Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
42. pernikahan 1


"sayang,sampai kapan kamu mau terus memandangku,ambil ini dan kerjakan tugasmu." ucap kafka tersenyum sambil menaruh map di atas mejanya.


Diandra terkejut mendengar ucapan Kafka.Dengan segera ia mengalihkan pandangannya.


Diandra menghela napas panjang,lalu berdiri mengambil map yg ada di meja Kafka.Ia hanya melirik Kafka tipis karena hatinya masih kesal.Ia kembali duduk setelah selesei mengambil map itu.


Kafka hanya bisa terkekeh dalam hati melihat tingkah Diandra.Setidaknya kini,Diandra sudah mulai luluh hatinya,itu sudah cukup membuat hati kafka bahagia.Pandangan Kafka memang menghadap laptop tapi matanya masih sering mencuri pandang ke arah Diandra.


Diandra masih bingung dengan pekerjaanya,Ia tak tahu harus ngapain,ia hanya memandang dan membolak mbalikkan map yg sekarang ia pegang.


'Kafka,ini harus diapakan,aku tidak paham,bisakah kau menjelaskannya??"ucap diandra pelan sambil menatap kearah kafka.


Kafka berdiri dan mendekati Diandra.Dengan telaten Ia mengajari dan menjelaskan semua ke Diandra.Ia ingin Diandra tahu dunia bisnis,jika kelak ia pergi maka Diandra bisa meneruskan tanpa rasa beban.


"apa sekarang kau sudah mengerti?' tanya Kafka sambil menatap wajah Diandra.


"iya aku mengerti,terima kasih pak bos anda sudah menjelaskannya dengan telaten." jawab Diandra sembari tersenyum pepsodent.


Kafka hanya menganggukkan kepalanya sambil mengacak rambut Diandra pelan.Setelah menjelaskan semuanya Kafka kembali ke tempat duduknya dan kembali sibuk dengan laptopnya.


Hari sudah siang,perut Diandra sudah mulai keroncongan.Ia melihat ke arah Kafka yg masih sibuk dengan pekerjaannya.Sejujurnya ia ingin sekali cepat makan,namun ia merasa sungkan dengan Kafka .Dengan terpaksa ia harus bisa menahan laparnya dan menunggu Kafka selesei dengan pekerjaanya.


Asisten Han masuk ke ruangan setelah mengetuk pintu.


"selamat siang Tuan,selamat siang Nona?" sapa Han sembari membunggkukan badannya.


"siang kak Han!" jawab Diandra renyah


"siang Han,ada apa kau kesini?" tanya Kafka datar tanpa menoleh ke arah Han, karena ia masih sibuk dan ingin cepat menyeleseikan pekerajaanya.


"Tuan,ada bingkisan dari seseorang,namun tak ada nama pengirimnya." jawab Han sambil menaruh kotak kecil di atas meja Kafka.


Kafka penasaran dengan isi kotak itu,dengan segera ia membuka dan mengambil isi kotak itu.Ia terkejut melihat isi kotak itu.setelah tahu isi kotak itu, ia langsung melemparnya dengan kasar ke lantai.


Diandra sedikit terkejut melihatnya,ia mendekati dan mengambilnya.


"siapa yg mengirim ini?" tanya Diandra penasaran.


"tidak tau nona,karena tidak ada nama pengirimnya !" jawab Han


Isi kotak itu sangat mengerikan,ada boneka kecil yg berlumuran darah dengan pisau tertancap diperut boneka itu.seakan menandakan jika boneka itu adalah Kakfa yg terbunuh dan berlumuran darah.


"Han ,tolong selidiki siapa pengirim boneka itu." perintah Kafka ke Han .Hati kafka mulai tak tenang,ia takut jika ada seseorang mengincar nyawanya.kini dirinya harus lebih waspada lagi dengan keberadaan orang asing.


"Baik tuan." ucap Han mengerti.Han meninggalkan ruangan setelah mendapat perintah dari Kafka .Dengan cepat ia menelpon seseorang untuk menyelidiki kasus ini.


"Kafka, apa kamu punya musuh?" tanya diandra pelan.


"tidak,aku tidak pernah punya musuh,sudahlah jangan pikirkan itu,mungkin itu hanya orang iseng yg ingin menakutiku." jawab Kafka mengelak .Ia tak ingin Diandra merasa khawatir dengan semua itu.


"mungkin saja, ehm... Kafka aku lapar,bisakah kita makan sekarang?" ucap diandra lirih.


"iya,aku juga udah lapar." jawab kafka sambil beranjak dari tempat duduknya.


Diandra menyiapkan makanan yg di bawa dari rumah tadi pagi.Dengan lahap mereka memakannya.


"kafka,apa makanannya enak?" tanya Diandra sambil menaruh ayam panggang di piring kafka .


"enak,apa ini semua kamu yg masak?" tanya kafka balik sambil asyik mengunyah makannya.


"iya,tapi di bantu bibi !" jawab Diandra.


"terima kasih sayang, kamu memang istri idaman,kamu cantik dan juga pinter masak!" ucap kafka tulus dari dalam hati.


"dasar gomabal !" jawab Diandra sambil memukul lengan kafka pelan.


Kafka hanya tersenyum tipis padanya.


"aku serius,dua rius malahan." balas kafka sambil mengecup kening Diandra.


"he...mulutmu ada minyaknya tau,kenapa menciumku?" protes Diandra tegas.


"Diandra,nanti malam kita tidur di rumah mama ya,besok pagi di rumah mama ada pesta,jadi kita harus mengahadirinya!" ucap kafka dengan senyuman liciknya.ia tak sabar menunggu hari bahagia itu.


"memang ada pesta apa ?" tanya Diandra penasaran.


"besok kamu juga tau sendiri." jawab kafka licik sambil memencet hidung Diandra.


**********************


Semalam Diandra tidur di rumah mertuanya. Seperti biasa Diandra selalu bangun pagi,ia segera turun ke lantai bawah setelah selesei mencuci mukanya dan melakukan kewajibannya.


Dia merasa ada yg aneh,rumah itu terlihat ramai,banyak orang berlalu lalang. mereka sibuk dengan tugasnya masing masing.ada yg sibuk menata bunga,ada yg sibuk menyiapkan hidangan dan masih banyak lagi.


ia menghapiri mama mertuanya yg sibuk mengarahkan para pelayan.


"Ma,memang mau ada acara apa, kok pada sibuk kaya gini?" tanya Diandra penasaran.


"sayang,kenapa kamu di sini,sana kembali ke kamarmu,sebentar lagi ada perias datang,mereka akan meriasmu nanti." ucap mama


Diandra melangkah kembali ke kamarnya dengan beribu ribu pertanyaan di otaknya.ia penasaran dengan semua ini.tapi masa bodo, akhirnya ia lebih memilih diam dari pada memikirkan semua itu.


Tak lama berselang ada dua wanita paru baya datang masuk kamarnya bersama Iffa.


"kak Diandra ayo bersiap,mereka akan meriasmu."ucap Iffa sambil memeluk Diandra.


"iffa,memang mau ada acara apa?" tanya Diandra


"ehm....kasih tau ngak ya,gk usaha aja deh..?" jawab iffa tersenyum.


"yg jelas ini pesta buat kakak." jawab iffa yg membuat hati diandra semakin penasaran.


Iffa keluar setelah selesei menggoda dan membuat hati Diandra penasaran.


Diandra hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingakah kocak Iffa.


Dua wanita itu mulai merias wajah Diandra.Diandra hanya diam dan patuh begitu saja.sejujurnya ia tak suka jika ada riasan tebal di wajahnya.namun apalah daya,semua ini kemaun mama mertuanya,ia tak bisa menolaknya.


ia memakai gaun bukan kebaya,karena mama sengaja memilihnya special untuk menantunyan.sebenarnya mama pingin acaranya di gelar di gedung tapi kafka melarangnya,karena Diandra tk suka dengan kemewahan.


Dengan terpakasa acaranya di gelar secara sederhana di rumah mama.


Ibu laela dan susana masuk ke kamar Diandra pelan pelan.


"sayang,kamu terlihat cantik!" ucap ibu mengagetkan putrinya.


Diandra menoleh dan terkejut melihat kedatangan mereka.


"ibu,kak susan, kalian di sini juga."jawab Diandra girang lalu memeluk ibu dan kakaknya .


"selamat ya sayang,semoga jadi keluarga yg sakinah,mawadah waromah." ucap susana sambil memeluk dan mencium kedua pipi adiknya.


Diandra sontak kaget mendengar ucapan susana.


"maksud kakak apa,apa aku akan menikah?" tanya diandra penasaran dan tak percaya jika itu memang terjadi.


"iya sayang,kamu akan menikah dengan Kafka.dia sangat mencintaimu,tolong jangan marah padanya.ibu menginginkan kamu bahagia dengannya.dia pantas mendapatkan cintamu." tutur ibu lembut.


"iya Dra,kamu harus bahagia dengannya.kamu ngk boleh bersedih,kamu harus semangat.kakak tau jika kamu tidak mencintainya,tapi kamu harus yakin dan mau belajar untuk mencintainya. lebih baik di cintai daripada mencintai, kamu mengertikan ?" ucap susana lembut.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


lope,,,lope,,,,akhirnya mereka akan bersatu juga


ups....jangan lupa like,komen dan sarannya ya.


mampir juga di karya aku lainnya.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏