Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
29.kesedihan raffa


kafka dan an kembali ke kantor sedangkan raffa pergi ke rumah sakit menemui papa nya.


sesampai di rumah sakit raffa langsung masuk ke ruangan papanya untuk mengetahui hasil tesnya kemaren.


tok tok tok....


raffa mengetuk pintu pelan dan sopan.


"pa ini aku ."ucap raffa


"masuklah." jawaban papa dari dalam.


raffa masuk dan duduk di depan papanya.


dari raut wajahnya papa terlihat jelas jika hasil tesnya tidak sesui harapan.


"raffa,mungkin kamu harus kecewa dengan hasil tesnya,tapi kamu jangan pernah menyerah,berjuanglah demi papa,mama dan istrimu.aku tau ini memang tidak mudah untukmu,tapi percayalah jika tuhan selalu bersamamu."ucap papa dengan nada mencekam.


"iya pa,aku mengerti.aku sudah tau jika hasilnya akan seperti ini.aku sudah berjuang keras pa untuk melawan penyakit ini.sekarang aku pasrahkan semua kepada yg di Atas."jawab raffa menyerah.


raffa sudah siap jika kini tuhan akan mengambil nyawanya.ia sudah berjuang hingga saat ini.kini saatnya ia pasrahkan semua pada yg maha kuasa.yg raffa pikirkan hanya kebahagian diandra.ia tidak tau apa yg akan terjadi pada hidup istrinya jika dia benar benar akan pergi untuk selamanya.


raffa merasa bersedih harus melihat istrinya menderita karena kepergiannya.


"pa,jika aku pergi,aku titip diandra.aku tidak sanggup melihat dia harus bersedih karena kepergianku ."ucap raffa serak dan samar.matanya sudah berkaca kaca menahan air matanya jatuh.


papa beranjak dari duduknya lalu berdiri di samping Raffa.memeluknya erat mencoba menenangkannya.


"raffa,kau adalah anak papa yg paling kuat.bagaimana mungkin kamu akan menjadi pecundang.kamu harus bertahan dan terus berjuang.lihat istrimu yg terus memberi dukungan untukmu.dia sangat mencintaimu meskipun ia tau dengan kondisimu yg sekarang.berjuanglah untuknya."jawab papa .


"iya pa."balas Raffa singkat.Raffa berdiri dan membalas pelukan papanya.


"terima kasih pa,papa selalu ada untukku.papa selau menyayangiku.maafkan aku jika selama ini sudah membuat papa khawatir dan bersedih.aku menyayangimu pa."ucap Raffa bersedih.kini air matanya tak mampu ia bendung lagi.derasnya air mata jatuh bercucuran menggenangi pipinya.cepat atau lambat ia akan pergi meninggalkan papanya dan semua yg ia miliki di dunia ini termasuk istrinya.


bertahun tahun raffa sudah berjuang keras melawan kanker otak yg selama ini hinggap di kepalanya.semakin hari penyakit itu semakin menggrogoti tubuhnya.penyakit ini sangat ganas bagi penderitanya.


"pulanglah dan istirahatlah,jangan biarkan tubuhmu semakin lelah."jawab papa sembari menepuk punggung Raffa pelan.


Raffa mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan beserta papanya.


langkahnya semakin beliyut tak beraturan.air matanya masih jatuh bercucuran.


ia tak sanggup jika harus meninggalkan istrinya yg paling ia cintai.


Raffa membuka pintu mobilnya lalu duduk di belakang setir.menyandarkan kepalanya di kursi mobil dan memejamkan matanya erat.


"tuhan,biarkan aku membahagiakan istriku sebelum engkau mengambil nyawaku.aku yg membawanya hadir dalam hidupku,jadi kumohon biarkan aku bertanggung jawab dengan cara membahagiakannya."ucap Raffa lirih.


tangisannya semakin pecah ketika wajah diandra terlintas dalam benaknya.


Raffa menyeka air matanya dan menata penampilannya.ia mencoba menyembunyikan kesedihannya.


Raffa menghidupkan mesinnya lalu menancap gasnyan kencang.


ia melajukan mobilnya dengan kondisinya yg tak begitu stabil.Raffa tidak langsung pulang,ia memilih menjemput istrinya terlebih dahulu.


Raffa sengaja tak mengabari diandra jika kini dirinyalah yg akan menjemputnya bukan sopir han.


_***


jam pelajaran diandra sudah habis, namun Diandra tidak langsung pulang karena Rosi mentraktirnya makan bakso di kantin dulu.


"dra,ayo cepet."ajak Rosi


"bentar."jawab Diandra yg masih sibuk mengemas buku bukunya.


"jaka, cepetan dong,lelet banget sih."bentak Rosi


Rosi tak sabar karena pingin cepet pulang.


"dasar kau ini,sabar bentar kenapa sih."jawab jaka kesel.


mereka bertiga tiba di kantin.rosi memesan tiga porsi bakso.karena memang itu makanan favorit mereka.


"Dra,kamu tau ngak apa makanan kesukaan kafka?" tanya Rosi


"mana aku tau,kenapa kamu ngak tanya sendiri aja." jawab Diandra.


"ya bener tu,kamu harus lebih usaha lagi jangan mengandalkan orang lain."sahut jaka.


"aku juga udah usaha, jaka.makanya aku tanya ke Diandra.kamu diem aja dech,tau apa kamu soal cinta,emang kamu pernah jatuh cinta."jawab rosin kesel.


jaka hanya dian sembari menggelengkan kepalanya mendengar jawaba rosi.


"ayo dong Dra,kamu tanya ke suamimu ya,ya ya ya ya,please..." ucap rosi memohon dengan mengetip ngetipkan kedua matanya.


Diandra pling tak tahan dengan rayuan maut rosi.


"baiklan akan ku coba."jawab Diandra terpaksa.


"terima kasih,sayang."balas rosi lalu memeluk erat tubuh kriping diandra.


abang bakso datang membawa tiga porsi bakso pedas .


"ini non baksonya."ucap abang bakso sembari menaruh mangkok bakso di atas meja.


mereka menikmati baksonya dengan rakusnya.



tiba tiba Diandra teringat suaminya ketika akan menyendok bakso jumbonya.


ia inget jika suaminya tidak pernah makan bakso.


Diandra menaruh sendok dan garbunya kembali.


"maaf aku harus cepat kembali,karena ada urusan penting."ucap diandra lalu pergi meninggalkan rosi dan jaka.


diandra sedikit berlari.


"ada apa."tanya jaka.


"ada urusan penting."jawab diandra sedikit berteriak.karena ia sudah agak jauh dari tempat duduk jaka dan rosi.


"ada apa ros,apa dia ada masalah."tanya jaka ke rosi karena merasa heran dengan tingkah laku diandra.


"aku tidak tau,akhir akhir ini dia sering ngelamun,sepertinya dia lagi ada masalah."jawab rosi yg masih sibuk dengan baksonya


__


Diandra sudah ada di depan gerbang,ia menoleh ke kanan dan ke kiri melihat keberadaan mobilnya.


setelah clingak clinguk ia menemukannya .berlari mendekati mobilnya.


membuka pintu mobil lalu masuk dan duduk di kursi belakang sopir.


Diandra tidak menyadari jika suaminya yg duduk di kursi pengemudi.


"pak jalan, " perintahnya


"nona,duduklah di depan." jawab Raffa.


diandra mendongakkan pandangannya,


setelah mendengar suara suaminya.


"kamu,maaf aku pikir pak han."balas diandra lalu pindah duduk di samping suaminya.


"apa itu kebiasaanmu,gimana kalau tadi bukan aku atau han,jika penculik gimana."jawab Raffa.


"maaf sayang,besok besok aku akan lihat wajahnya dulu baru aku masuk." jawab diandra.


Raffa tersenyum dan mengusap rambut istrinya pelan.


Raffa melajukan mobilnya pelan.


mereka melupakan sesuatu.sudah hampir setengah perjalanan Diandra baru menyadari jika dirinya telah melupakan seseorang.


"sayang,aku lupa,iffa masih ada di kampus."ucap diandra sembari mentunggingkan bibirnya.


"apa itu juga kebiasaanmu?" tanyan raffa meledek.


"maaf,aku beneran lupa tapi ini bukan kebiasaanku."jawab diandra lalu mencubit perut suaminya.


"aw...sakit,sayang."raffa merintih kesakitan.


raffa memutar balik mobilnya untuk menjemput iffa.


setelah sampai didepan iffa ,Diandra langsung membuka kaca cendela mobillnya, dan memanggil iffa yg masih berdiri memantung di depan gerbang.


"ayo naik,maaf kakak lupa."ucap Diandra


iffa masuk mobil dengan raut wajah kesel.


"kak,kenapa ninggalin aku,aku tu sampai jamuren tau nungguin kakak di depan gerbang."jawab iffa kesel lalu memoncongkan binirnya hingga lancip.


"maafin kakak,tadi kakak bener bener lupa."jawab diandra dengan senyuman tipisnya.


"ok,,aku maafin tapi nanti aku akan menghukummu."balas iffa.


"dasar kau ini,awas jika kau berani menghukum istriku."sahut raffa sambil terkekeh.


diandra ikut terkekeh melihat adik iparnya kesel dengan bibir iffa yg masih moncong hingga beberapa cm.


"baiklah,kalian yg menang.nasib adik teraniya ,ya beginilah.mah,pah tolong anak mu ini,mereka kompak menganiaya ku."ucap iffa dengan berakting menangis memangil papa dan mamanya.


Diandra dan Raffa tak henti hentinya tertawa.


"sayang,kita menang lagi."sahut diandra.lalu kebali tertawa lagi.


"kak,tolong berhenti di depan dong,aku mau beli sosis bakar." perintah iffa ke Raffa.


👍👍👍👍


semoga kalian suka dengan alurnya ceritanya, kawan.


jika kawan" suka tolong di like ya,syukur syukur kalu mau pencet vote dan ratenya.


🙏🙏🙏