BERHENTI MENCINTAI

BERHENTI MENCINTAI
EPISODE 25 # KESEDIHAN


DI KANTOR DEWA.


dewa melempar sebuah map di atas meja, dengan penuh amarah. "bagaimana bisa tuan tristan membatalkan kontrak di perusahaan ini". geramnya mengepal tangannya dengan kuat.


"maafkan saya tuan, saya tau tau akan hal itu". ucap tio asisten dewa.


dewa mengendus kesal. "atur pertemuanku dengan nya". perintah dewa.


"baik tuan". jawab tio. "saya permisi tuan". pamitnya sambil menudukkan kepalanya tanda hormat. dewa pun menjawab lewat anggukan kepalanya.


setelah tio pergi tiba-tiba ponselnya berdering. menandakan panggilan masuk. tertera di layar ponselnya papa tommy. dewa pun mengangkatnya.


"**haloo...!! ada apa??".


"kerumah sekarang". ucap tommy tegas.


"ada apa memangnya pa".


"kerumah sekarang ". jawab tommy dengan nada tinggi terdengar ia sedang marah. dan langsung mematikan telponnya**.


"ada apa lagi ini, kenapa tiba-tiba papa menyuruh ku kerumah". gumamnya.


dewaa pun bergegas untuk pergi kerumah orang tuannya.


..... ......


RESTORAN xxx


rama dan kanza duduk berhadapan sambil menikmati makanan yang sudah mereka pesan. rama terus memperhatikan kanza yang hanya terdiam dan wajahnya sangat murung.


"za...!! apa kau punya masalah??. tanya rama yang sudah tak dapat menahannya.


"wanita itu hamil kak". ucap kanza pelan. matanya berkaca-kaca.


rama memejamkan matanya di bawa meja ia mengepal kuat ke dua tangannya rahangnya seketika mengeras.


"aku dan nabila sudah meninggalkan rumah kami kak". sambung kanza dengan menundukkan kepalanya, ia menyembunyikan raut wajah kesedihannya.


"sekarang kamu tinggal dimana za??" tanya rama menatap kanza dengan wajah serius.


kanza menghela nafasnya dengan kasar. "a-aku kembali kerumah lama ku". jawab kanza.


"lalu apa rencana mu kedepannya za??".


"mungkin aku akan mengajukan perceraian di pengadilan". jawab kanza memejamkan matanya. bibirnya bergetar mengucap kata kata itu.


"bagus...!! itu keputusan terbaik. aku akan mencarikan mu pengacara terbaik untukmu". seru rama antusias.


"tak usah kak... biar aku saja yang mengurusnya sendiri, aku tak mau merepotkan mu lagi untuk sekian kalinya". tolak kanza dengan lembut.


"thans yah kak... kakak selalu saja membantu ku". sahut kanza tak enak hati.


"ya sudah...!! ayo lanjut makannya". ujar rama. kanza pun mengangguk iya dan tersenyum ke arah rama.


saat ia berbicara dan curhat dengan rama ia merasa hatinya sedikit legah.


setelah menghabiskan makannya kanza dan rama pun kembali ke kantor karna jam makan siang hampir habis.


di perjalanan.


"oh ya za...!! aku lupa. 3 hari lagi akan ada acara peluncuran prodak dan juga syukuran untuk cabang baru perusahaan di kota b. kamu datang yahhh". ujar rama.


"pasti banyak wartawan yah??". tanya kanza.


"pasti...!! kenapaa memangnya??? kamu takut di sorot". ucap rama.


kanza mengangguk pelan.


"artis kok takut wartawan". ledek rama terkekeh.


"ihhh resseee". balas kanza memukul pelan pundak rama.


"gimana mau datang kan???".


"yaa yaaa aku datang". jawab kanza dengan wajah memelas.


" gitu dongg".


....


sesampainya di kantor.


kanza pun memulai kembali pemotretannya. kali ia bekerja dengan baik, dan tak melakukan kesalahan lagi. ia merasa lega setelah bercrrita masalah nya ke rama sahabatnya.



....


Di kediaman orang tua dewa.


dewa pun berjalan masuk kedalam rumahnya, saat di ruang tamu ia kaget keluarganya sudah berkumpul. terlebih lagi tatapannya tertuju ke arah seseorang yang tak asing.


"kau..!!". pekik dewa dengan menatap tajam orang itu.


...BERSAMBUNG...