
Hari berlalu begitu cepat, ini adalah hari yg di tunggu dan di nantikan. Iffa dan Vera sudah berdandan cantik siap duduk manis di atas pelaminan.
Acara ijab kabul sudah di laksanakan tadi pagi, kini resepsi mewah akan segera digelar.
Iffa dan Vera turun di dampingi Diandra dan Mama.
Mereka duduk di atas pelaminan, An dan Denis sudah lebih dulu duduk di sana.
Wajah mereka terlihat berbinar penuh kebahagian, bukan hanya mempelai yg merasakan kebahagian karena telah menjadi ratu dan raja sehari, tapi semua keluarga dan para undangan juga ikut merasakan kebahagian itu.
Ada juga Jaka dan Novi juga ikut serta hadir dalam acara mereka untuk memberikan ucapan selamat. Rosi dan Egi pun juga ikut serta hadir. Pesta memang di gelar secara mewah dan meriah.
"Sayang, aku mau samperin mereka dulu ya." Tutur Diandra kepada sang suami.
Kafka hanya mengangguk memperbolehkan.
Diandra berlalu meninggalkan Kafka menemui Jaka dan juga Rosi.
"Malam semua, terima kasih sudah mau datang." Sapa Diandra yg di sambut girang oleh sahabat-sahabatnya.
Diandra memeluk Rosi dan Juga Novi.
"Dra, lihat tu perut mu sudah terlihat buncit, ngak sabar pingin lihat baby kamu." Ucap Rosi.
"Iya, ini kan udah tiga bulan Ros jadi ya udah kelihatan. Aku doakan semoga kamu cepet nyusul ya!" Jawab Diandra.
"Ah,,,, jangan gitu dong Dra, aku kan masih kuliah, ntar aja kalau udah lulus kuliah, iya kan Sayang?" Rosi menyenggol lengan Egi untuk menyetujui keinginannya.
"Iya Sayang ku!" jawab Egi sembari mencubit dagu Rosi. Sejujurnya Egi juga pingin cepet punya momongan tapi apalah daya sang Istri masih belum siap.
"Eh, ngomong-ngomong kapan kalian mau nikah, semua udah pada nikah lo tinggal kalian berdua, cepetan dong." Goda Rosi ke Jaka dan juga Novi.
"Aku mah kapan aja siap, tinggal nunggu Dia nya aja." Jawab Jaka melirik Novi.
Novi hanya tersenyum malu mendengar ucapan receh mereka.
Malam mulai larut, banyak para undangan sudah pergi meninggalkan aula tempat pernikahan Iffa dan Juga Vera, termasuk pasangan Jaka dan Novi, Rosi dan Egi.
Diandra kembali pulang bersama Kafka.
Iffa duduk di depan meja Rias yg ada di hotel itu. Menatap dirinya dalam cermin, tersenyum tipis melirik ke arah Denis yg duduk di atas ranjang dengan baju piyamanya.
Iffa merasakan kecanggungan yg luar biasa, tidak pernah pacaran dan tiba langsung nikah aja. Ingin rasanya Iffa ikut duduk di samping Denis tapi Ia masih malu dan gugup jika berada di samping Suaminya. Berulang kali Ia menghembuskan nafasnya kasar untuk menutupi kegugupannya itu tapi masih aja jantungnya terasa berdetak kencang.
Denis berajak dari atas ranjang mendekati Iffa.
"Sayang, sampai kapan kamu mau duduk di situ." Ucap Denis yg membuat wajah Iffa semakin memerah.
Iffa masih tertunduk malu sembari meremas jemarinya.
Iffa masih diam terlentang tanpa mampu berkutik. Denis memiringkan badannya dan memeluk Istri kecilnya.
"Sudah malam, sekarang tidurlah!" Ucap Denis sebelum mengecup kening Iffa.
Iffa hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
Jemari Denis meraih saklar lampu tidur lalu mematikannya. Karena merasa lelah akhirnya mereka pun tertidur pulas.
Di jam yg sama tapi di kamar yg berbeda ada Vera dan An yg masih terjaga dari tidurnya. Mengobrol ringan tanpa rasa canggung seperti Iffa. Memang mereka sudah saling cinta dan menjalin hubungan sudah cukup lama, jadi mereka sudah terbiasa.
Tidak ada malam pertama karena saat ini Vera masih ada tamu bulanan.
Dengan sangat terpaksa An harus bisa menahan gelora asmaranya.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Kafka mengusap perut buncit Diandra lembut dengan penuh cinta. Diandra merasakan kehangatan saat tangan Kafka berada di atas perutnya.
Kafka tidak akan tidur sebelum melihat istrinya tertidur lebih dahulu.
Ia ingin menjadi suami yg siaga dan tidak ingin sedikitpun kehilangan perhatiannya untuk sang istri tercinta.
"Sayang, kamu lapar ngak?" Tanya Kafka sembari mengecup perut buncit Istrinya.
"Ehm,,, ngak sih, aku masih kenyang, emang kenapa?" Jawabnya.
"Ngak apapa cuma tanya aja, ya sudah kalau gitu cepat tidur."
""He'em." Diandra mulai memejamkan matanya yg memeng sudah ngantuk itu.
__________♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️____________
Pada akhirnya mereka hidup bahagia. sudah pada hidup berpasangan dan saling mencintai. Cinta memang bisa membuat hidup semakin bermakna dan berwarna.
Tanpa cinta hidup akan terasa hampa dan hati semakin kosong tak berguna.
Sayangilah pasangan kalian meskipun dalam keadaan duka maupun suka.
Pasangan yg sempurna adalah pasangan yg saling mencintai tanpa pandang status, saling percaya satu sama lain dan saling menghargai.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Terima kasih buat para pecinta novel aku semoga kalian semua di berikan kesehatan dan kebahagian selalu Amin.....
🙏TAMAT🙏
\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-