Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
37.Rosi kecewa


karena kamu adalah kakak iparku ." jawab kafka berbohong.sejujurnya bukan itu alasannya, karena ia masih sangat mencintai Diandra.bahkan cintanya tidak pernah pudar sedikitpun.


"apa cuma itu alasannya." tegas diandra tak percaya.diandra takut jika kafka masih ada rasa padanya.Diandra tak ingin membuat hati Rosi terluka.



RAFFA


"iya ,jangan pikir macam macam lagi.apa hari ini kau mau ikut denganku,aku mau ke lestoran ngecek pekerjaan disana." ucap Kafka lalu melepaskan pelukannya.


diandra mengangguk lalu pergi ke kamar berganti pakaian.


kafka juga kembali kekamarnya mengambil jaket.kamar mereka bersebelahan.


Diandra sudah berganti pakaian rapi.kini ia berdiri di depan pintu kamar kafka. ia sengaja menunggu kafka di situ.


kafka keluar dan terkejut melihat Diandra yg berdiri di depan kamarnya.kafka tersenyum sumringah setelah melihat penampilan diandra.menurutnya diandra sangat cantik dan mempesona.hati kafka saat ini seperi melihat bidadari turun dari surga.



DIANDRA


Diandra tersenyum lebar melihat kafka datang


"kenapa kamu memandangku seperti itu,apa ada yg salah dengan penampilanku.?" tanya diandra mulai tak pede.


"tidak,kamu sangat cantik pakai itu." jawab kafka bahagia.


Diandra dan kafka turun kebawa lalu berpamitan sama mama.


mama mengizinkan dengan hati bahagia.berharap anak dan menantunya akan hidup bahagia.


Kafka berjalan di belakang diandra.kafka terus memandang diandra tanpa henti.ini sungguh membuatnya bahagia.berharap diandra akan terus tersenyum seperti ini.



KAFKA


Kafka membukakan pintu mobil untuk diandra.


Diandra masuk dan duduk di samping Kafka.


Kafka duduk di bangku pengemudi.


menghidupkan mesinnya lalu melajukan mobilnya pelan dan lirih.


Diandra melihat ke arah luar cendela.ia merasa heran setelah ada beberapa pejalan kaki memandang ke arah mobilnya.ia juga melihat ada orang lari itu lebih cepat dari mobil yg ia tumpangi.


Diandra menatap ke arah kafka tajam.


"kafka,lajukan mobilnya dengan benar,ini terlalu pelan." ucap diandra sedikit kesel.


Kafka cuek dan tak perduli ucapan diandra.


"kafka,jangan buat aku marah,atau aku akan turun di sini." ancam diandra.


Kafka tersenyum tipis lalu melajukan mobilnya dengan kenceng.


diandra terkejut dan berteriak ketakutan.


"kafka,pelan." bengis diandra.


kafka tersenyum lagi lalu mengurangi kecepatannya.


diandra memukul bahu kafka cukup keras.


"aw... sakit tau." ucap kafka merintih kesakitan.


"itu hukuman bagi orang yg sudah bikin aku kesel." jawab diandra sinis.


kafka sangat bahagia bisa mengoda diandra.menurutnya diandra sangat menggemaskan jika sedang meraju.


kafka menghentikan mobilnya di parkiran lestorannya.


Kafka dan Diandra turun dari mobil.


mereka terkejut melihat Rosi berdiri di depan lestoran.


Diandra menghampirinya lalu memeluknya.diandra sangat merindukkannya.


karena sudah lama mereka tak bertemu.



Rosi


kafka jadi salah tingkah.ia binggung harus bersikap seperti apa.


kafka menata nafasnya panjang lalu menghampiri diandra dan rosi.


"hai,,ros? kenapa kamu disini." tanya kafka basa basi.


"maaf kak,tadi aku ke kantor kakak,tapi kakak tidak ada di sana,jadi aku sengaja datang kesini."jawab rosi .


"ayo kita masuk?" ajak kafka.


diandra dan rosi berjalan duluan dan kafka membututinya dari belakang.


"rosi,gimana hubungammu sama kafka?" tanya diandra.


"aku ngak tau ndra,sampai saat ini dia belum menembakku.aku malu jika harus aku duluan yg nyatain cinta." jawab rosi apa adanya.


"ok..aku akan coba tanya sama dia nanti." balas diandra.


"jangan dra,aku ngk ingin buat dia tambah tertekan,biarkan semua berjalan apa adanya." jawab rosi sendu.


diandra mengangguk dan paham.diandra lebih memilih dim takut keceplosan.


ada pelayan datang membawa minuman dan makanan ringan.lalu menaruhnya di atas meja depan mereka.


diandra tidak memperhatikan pelayan itu.diandra lebih fokus dengan curhatan temannya.


tak berselang lama kafka datang dan duduk di sebelah diandra.


diandra merasa tak nyaman,akhirnya diandra memilih keluar dan membiarkan mereka berduaa .


diandra memberikan kesempatannuntuk mereka mengobrol.


diandra tak ingin membuat hati sahabatnya kecewa atau sakit hati.


kini tinggal kafka dan rosi yg ada di ruangan itu.


rosi merasa janggung tidak seperti biasanya.


"kak,bolehkah aku bertanya sesuatu?" ucap rosi ragu.


"katakan,apa yg ingin kau tanyakan?" jawab kafka dag dig dug.kafka takut jika rosi akan bertanya soal perasaanya yg sesungguhnya ke pada rosi.


"apa kakak mencoba menghindariku?" tanya rosi lirih.


kafka menghela nafas panjang.


"maaf rosi,jika selama ini aku sudah membuatmu kecewa.aku tahu kau akan terluka dengan sikapku. aku tidak ada maksud untuk menyakitimu.namun aku belum mampu melupakan gadis itu." jawab kafka jujur.ia tahu jika jawabannya akan membuat hati rosi terluka.


"iya aku paham,tapi apa tidak ada sedikitpun rasa itu untukku.kak,aku sangat mencintaimu. aku tidak ingin hubungan ini menggantung seperti ini,jika kakak memang tidak menyukaiku ,itu tidak masalh bagiku.aku tidak akan memaksakan kakak untuk mencintaiku.tapi setidaknya,tolong beri kejelasan tentang hubungan kita ini." ucap rosi sedih.


kafka menatap wajah rosi sendu sembari menggengam tangan rosi.


"aku tidak tau,untuk saat ini,aku belum bisa menjawabnya.maaf jika membuatmu menunggu." jawab kafka bingung.


"baiklah,aku akan menunggu jawabanmu." jawab rosi lalu pergi meninggalkan kafka.


rosi pergi dengan hati terluka dan kecewa.ia kecewa dengan jawaban kafka yg tak pasti.


air matanya jatuh bercucuran.


diandra melihat sahabatanya keluar dari ruangan sambil menangis .diandra berlari mengejar rosi.


"rosi,apa yg terjadi,kenapa kamu menangis." tanya diandra sambil menyeka air mata rosi.


"aku tidak tau ndra,aku kecewa dengan dia."jawab rosi serak.


diandra memeluk rosi erat.ia tau dan sudah bisa menebak apa yg baru saja di alami sahabatnya.


"kamu yg sabar ya,aku akan coba ngomong sama dia." balas diandra mencoba menenangkannya.


rosi melepaskan pelukannya lalu pergi meninggalkan diandra.hati rosi masih terasa hancur dengan sikap kafka.


Diandra masuk dan duduk di samping kafka.


Diandra mengelus pundak kafka lembut.


"apa yg terjadi?" tanya diandra pelan.


kafka memandang wajah diandra tajam.


"aku akan jelaskan nanti di rumah." jawab kafka singkat.


Diandra merasa bingung di buatnya.


namum ia memilih diam dari pada harus berdebat dengannya.


ia takut jika kafka masih ada rasa padanya,itu berarti dia akan menyakiti hati rosi.


diandra semakin gelisah dan binggung.


kafka diam tanpa kata sambil meneguk minuman dingin yg di suguhkan pelayan tadi.


kafka menarik pelan tangan diandra lalu mengajaknya keluar.diandra hanya diam dan patuh begitu saja.


mereka berjalam menuju mobil kafka dengan tangan kafka mengandeng tangan diandra.


semua mata pengunjung tertuju pada kemesraan mereka.


banyak yg berfikir jika mereka adalah sepasang kekasih.


♥️♥️♥️♥️


terima kasih kaka kaka sudah setia menunggu up dari aku.


ups...jangan lupa tinggalkan like dan votenya ya


🙏🙏🙏🙏