Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
35. Pesan Terakhir Raffa


Diandra terus menghujaninya dengan air mata.Begitu juga dengan Kafka,Kafka hanya bisa menangis melihat keadaan kakaknya yg sedang sekarat itu.


Raffa tersenyum tipis.


"sayang,maafkan aku."ucapnya samar dan terbata bata.


"jangan minta maaf padaku,tapi berjuanglah untukku,kamu pasti sembuh."sahut Diandra serak sembari menggengam tangan suaminya.


Raffa hanya menggelengkan kepalanya pelan.


Raffa mengambil tangan kafka dan di taruhnya di atas tangan Diandra.Tangan kafka dan tangan Diandra kini berada di atas pusar Raffa.


"kafka,jaga istriku baik baik,jangan biarkan dia menderita."pesan Raffa.


Air mata Raffa jatuh bercucuran.suaranya semakin berat dan semakin samar tak terdengar jelas.


Nafasnya semakin terputus putus.


"kak,jangan berkata seperti itu,kakak pasti sembuh.berjuanglah demi istrimu."jawab Kafka serak.Kafka tidak bisa menahan air matanya.Kafka menggengam tangan Raffa erat.


"kak,kumohon jangan bicara seperti itu.kamu pasti mampu melewati semuanya.aku mencintaimu,jangan pergi tinggalkan aku.berjanjilah kamu akan sembuh demi aku." sahut diandra .


Diandra terus memberinya semangat, berharap Raffa akan kuat dan berjuang melawan penyakitnya.


tiba tiba tangan Raffa lemas tak bertenaga.Nafasnya semakin berat dan hampir terputus.


Para tim dokter segera mengambil langkah cepat.


memeriksa dan berusaha untuk menyelamatkan nyawa Raffa namum,Tuhan berkehendak lain.Tuhan lebih sayang padanya.Tuhan telah memanggilnya lebih dulu.


Diandra menjerit histeris mendengar kabar buruk itu.Diandra terus memeluk dan berteriak memanggil nama suaminya. mencoba menyadarkannya,berusaha membuat Raffa kembali bangun namun usahanya sia sia.


Kafka memeluk Diandra erat sambil menangis.Kafka tak sanggup melihat kakaknya terbujur kaku di depan matanya.


Ia merasa terpukul dengan kepergian kakaknya.


Mama masuk ke ruangan dengan derain air matanya.Mama begitu terpukul melihat putranya pergi untuk selamanya.


Mama yg tau perjuangan putranya saat melawan penyakit itu,mama yg menemani dia melakukan berbagai terapi dan pengobatan.Mama tau bagaimana perjuangannya selama ini.


mama memeluk Raffa erat sambil menangis keras.


"sayang,maafkan mama.mama tak mampu menjagamu,mama gagal membuatmu sembuh."ucap mama bersedih.


Papa merangkul mama hangat.mencoba dan terus berusaha menenangkannya.


Tiba tiba tubuh Diandra menjadi lemas tak bertulang,Ia tak sadarkan diri setelah melihat suaminya benar benar pergi untuk selama lamanya.kafka berusaha menyadarkannya. Kafka semakin panik melihat Diandra tak sadarkan Diri.Kafka berusaha menepuk nepuk pipi Diandra pelan .beraharap Diandra cepat sadar dari pingsannya.


Bibi memberi minyak angin di dekat hidung Diandra.perlahan mata diandra terbuka samar,namun ia kembali tak sadarkan diri ketika ingat tubuh suaminya sudah tak bernyawa lagi


___


Pemakaman telah usai,semua pelayat satu persatu meninggalkan makam.Tinggal keluarganya yg masih berada di makam.


tak berselang lama mama,papa dan iffa juga meninggalkan makam.


Tinggal Diandra dan Kafka yg masih berada di makam.


Diandra masih menangis di atas nisan suaminya.


Kafka merangkulnya dan berusaha membujuk Diandra,supaya mau di ajak pulang.


"Sudah sore ayo kita pulang."tutur Kafka lembut.


Diandra hanya menggelengkan kepalanya pelan.Dia terus menangis hingga suaranya hampir tak terdengar.


"dra,jika kamu menagis terus,dia juga akan ikut bersedih.Biarkan dia tenang di sana.hapus air matamu dan jangan sedih lagi.dia pasti sudah bahagia bersama-Nya.tugasmu hanya mendoakannya dari sini."ucap Kafka sambil menyeka air mata Diandra.


Diandra memandang Kafka sendu.Dia mengangguk dan berdiri dari duduknya.


Kafka merangkulnya dan menutunny pulang.


Kafka tak akan membiarkan Diandra larut dalam kesedihannya.


__ dua bulan kumudian


Selama dua bulan ini Diandra tinggal di rumah mertuanya.


Mertuanya tidak memperbolehkan Diandra untuk tinggal di rumahnya yg selama ini di tempati Raffa dan dirinya.


Orang tua diandra juga setuju dan patuh sama usulan besannya.


Mereka tak akan protes asalkan Diandra bahagia.


malam ini Diandra duduk di balkon atas.


Ia memandang kelangit yg di penuhi bintang bintang bercahaya.


Air matanya menetes pelan membasahi pipinya.Teringat akan wajah suaminya. Semua kenangan saat bersama suaminya kembali terlintas di otak terdalamnya.


Kafka melihat Diandra duduk bersedih di balkon itu.


Menghampiri Diandra dan duduk di sampingnya.


"Sudah larut malam,kenapa masih di sini? angin malam tidak bagus untuk kesehatanmu."tegur Kafka sambil menempelkan selimut di tubuh Diandra .


Diandra tersenyum tipis sambil menoleh ke arah Kafka.


"aku belum ngantuk."jawabnya singkat.


"kamu sendiri kenapa belum tidur?" tanya diandra balik.


"sama,aku belum ngantuk."jawab kafka .


Mereka terdiam hingga beberapa menit.


Kafka merasa canggung dan binggung harus bersikap seperti apa.


"apa kamu ingin kuliah lagi."tanya Kafka berusaha membuat suasan mencair.


"tidak tahu,aku belum bisa berpikir apa apa.pikiranku masih kosong."jawab diandra apa adanya.


"jika kamu ingin kuliah,kuliahlah .aku yg akan membiayayainya."balas Kafka.


"kafka,terima kasih atas kebaikanmu.tapi aku masih belum memikirkan itu.aku masih ingin menenangkan diri dulu." jawab Diandra lirih.


mereka kembali diam tanpa kata.


"Bagaimana hubunganmu dengan Rosi?" tanya diandra memulai pembicaraan lagi


Kafka memandang Diandra tajam.Kafka tidak suka dengan pertanyaan itu,apa lagi yg bertanya adalah orang yg ia cintai.Bahkan hingga detik ini rasa itu masih tetap ada dan tak pernah pudar sedikitpun.


"jangan tanyakan hal itu."jawab Kafka ketus.


"ya sudah kalau begitu, lebih baik aku tidur saja."bengis diandra.


Diandra beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan Kafka.


Diandra kembali ke kamarnya dan berusaha memejamkan matanya.Namun lagi lagi usahanya gagal,ia masih terjaga dari tidurnya hingga jam tiga pagi.


Begitu juga dengan Kafka.Kafka juga tidak bisa tidur hingga pagi.memikirkan pesan Raffa yg terakhir kalinya.pesan itu membuat kepala Kafka seperti mau pecah.Itu sungguh rumit dan membinggungkan.


___Jam 8 pagi


Diandra terbangun dari tidurnya setelah seseorang mengetuk pintu kamarnya.


Dia terkejut setelah melihat jam di dinding menunjukkan pukul 8 pagi.


Diandra menarik selimutnya dan berlari ke kamar mandi.


Dia kembali dari kamar mandi lalu berganti pakain santai.


menata kamar tidurnya hingga rapi dan melangkah pergi menuju dapur.


Ada mama yg sibuk membereskan meja makan,sedangkan bibi sibuk mencuci piring kotor bekas iffa,mama dan papa sarapan.


"ma,maaf aku bangun terlambat."ucap Diandra sambil membantu mama membereskan meja makan.


"tidak papa,sekarang makanlah,biar aku panggil kafka."jawab mama lalu pergi memanggil kafka yg masih terlelap dari tidurnya.


Diandra menunggu kafka datang ,tidak enak sama mertuanya baru bangun langsung makan.jadi ia memutuskan untuk makan bareng kafka aja


mama mengetuk pintu kamar Kafka berkali kali namun ,tak ada sahutan dari dalam.


mama tak sabar dan memutuskan langsung masuk saja.Mama menarik narik tangan Kafka ,kafka memang susah di bangunkan jika sudah tidur.


"ayo bangun,sudah siang.kasihan Diandra sudah menunggumu di meja makan."bengis mama sambil menarik selimut kafka kasar.


Mendengar nama Diandra ,kafka langsung terbangun dari tidurnya dan melonjat kasar dari atas ranjangnya.ia berlari kencang menuju kamar mandi.ia mandi cepet cepet,tak ingin Diandra menunggu lebih lama.


Diandra merasa lelah dan mengantuk menunggu kafka.Menyandarkan kepalanya di atas meja hingga tertidur pulas.


Kafka datang dan duduk di samping Diandra.


menatap wajah lelah Diandra dengan senyuman manisnya.


Menyilakan rambutnya yang sedikit menutupi wajah Diandra.Ia ingat semua pesan dari Raffa untuk selalu menjaga Diandra dan tak akan membiarkan Diandra dalam kesulitan.


Itu semua membuat Kafka jadi delima.Tak tau apa yg harus ia lakukan.Di sisi lain ia sangat mencintai Diandra, dan di Sisi lain ia tak ingin membuat hati Rosi terluka.


Ini keputusan yg sulit dan tak mudah untuk ia ambil.


❤️❤️❤️❤️


Giman,serukan?? jempolnya mana jempolnya,jangan lupa tinggalin jempolnya ya.


buat yg sudah like ,vote dan kirim ratenya terima kasih banyak,semoga selalu sehat dan murah rezekinya 🙏🙏


sehat selalu buat kalian semua🙏🙏