya sahabatnya masih mengingat makanan kesukaannya. "kak rama masih ingat makanan kesukaan ku".


"kita kan sudah bersahabat dari kecil aku tau semua tentang mu za". ucap rama.


"aku juga mau nebak kak rama mau pesan apa".


"emang aku mau pesan apa coba??".


ia seolah melupakan sejenak masalah yang tengah ia hadapi.


"ya kamu benar sekali za".


mereka pun tertawa bersama.


rama kemudian terdiam memperhatikan kanza ia merasa senang telah membuat kanza tertawa. tapi ia juga menahan rasa amarah kepada dewa yang sudah melukai hati kanza sahabatnya.


rama mengetahui semua masalah hidup kanza saat ia memergoki dewa selingkuh dengan sekretarisnya ia membayar ob di kantor dewa untuk mematai matai dewa. awalnya rama ingin mengumpulkan bukti perselingkuhan suaminya ke kanza namun kanza telah mengetahuinya terlebih dahulu.


aku takkan membiarkan seseorang menyakiti mu za. ucapnya dalam hati.


kanza yang sadar di tatap rama mengibas-ibaskan tangannya di depan mata rama. namun rama masih tetap bengong.


"kak rama". teriak kanza menyadarkan lamunan rama.


"a apa sih kamu teriak-teriak".gerutu rama.


"kak ramanya bengong makanya aku teriak". ucap kanza yang tersenyum tipis.


🍁🍁🍁🍁


Di kantor.


"kamu gak bisa mututusin aku". tolak bella.


"maaf bella,, kamu harus nerima keputusanku". ucap dewa dengan tegas.


"aku hamil". teriak bella.


"kamu hamil". pekik deewa. "siapa yang menghamilimu??" tanya dewa pelan.


plak


bella menapar pipi dewa.


"kenapa kau menamparku". geram dewa memegang pipinya yang di tampar bella.


"ini anak mu mas... ini anak kita". teriak bella sambil memegang perutnya yaang rata.


"itu bukan anakku bella". elak dewa.


"brengsek kamu mas...!!". bella memukul mukul dada dewa dengan emosi. "aku hamil anakmu."


...BERSAMBUNG...