
"Kafka,apa kita akan tidur sekamar?" tanya Diandra ragu..
"Iya,memang kenapa? kita kan sudah nikah!" jawab Kafka licik.
Diandra dan Kafka menata pakainnya dalam lemari.Kafka hanya tersenyum karena merasa menang.Akhirnya kini Diandra menjadi miliknya setelah hampir menyerah dengan semua usahanya.
"Sayang, kamu mau makan apa?" Tanya Kafka lembut.
"Kita masak aja,biar ngirit." jawab Diandra kesal.
Diandra pergi ke dapur untuk memasak,Ia membuka kulkas namun tidak ada apapa di dalam kulkas.
"Kafka, kenapa kulkas mu kosong." Tanya Diandra jengkel.
"Tentu saja kosong,kita kan baru pindah." jawab Kafka enteng. Memang sudah lama apartemen ini Ia tinggalkan,karena Mamanya meminta Ia tinggal di rumah kumpul bersama keluarganya.
"Kafka,antar aku belanja di pasar ya?" ucap Diandra sambil menyunggingkan senyumannya,berharap Kafka mau mengantarnya.
Raffa dulu tidak pernah mengajarinya makan di luar rumah
Karena masakan sendiri lebih sehat dari pada harus beli di luar itu menurut pendapat Raffa.
"Baiklah sayang,aku akan mengantarmu,tapi cium dulu aku." jawab Kafka sambil memejamkan matanya,berharap Diandra akan menciumnya.
"Ogah banget,kalau ngak mau nganter ya udah,aku akan pergi sendiri." jawab Diandra dengan senyuman liciknya.
Kafka menyerah dengan alasannya.
"Baiklah,aku akan mengantarmu." jawab kafka lesu karena tidak mendapatkan ciuman Diandra
"Ok,,,aku akan bersiap dulu." jawab Diandra lalu pergi ke kamar mandi.
Kafka hanya bisa menghela nafas pnjang sembari membaringkan badannya di atas ranjang.
Ia mengaku kalah,namun bukan berarti ia menyerah.
Diandra selesei mandi dan berganti pakain rapi dengan rambut di biarkan terurai. Ia mencatat semua keperluan yg akan di belinya nanti.
Ia tertawa renyah karena Kafka terus menggodanya.
"Diam kamu,atau aku akan memukulmu." ucap Diandra kesal karena Kafka terus mengelitikinya.
Kafka tersenyum bahagia melihat istri cantiknya terus tertawa.
"Ayo cium aku,atau aku akan terus mengelitikimu." Jawab Kafka mengancam.
Dengan terpaksa Diandra mencium pipi Kafka.
Kafka menarik pinggang Diandra hingga kini Diandra ada dalam pelukannya.
Mata mereka saling beradu,degup jantung mereka semakin berdetak kencang.
Kafka tak sanggup menahannya hasratnya.
Ia mencium bibir Diandra lembut.
"Sayang,terima kasih kamu sudah mau menjadi pendaping hidupku." ucap kafka lembut.
Diandra hanya mengangguk menahan malu,karena ciuman Kafka membuat wajahnya semakin memerah.
Kafka melepaskan pelukannya dan pergi mengandeng tangan Diandra menuju lantai dasar dengan menaiki lift.
Kafka membuka pintu mobil untuk istrinya ,Diandra masuk dengan senyuman indahnya.Begitu juga dengan Kafka,Ia terlihat bahagia dengan adanya Diandra di sampingnya
Kafka menghentikan mobilnya di depan pusat perbelanjaan yg cukup besar di kota itu,di dalamnya lengkap dengan semua kebutuhan sehari hari.
"Kafka kenapa kita ke sini,bukannya kita harus ke pasar." protes Diandra.
"sayang,ini sudah sore bahkan hampir malam,memang ada pasar yg buka.Kita belanja di sini aja ya,besok pagi aku anter kamu ke kepasar,ok..!" jawab Kafka.
Diandra mengangguk dan turun dari mobil setelah Kafka membukakan pintu untuknya.
Mereka masuk dengan Tangan kafka mengandeng tangan Diandra.
Diandra membeli semua kebutuhan yg ada di catatan itu,sedangkan Kafka mengintilinya di belakang Diandra sambil mendorong kerajang belanjaan.
Dirasa sudah terbeli semua Diandra dan Kafka segera pulang tanpa harus mampir kemana-mana.
Sesampai di apartemen Kafka langsung menata semua barang belanjaannya, Sedangkan Diandra sibuk memasak.
"Sayang,aku udah membereskan semua,apa lagi yg harus aku kerjakan?" tanya Kafka sambil memeluk Diandra dari belakang.
Diandra merasa risih dengan perlakuan Kafka yg sok romantis itu.
Sebelum melepaskan pelukannya Kafka mencium pipi Diandra dari belakang.
Makanan sudah tersaji dan tertata sempurna.
Mereka mulai melahapnya.
Namun suara bel rumah mengganggu makan mereka.
Kafka membuka pintunya,Ia terkejut dengan kedatangan Vera yg datang tiba-tiba.
"Ada apa kau ke sini?" tanya Kafka ketus .
Kafka tidak suka dengan kedatangan Vera di apartemennya.Kafka tau jika Vera adalah gadis licik.
"Kakak,kenapa kau bertanya seperti itu.Apa aku salah jika mengunjungimu?" jawab Vera dengan senyuman liciknya.
Vera masuk tanpa di persilahkan.
"Hai Diandra,apa kabar?" sapa Vera dengan senyuman palsunya.Vera duduk di meja makan samping Diandra.
Diandra merasa tidak nyaman dengan kehadiran Vera.
"Baik,,Ada perlu apa kamu ke sini?" tanya Diandra sinis.
"Aku hanya ingin mampir aja.Memang ada yg salah jika aku mengunjungi kakak ku sendiri?" jawab Vera tanpa malu.
Diandra hanya diam tanpa menjawabnya.Ia tak ingin si rubah ini menganggu hidupnya.
"Vera, aku lelah,aku ingin istirahat.Bisakah kau pergi sekarang." ucap Diandra tanpa basi basi.
"Kau mengusirku?" tanya Vera dengan sikapnya yg sok itu.
"Bukan begitu Vera,tapi aku beneran lelah." jawab Diandra mmencoba merendah.
"Iya,lebih baik kamu pulang aja,karena aku dan Dia mau menikmati malam pertama." sahut Kafka sambil menarik tangan Vera dan mengajaknya keluar. Kafka sedikit mendorong tubuh Vera agar cepat keluar dari apartemennya.
Diandra tercengang tak percaya mendengar ucapan Kafka tadi.Ia merasa takut jika Kafka akan benar benar melakukannya, sedangkan Diandra belum siap melakukannya.
Kafka kembali ke dalam dan membantu membereskan bekas makannya.
Hari sudah malam,Diandra membaringkan tubuhnya Dia atas ranjang.
Diandra menutupkan selimut hingga lehernya,takut jika Kafka benar benar minta jatahnya.
Kafka menyusul dengan melemparkan tubuhnya di samping Diandra.
"Sayang,kamu sakit,kenapa tubuhnya gemetaran dan berkeringat." Tanya kafka khawatir.
"Tidak,aku tidak apapa." jawab Diandra bingung.
Ia gemeteran bukan karena lapar atau sakit,Ia hanya takut jika ucapan Kafka benar benar terjadi.
"Kafka, aku ngantuk,aku mau tidur." ucap Diandra lalu memiringkan badannya membelakangi Kafka.
"Tidurlah,jika kamu lelah." ucap Kafka memeluk Diandra dari belakang.
Diandra merasa lega dengan jawaban Kafka,namun Ia tetep aja merasa risih karena Kafka memeluknya.
"Kafka,bisakah kau lepaskan pelukanmu, karena aku ngak bisa tidur jika kamu terus memelukku." pinta Diandra sopan.
"Baiklah." jawab Kafka lalu melepaskan pelukannya.Ia paham jika Diandra merasa risih.Karena Diandra belum terbiasa dan belum bisa mencintainya dengan sepenuh hatinya.
Kafka akan setia menunggunya hingga Diandra benar benar mencintainya apa adanya.
-----------------
Vera mendatangi rumah Rosi.
Mereka duduk di teras depan rumah.
"ada apa kamu kesini malam-malam." Tanya Rosi
"Maaf jika aku menganggu istirahatmu.Tadi sore aku mampir ke apartemaen Kafka, ternyata sekarang mereka tinggal bersama di sana. Apa kamu tidak ingin membalas semua kelakuan mereka karena telah mencampakkanmu." jawab Vera panjang lebar.
"Vera,aku tidak tahu apa motifmu menyuruhku balas dendam sama mereka.Aku memang sakit hati sama mereka tapi bukan berarti aku akan menyakiti mereka.Aku sadar,jika Kafka bukan jodohku,jadi buat apa aku harus menghukum mereka.Mungkin aku membencinya,tapi aku tidak akan pernah melakukan hal konyol yg akan bisa mengancam keselamatannya.
Vera,sudah malam,aku ingin istirahat Lebih baik kamu pulang saja karena aku lelah dengan tugas kuliahku." jawab Rosi kesal karena Vera terus menyuruhnya melakukan hal konyol yg tidak akan pernah ia lakukan.
Vera merasa sakit hati atas perlakuan Rosi.Ia pergi meninggalkan Rosi dengan seribu kata kotor keluar dari mulutnya.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kaka terima kasih ya ,buat yg sudah vote dan like karya aku.Yg belum ayo buruan vote dan like karya kau,biar aku tbah semangat lagi dalam menulis lanjutannya.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏