
Matahari pun sudah memunculkan sinarnya.
Aktifitas pagi akan segera di mulai.
Diandra sudah berdandan rapi dan sarapan pagi pun sudah tertata rapi di atas meja.
Diandra menarik nafasnya panjang sembari menggelengkan kepalanya saat melihat suaminya masih enak-enakkan terbenam dalam selimutnya.
"Sayang, ayo bangun, sudah siang tau." Diandra berusaha membangunkan suaminya dengan cara menggelitiki perutnya.
" Hentikan, geli tau. Lima menit lagi ya."Kafka mengacungkan lima jarinya dan sedikit menyipitkan matanya. Ia Masih engan untuk bangun dan kembali memejamkan matanya.
"Ngak ada kata lima menit, cepetan bangun atau aku akan siram kamu pakai air ." Gretak Diandra sambil menarik tangan Kafka agar cepet bangun.
Kafka akhirnya bangun setelah merasa terganggu dengan ocehan istrinya.
"Iya aku bangun." wajahnya masih terlihat kucel dan kusut bahkan rambutnya aja terlihat berantakan.
Kafka duduk bersila menatap istrinya sinis.
"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau tidak suka dengan suara berisikku?" Tegas Diandra dengan melebarkan bola matanya.
"Hihi... aku suka kok, bahkan aku suka banget dengan suara berisik mu." Kafka menjawabnya dengan menunjukkan deretan giginya yg masih putih walau pun belum gosok gigi.
Kafka memaksakan senyumannya lalu mengacak rambutnya kasar.
"Cepetan mandi atau kamu tidak boleh tidur di kamar nanti malam." Gertaknya lagi dengan menyilangkan kedua tangannya di depan perutnya.
"Baiklah sayang, aku akan mandi." Kafka berbicara dengan nada merayu.
Kafka segera berjalan menuju kamar mandi dengan hati ngedumel.
"Sejak kapan istriku berubah jadi mak mak yg doyan ngomel, huh,,,, menyebalkan." ucapnya lirih tapi sangat terdengar jelas di telinga Diandra.
"Apa kata mu?" Teriak Diandra yg membuat Kafka terkejut.
"Tidak, aku hanya bilang kamu sangat manis, Sayang." jelasnya berbohong lalu Mengusap dadanya pelan.
"Sabar sabar." batinnya.
"Dasar molor. Beraninya ngatain aku mak mak doyan ngomel. Awas aja nanti." Batin Diandra dengan menyungingkan bibirnya.
Kafka selesei mandi dan berganti pakain kantoran.
"Sini biar aku bantu pakaikan dasinya." ucap Diandra lalu memakaikan dasi di leher jenjang Suaminya.
"Nanti jangan nakal di kantor.Awas kalau berani godain cewek, kamu ngak akan dapat jatah selama setahun." Ancam Diandra serius.
"Hahaha... apa istriku yg cantik ini sedang cemburu?? Goda Kafka sembari mencium pipi Istrinya.
"Diam kamu!" Bengisnya lalu mencubit perut Kafka keras. Mata Diandra melotot menandakan jika kini ia sedang marah.
"Aw.. sakit sayang. Iya aku janji, aku ngak akan nakal apa lagi godain cewek, suwer ✌️." Janji Kafka menenangkan istrinya.
Kafka dan Diandra duduk di meja makan.
Diandra mengambilkan makannan untuk Kafka lalu mengambil untuk dirinya sendiri.
"Sayang, nanti aku akan ke kantor setelah selesei jalan jalan ya?"
"Santai saja, bukan kah ini pertama kalinya kamu jalan sama Rosi lagi. Kamu ngak perlu datang ke kantor, buatlah dirimu bahagia bersamanya." jawab Kafka tersenyum tipis lalu kembali menyendok makanannya.
Tatapan Diandra terlihat sinis menunjukkan jika tidak puas dengan jawaban Suaminya.
"Kenapa aku tidak boleh ke kantor? ow... sekarang aku tau, biar kamu ngak ada yg ganggu kan, dan kamu biar bisa bebas ngodain si kutu kupret itu kan." ucapnya kesal.
Diandra segera menaruh sendoknya dan berhenti mengunyah makanannya.
Kafka menyadari jika istrinya sedang marah karena terbakar api cemburu.
"Sayang, mana berani aku ngodain cewek lain, karena aku hanya tergoda dengan dirimu. udahlah jangan cemburu, aku janji aku ngak akan ngodain cewek manapun, bahkan aku ngak akan berani godain kucing sekalipun.
Senyum dong." Jelas Kafka berusaha menenangkan istrinya yg sedang merajuk.
Kafka mengusap pipi Diandra lembut lalu mencium bibir Diandra mesra.
Diandra tersenyum tipis mendengar ucapan Kafka. Bahkan hatinya yg tadinya terbakar api cemburu kini mulai luluh dan padam terkena mesranya ciuaman Kafka.
"Aku pegang janjimu, awas kalau sampai kamu ingkar." Ancam Diandra dengan mengarahkan kepalan tangan di depan muka Kafka.
Kafka dan Diandra turun ke bawah kerena Han sudah menunggu di bawah.
"Sayang, aku pergi dulu ya." Diandra berpamitan ke Kafka.
Kafka mengecup kening istrinya lembut sebelum berpisah.
"Hati hati, jangan nakal di sana." godanya sambil mengusap kepala Diandra.
"Siap bos ku, kamu juga jangan nakal di kantor." jawabnya mengingatkan.
Diandra masuk mobil dengan senyuman merekah. Ini adalah saat yg di tunggu-tunggu bisa jalan bareng lagi bersama sahabatnya.
Han melajukan mobilnya pelan menuju rumah Rosi.
Han menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah Rosi.
Rosi berdiri di teras rumahnya menunggu Diandra menjemput.
Rosi segera melangkah menghampiri mobil Diandra.
"Pagi Ndra, pagi pak Han!" sapa Rosi renyah.
"Pagi Non." Jawab Pak Han sopan.
Han kembali melajukan mobilnya setelah Rosi masuk ke mobil.
"Ndra, Jaka ngk bisa ikut, soalnya masih ada tugas kuliah katanya." Jelas Rosi
"Ok tidak masalah. Kita mau jalan kemana ni, yg menurut kamu bisa bikin kita heppy gitu?"
"Kita ke mall aja, sekalian bantu aku cari baju buat acara minggu depan?" jawab Rosi antusias.
" Memang minggu depan ada acara apa?" Tanya Diandra penasaran .
Rosi tersenyum malu dan menaikkan kedua alisnya.
"Minggu depan aku.. aku mau di lamar Egi." Rosi menyembunyikan wajahny karena menahan malu.
Dulu dia menyukai Kafka, sedangkan Kafka menyukai Diandra
Sekarang dia akan menikah dengan Egi, dulu Egi juga sempat menyukai Diandra.
"Benarkah? selamat ya Ros, aku ikut bahagia.
jangan lupa undang aku ya, kalau kamu nikah?" Sahut Diandra tersenyum bahagia.
"Iya pasti aku undang, kamu kan temenku.
Aku malu Ndra, sama kamu."
"Kenapa kamu harus malu?" Tanya Diandra heran .Diandra menggegam tangan Rosi dan menatap mata Rosi.
"Rosi, aku bahagia melihat mu bahagia. Lalu kenapa kamu harus malu padaku, apa karena Egi pernah menyukai ku?" Tanya Diandra tanpa basa basi.
Rosi hanya mengangguk tanpa berucap kata. Rosi menatap Diandra sendu dan mengerutkan keningnya.
"Itu kan masa lalu. Bahkan aku sudah menikah dengan orang lain saat itu. Sudahlah jangan pikirkan itu. Kamu harus bahagia bersamanya, ok." Jelas Diandra menepuk punggung Rosi pelan.
"Iya." jawabnya singkat.
Diandra dan Rosi segera masuk ke mall menuju toko pakain yg Rosi inginkan.
Rosi sangat bersemangat hari ini. Rasa bahagia berselimut di hatinya karena Diandra sudah menasehatinya panjang lebar.
😃😃😃😃😃😃😃
Kafka di kantor sangat sibuk dengan pekerjaanya.
Tok...tok...tok...
An segera masuk setelah mendengar sahutan dari dalam.
"Permisi Tuan, ini ada laporan yg harus Tuan tanda tangani." ucap An sopan lalu duduk di depan Kafka.
An meletakkan dokumen tadi di atas meja tepat di depan Kafka .
Kafka mengambilnya lalu mengecek dan menandatanginya.
"Apa Tuan sudah tahu jika ada karyawan baru di kantor ini." Tanya An dengan senyuman liciknya.
"Tidak tahu." jawab Kafka singkat.
Kafka segera madongakkan pandangannya dan menatap mata An tajam
"Apa yg ingin kau katakan?" Tanya Kafka menyelidik.
Wajah Kafka berubah sinis saat mendengar ucapan An.
An sedikit tertawa melihat wajah bosnya yg semakin memerah itu.
"Santai Bos, jangan curiga dulu padaku. Jawab An dengan tawa meledek.
"Dasar bajul, cepat katakan, sebelum aku menjahit bibir lemes mu itu!" ucap Kafka sinis.
"Sepertinya kamu takut sama Nona ya, takut kalau di suruh tidur di luar jika ketahuan mengoda cewek.
Bos, sejak kapan kamu takut sama cewek?" ledek An habis habisan.
"Diam kamu, sejak kapan kamu jadi pria penggosip." Bentak Kafka dengan menajamkan pandangannya.
"sejak bos menikah dengan Nona, haha haha..." An terus tertawa melihat wajah bosnya yg semakin merah padam akibat ledekkannya.
"Kemaren Nona bilang padaku dan Nona juga menyuruhku mengawasi mu." jelasnya dengan menaikkan alis tebalnya.
"heh...Apa semua perempuan akan seperti itu jika sedang cemburu." kafka mengerutkan keningnya dan menggigit bibirnya.
"Aku rasa begitu. Baik lah Tuan, aku harus pergi.Oh.. ya jangan lupa jaga mata dan hati bos, jika tidak ingin tidur di luar, haha haha.. " Ledek An lalu pergi meninggalkan Kafka.
"Dasar cerewet." Kafka sengaja meninggikan nada suaranya lalu melempari An dengan bolpoin yg di pegannya tadi.
Kafka merasa kesal dengan ejekkan An.
😡😡😡😡😡😡😡😡
Terima kasih buat kaka yg sudah pantengin terus Novela aku, semoga kaka betah terus ya.
Kaka" bisa ninggalin like,vote maupun rate sebagai dukungan kaka ke author.
Jangan lupa juga mampir juga di karya aku lainnnya
🍀AKU & MARU KU
🌹Love in facebook