Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
47. Cinta Kafka


Setelah Kafka menyeleseikan pekerjaannya, Ia segera menghampiri Diandra yg berbaring di atas ranjang.


Kafka tersenyum ketika melihat Diandra masih tertidur lelap.Ia memutuskan untuk membiarkan Diandra tetap tidur, Ia tak tega untuk membangunkannya.


Kafka segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Mata Diandra perlahan terbuka, karena merasa ke belet pipis, akhirnya Diandra segera masuk kamar mandi tanpa mengetuk pintu dulu. Kebetulan pintu kamar mandi tidak terkunci, Kafka lupa menguncinya.


Diandra berteriak kencang ketika melihat tubuh Kafka masih bertelanjang bulat.Diandra segera menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.


Kafka pun ikut berteriak karena kaget mendengar teriakan Diandra.


Kafka segera mengambil handuk dan melilitkankan ke tubuhnya. Rambutnya masih di penuhi busa shampo.


Kafka mendekati Diandra dan berusaha membuka telapak tangan Diandra yg di gunakan untuk menutup matanya .


"Sayang, kita kan suami istri, kenapa kamu harus malu melihat tubuhku." Ucap Kafka menggoda istrinya.Kafka sengaja tidak bilang ke Diandra jika dirinya sudah memakai handuk.


"Diam kamu, cepat pakai handuk mu." jawab Diandra geli.Diandra tetap menutup matanya erat.Karena malu melihat tubuh Kafka.


"Ayo buka matamu?" ucap Kafka sambil memaksa dan berusaha membuka tangan Diandra.Kekuatan Kafka lebih tangguh di banding dengan tenaga Diandra.


Tangan Diandra pun terlepas,namun Ia masih saja menutup matanya.


"Sayang, ayo buka matamu atau aku akan melucutimu." ucap Kafka mengancam.Sejujurnya Kafka ingin sekali tertawa melihat wajah Istrinya semakin memerah karena menahan malu, namun Ia berusaha menahannya .


Mendengar ancaman Kafka, Diandra pun langsung membuka matanya,namun Ia memilih melihat ke atas.Ia beneran takut jika Kafka bener-bener akan melucutinya.


Kafka tertawa renyah karena merasa puas telah menjaili istrinya.


Diandra memukul dada Kafka keras hingga Ia merintih kesakitan.


"Beraninya kamu mengerjai ku." ucap Diandra kesal sembari terus memukuli dada Kafka.


Kafka segera memeluk tubuh Diandra erat.


Tak terasa sesuatu telah menegang di bawahnya.Kafka segera melangkah mundur dan berbalik badan.Ia tak ingin Diandra tau jika Ia sudah lama menahan hasratnya.


"Cepat keluar, aku mau lanjutin mandiku,atau kamu mau ikut mandi bersama ku." ucap Kafka sembari membuka kran shower.


Tanpa pikir panjang Diandra segera keluar dari kamar mandi.Ia berusaha menahan pipisnya.


"Ya Tuhan,,,kenapa aku seceroboh ini, bagaimana kalau tadi Ia benar-benar melucutiku di sini.Huh...itukan serem. Ow iya,,,aku kan lagi ada tamu, untung aja hahaha ." ucap Diadra lirih.


Kafka kembali melanjutkan mandinya. Ia hanya bisa menelan ludahnya.Ia harus bisa menahan hasratnya sampai Diandra benar benar bisa mencintainya tanpa harus memaksanya.


Kafka keluar dari kamar mandi dan segera menganti pakainnya yg Ia ambil dari dalam lemari.


Melihat Kafka sudah keluar dari kamar mandi, Ia segera masuk karena udah ngah betah menahan pipisnya.


Diandra keluar dan segera duduk di samping Kafka.


"Kafka." panggilnya lembut.


"Iya, ada apa?" jawab Kafka dengan menatap wajah Diandra lekat.


"Ehm,,, Kemaren aku melihat Rosi dan Vera jalan bareng, tapi itu udah lama.


Aku takut jika Vera akan menghasut Rosi untuk membenciku." ucap Diandra lirih, Ia takut jika Kafka akan marah padanya.


"Sudah jangan pikirkan itu, mungkin hanya kebetulan saja.Aku rasa mereka tidak saling mengenal." jawab Kafka mencoba menenangkan hati Istrinya.


"iya sih, bisa jadi itu semua karena kebetulan."balas Dindra percaya dengan alasan Kafka.


Kafka sudah tau semuanya, namun ia menyembunyikan semua itu dari Diandra.


Ia tak ingin membuat pikiran Diandra semakin kacau karena ulah Vera.


"Sayang, ayo kita pulang." Ajak Kafka sambil menarik pergelangan tangan Diandra pelan.


Diandra pun patuh begitu saja.Mereka berjalan beriringan. Kafka mengandeng pergelangan tangan Diandra.Mereka berjalan santai dengan menebarkan sebuah senyuman bahagia.


Semua mata pegawainya terpana akan kemesraan mereka. Mereka hanya bisa mengelus dada sambil berhalu sangat tinggi.


Mereka membayangkan jika Diandra dan Kafka adalah mereka.


"Huh... gemes deh lihat kemesraan mereka." ucap si 'A'.


"iya, aku aja jadi halu kaya gini." jawab si 'B'.


"Rasanya, aku pingin deh jadi sutradaranya." sahut si 'C'.


"Tuan dan Nona memang pasangan yg sangat romantis.Semoga Tuhan menyisakan orang setampan dan sebaik Tuan Kafka untuk ku." Sahut si 'D'.


Para pegawai itu pada halu terlalu jauh, hingga lupa jam pulang kerja.


😍😍😍😍😍😍


Seperti biasa, Kafka hanya mengintili Diandra dari belakang sambil membawa keranjang belanjaan .


Diandra tak menyangka jika akan bertemu Egi di tempat itu.


"Egi...!" Sapa Diandra renyah.


"Hai, kau di sini juga. Sedang apa?" jawab Egi sambil tersenyum.


"Aku sedang belanja. O ya,, kenalin ini suami aku." ucap Diandra sambil menunjuk ke arah Kafka


"Hai Tuan, apa kabar?" Sapa Egi sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat Dia ke Kafka .


Kafka hanya membalas dengan sedikit menundukkan kepalanya tanpa membuka mulutnya. Ia tidak suka dengan kehadiran Egi.


Kafka sangat cemburu melihat Egi, karena Ia tahu jika dulu Egi pernah ada rasa sama Diandra.


"Kamu sama siapa ke sini?" Tanya Diandra tanpa merasa bersalah. Ia tahu jika Kafka merasa tidak suka, namun Diandra pura pura tidak tahu. Ia ingin tahu sampai a


seberapa rasa cemburunya terhadap Egi.


"Aku sama seseorang. ya sudah kalau begitu, aku harus pergi karena ada seseorang yg sedang menungguku di mobil." jawab Egi lalu segera pergi meninggalkan Kafka dan Diandra.


Egi bersama Rosi,namun Ia tak jujur pada Diandra karena Ia tahu jika Diandra dan Rosi sedang ada masalah.


Diandra dan Kafka pun segera menuju kasir untuk membayar barang belanjaanya.


"Sayang, ayo cepat bayar." ucap Diandra yg tak menyadari jika Ia sudah memanggil Kafka dengan kata sayang.


Kafka tersenyum tipis mendengar Diandra memanggilnya sayang. Dengan segera Kafka membayarnya, bahkan Ia membayarnya dengan uang lebih. Karena saat ini hatinya sangat bahagia, akhirnya perlahan lahan Diandra mulai mencintainya, meskipun Diandra tak pernah menyadarinya.


Rasa cemburupun hilang begitu saja hanya karena sebuah panggilan sayang.


Kafka dan Diandra meninggalkan minimarket, lalu mereka segera masuk ke dalam mobil.


Kafka memandang wajah Diandra dengan senyuman bahagianya.


"Sayang." panggil Kafka mesra.


"Iya, ada apa?" jawab Diandra lembut dengan membalas tatapan Kafka.


Bahkan kini Diandra sudah tidak canggung lagi dengan keberadaan Kafka di sampingnya.


Panggilan sayang pun tak membuatnya risih lagi.Ia sudah terbiasa dengan panggilan sayang.


"Aku mencintaimu." Ucap Kafka tulus dari dalam hatinya.


Diandra diam sesaat sambil menatap mata Kafka sendu.


"Kafka, apa kau mencoba merayuku." jawab Diandra sambil tersenyum.


"Aku tidak sedang merayumu, tapi semua itu terucap tulus dari dalam hatiku." jawab Kafka sambil menaruh telapak tangan Diandra di dadanya.


Tak terasa air mata Diandra mulai berjatuhan. Ia sangat terharu dan bahagia mendapatkan suami sebaik Kafka.


Dindra memeluk tubuh kafka erat.


"Terima kasih untuk cintamu,terima kasih untuk kesetianmu dan terima kasih untuk semua pengorbananmu. Aku akan berusaha untuk setia padamu, Aku akan berusaha untuk mencintaimu." ucap Diandra serak.Ia terus memeluk tubuh Kafka.


"Iya ,aku akan setia menunggumu." balas kafka sambil mengusap rambut Diandra lembut, sesekali Ia mengecup rambut Diandra.


Diandra melepaskan pelukannya dan menatap wajah kafka.


Kafka mengusap air mata Diandra dengan jemarinya.


Kafka menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya dengan santai.


Diandra merebahkan kepalanya di pundak kafka.Ia merasa sangat nyaman saat berada di dekat Kafka.


Kafka mengusap rambut Diandra sambil mengecup kening Diandra lembut.


Dia tidak akan membiarkan orang lain menyakiti Istrinya. Karena Ia sangat mencintainya.


😍😍😍😍😍😍😍


Gimana kaka, apa kaka kaka suka dengan ceritanya.


Eits...kalau suka jangan lupa like, vote, rate dan kirim komentarnya


Bagi yg udah like, vote dan rate ataupun komen saya ucapakan banyak terima kasih.


Semoga kaka kaka tetap dalam lindungan Allah.


🙏🙏🙏🙏