
Egi dan Rosi pergi ke suatu tempat.
Egi menutup kedua mata Rosi dengan telapak tangannya.
Ia menuntun Rosi berjalan pelan menuju suatu tempat.
Rosi merasa bingung karena Egi tidak memberitahunya akan mengajaknya pergi kemana.
"Egi, kamu mau mengajakku ke mana? " Tanya Rosi penasaran sambil berjalan pelan mengikuti arahan dari Egi.
"Nanti kamu juga akan tahu sendiri." Jawab Egi ringan sambil terus menuntun Rosi.
Perlahan Egi membuka tangannya dari mata Rosi setelah sampai di tempat tujuan.
Rosi membuka matanya pelan.
Betapa terkejutnya Ia setelah kedua matanya terbuka lebar.
"Egi." panggila nya lirih.
"Wao..ini luar biasa." ucapnya kagum.
Rosi memutar balik badannya sejajar dengan Egi.
"Terima kasih." ucapnya sambil memeluk Egi.
Egi mengajak Rosi naik ke gedung tinggi yg berlantaikan 50 .
Ia menyulap tempat itu menjadi indah.
Banyak lampu berwarna warni terpancar indah menerangi atap gedung itu.
Ada satu meja kecil dan dua kursi tertata rapi di tempat itu.
Ada dua orang pemain musik yg memainkan piano dengan indah dan merdu.
Suasana malam menjadi indah dan syahdu di tambah dinginnya angin malam yg membuat suasana semakin terasa romantis.
Egi sengaja melakukan itu demi membuat hati Rosi bahagia.
"Apa kau bahagia? Tanya Egi tersenyum sambil memegang pipi Rosi.
"He'e, aku bahagia sekali." Ucap Rosi dengan senyuman yg mengembang dan wajah yg berbinar-binar.
"Maukah kau berdansa dengan ku?" Tanya Egi sambil menjulurkan tangannya.
Rosi mengangguk dan menerima uluran tangan Egi.
Egi dan Rosi mulai berdansa mengikuti alunan musiknya.
Rosi terlihat bahagia dengan kejutan ini.
Ia tak menyangka jika Egi akan seromantis ini .
"Egi, terima kasih untuk semuanya. Aku sangat bahagia." Ucap Rosi lalu mengecup bibir Egi.
Egi terkejut dan tersenyum melihat Rosi berani menciumnya.
"Aku melakukan semua ini, karena aku ingin kau bahagia.Syukurlah kalau kamu menyukainya." Jawab Egi dan kembali melanjutkan dansanya.
Tiba tiba ada bunyi kembang api meletus dengan memancarkan cahaya indah di langit. Semua tampak lebih romantis dengan banyaknya api yg bertaburan di langit.
Ada suatu cahaya menyala indah dari arah yg berbeda.
Cahaya itu bertuliskan ' HAPPY BIRTDHAI ' dan di bawahnya ada tulisan ' I LOVE YOU ' .
Rosi semakin bahagia dan tak percaya dengan semua ini.Ia sangat terlihat bahagia bahkan Ia tersenyum lebar melihat semua kejutan ini.
Ada dua pelayan membawa kue ulang tahun dan menaruhnya di atas meja .
Ada dua gelas minuman dingin juga tersaji di atas meja itu.
Egi mengandeng tangan Rosi dan mendudukannya di kursi.
" Ayo tiup lilinnya." Pinta Egi lembut.
Sebelum meniup lilinnya , terlebih dahulu Rosi memejamkan matanya dan berdoa minta sesuatu pada yg di Atas.
Rosi menghela nafas panjang lalu meniupnya.
Egi memberi kado sebuah cincin cantik untuk Rosi dan Rosi pun menerimanya.
"Egi, aku telah menerima cincin mu, itu artinya aku telah menerima cintamu ." Ucap Rosi tulus dari dalam hati
"Benarkah?" Tanya Egi tak percaya.
Egi sangat bahagia mendengar jawab Rosi.
Rosi mengangguk sambil menyuapi kue ke mulut Egi.
Egi menerimanya lalu mengunyahnya dengan anggun
♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Hari sudah larut malam. Diandra sudah berganti memakai baju piyama , Begitupun dengan Kafka.
"Sayang?" panggil Kafka mesra.
"iya." jawab Diandra singkat.
Kafka mendekati Diandra lalu melingkarkan tangannya di belakang leher Diandra.
"sayang ?" Panggilnya lagi.
"Ada apa?"
"Sayang ?" Kafka memanggilnya lagi.
Diandra menatap wajah Kafka lekat.
"Sa...."
Diandra menutup bibir kafka dengan jari telunjuknya sebelum Kafka meneruskan ucapannya.
Cuups....
Diandra mengecup bibir Kafka lembut.
"Tidak Nona, tapi sekarang ganti kamu yg menggodaku." Ucap kafka penuh na*su.
Ia menggendong tubuh Diandra dan melemparkannya di atas ranjang dengan pelan.
Kafka menindihi tu**h Diandra lalu menciuminya lembut.
"Apa kamu masih berani mengodaku ?" Tanya Kafka sambil mengigit leher Diandra.
Gigitan itu membekas merah di leher jejang Diandra.
"Apa benar jika aku adalah cinta pertama mu? Tapi sepertinya kamu sudah berpengalaman melakukan ini ?" tanya Diandra sambil menatap wajah kafka tajam.
"Iya, karena bibir seksi mu membuat ku ingin melakukan ini." jawab kafka mesra.
Diandra mulai membiarkan Kafka melakukannya. Awalnya Diandra hanya diam dan Pasrah dengan aksi buas Kafka. Namun lama lama Diandra mulai mengikutinya dan membalasnya. Akhirnya Diandra pun larut dalam permainan Kafka.
Diandra tersadar dan mulai menghentikan aksi Kafka
"Kafka, hari ini aku masih ada tamu." Ucap Diandra sedih. Ia tahu jika ini akan membuat Kafka kecewa.
"Iya aku ingat." jawab Kafka lalu mencium kening istrinya.
Kafka kembali duduk sambil menahan rasa sakit karena di bawahnya yg sudah terlalu menegang. Ia berusaha menahannya dengan keras. Meskipun sakit, namun Ia merasa bahagia akhirnya Diandra membiarkannya melakukan ini.
Diandra ikut duduk dan kembali membenahkan pakainnya yg sudah terlihat berantakan. kancing piyamanya terlepas semua. leher dan tubuh yg lainnya terlihat ada banyak bekas merah karena gi**tan Kafka.
"Kafka aku minta maaf." Ucap Diandra lirih.
"Kenapa harus minta maaf, itu bukan salahmu. Aku bukan laki laki yg suka memaksakan kehendakku. Aku akan menunggumu sampai kau benar benar ingin melakukannya tanpa aku harus memaksa mu." Ucap kafka sambil mengusap kepala Diandra pelan.
Kafka berdiri lalu melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Menatap wajahnya di depan cermin.
Ia tersenyum puas karena akhirnya Diandra mulai membuka hati untuk nya.
Diandra masih duduk sambil menatap ke arah pintu kamar mandi.
Ia merasa tidak enak sama Kafka. Namun Ia tetap berusaha untuk bisa menerima dan mencintai Kafka.
Biar di manapun Kafka adalah suaminya. Sudah tugasnya untuk melayani dan memuaskan suaminya.
Kafka keluar lalu mengambil salep kecil untuk mengobati bekas gigitannya. Ia kembali duduk di samping Diandra. Kafka membuka piyama Diandra lalu mengolesinya dengan salep itu ke semua luka yg ada di badan Diandra.
"Apa masih sakit?" tanyanya
"Tidak!" Jawab Diandra singkat lalu memeluk Kafka.
"Kafka, aku mencintai mu." ucap Diandra tulus dari dalam hati.
Kafka terkejut dan bahagia mendengar ucapan Diandra.
"Apa katamu?" Tanya Kafka tak percaya.Kafka menatap wajah Diandra dengan tajam.
"Iya, aku mencintaimu." jawab Diandra lebih keras.
Kafka tertawa bahagia lalu menciumi wajah Diandra satu persatu.
" Benarkah? Terima kasih." jawab kafka lalu mengajak Diandra tidur. Diandra pun mengangguk.
Diandra memeluk tubuh Kafka dan menyandarkan kepalanya di atas dada Kafka.
Kafka melingkarkan tangannya di belakang leher Diandra.
"Selamat tidur, Sayang." ucap Diandra mesra.
Kafka membalasnya lalu meninggalkan kecupana manis di jidat Istrinya.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Malam ini Vera tidur sekamar dengan Iffa.
Vera tidak bisa memejamkan matanya karena Ia masih sibuk memikirkan rencana jahatnya.
"Kakak belum tidur?" tanya Iffa yg terbangun karena kebelet pipis.
"Belum, lalu kenapa kamu bangun?" Jawab Vera.
"Aku kebelet pipis ." jawab Iffa lalu pergi ke kamar mandi.
Vera menemukan ide untuk bisa menghancurkan mereka. Ia tersenyum licik ketika ide itu terlintas di otaknya.
Iffa kembali dari kamar mandi dan kembali menidurkan tubuhnya di samping Vera.
"Kenapa kakak senyum-senyum sendiri?" tanya Iffa penasaran ketika melihat vera tersenyum senndiri.
"Tidak apapa, sudah malam tidur sana." jawab vera ketus.
"Baiklah, kakak juga harus tidur ya. Jangan senyum senyum lagi, nanti awas kesurupan lo. Di kamar ini tu banyak banget lo setannya ." Ucap Iffa menakut-nakuti Vera.
Vera merasa ngeri dan ketakutan mendengar ucapan Iffa.
Ia langsung menutup wajahnya memakai selimut. Ia berusaha memejamkan matanya agar bisa cepat tidur.
Iffa tersenyum puas melihat Vera ketakutan.
"Masa iya, setan takut sama setan hahaha. Dasar setan penakut hik hik... stukurin lo, emang enak aku kerjain dasar nenek lampir hahaha." ucap Iffa dalam hatinya.
😃😃😃😃😃😃😃😃😃😃😃😃😃
Gimana ceritanya, bagus ngak??
Kalau kaka suka jangan lupa like,komen, vote dan rate ya
Jangan lupa mampir juga di karya aku yg lainnya.
♥️ TERPAKSA MENIKAHINYA
♥️AKU & MARU KU
OK TERIMA KASIH
🙏🙏🙏🙏🙏🙏