
"maafkan aku telah membuatmu menangis,aku hanya takut kehilanganmu."jawab raffa.
diandra melepaskan pelukannnya lalu menatap wajah suaminya.
"aku mencintaimu,aku tidak perduli dengan kondisimu.kamu begitu sempurna di mataku.berjanjilah untuk terus berjuang demi aku."ucap diandra lembut.
raffa mengangguk dan tersenyum.
diandra mengambil tangan kanan raffa.
"kak,kau terluka,aku akan mengobatinya."
diandra melepaskan tangan raffa pelan lalu pergi ke bawah mengambil kotak obat.
raffa kembali kekamar dan duduk di atas ranjang.
"luka ini tak seberapa sakit di banding harus kehilanganmu,aku takut kau akan pergi meninggalkan ku jika kau tau penyakitku." bisik raffa dalam hati.
diandra kembali dan masuk dengan kotak obat di tangannya.ia dengan telaten membersihkan darah yg sudah hampir mengering di tangan raffa.
"kenapa kau lakukan itu,aku bukan wanita yg jahat.aku tidak akan meninggalkan orang yg aku cintai karena sebuah penyakit.aku akan ada di saat kamu suka maupun duka.bagiku kau adalah segalanya." ucap diandra yg masih sibuk mengobati luka suaminya.
"maaf,aku pikir kau akan pergi setelah kau tau penyakitku,ternyata aku salah . aku sangat beruntung memilikimu.kau sangat sempurna di mataku."jawab raffa lalu mengecup poni rambut istrinya .
"sudah malam,mari kita tidur."ajak raffa setelah diandra selesei mengobati lukanya.
diandra patuh begitu saja
diandra dan raffa membaringkan badannya di atas ranjang.raffa memeluk istrinya,ia tak ingin pertengkaran semacam ini akan terulang lagi.
__*****
kakfa mengantar pulang rosi.selama perjalanan mereka hanya diam membisu.
rosi hanya bisa curi curi pandang sembari tersenyum tipis .hatinya begitu berbunga dan senyumnya semakin mengembang.wajahnya merona penuh kebahagian.
kafka hanya diam dan fokus dengan jalanan.ia bersikap biasa saja karena memang tidak rasa di hatinya.baginya rosi adalah wanita yg hanya sekedar mengaguminya.
di hatinya hanya ada diandra seorang dan tak akan pernah tergantikan.
kafka menghentikan mobilnya di depan gerbang .
"sudah sampai." ucap kafka karena rosi tak turun turun padahal kafka sudah menghentikan mobilnya sekitar lima belas menit yg lalu.
rosi tersentak kaget mendengar ucapan kafka.
"ehm...terima kasih kak."ucap rosi lalu melepas sabuk pengamannya.
rosi melirik kafka pelan lalu mencium pipi kafka cepat.
rosi merasa malu dengan sikapnya lalu pergi meninggalkan kafka.ia berlari kecil memasuki gerbang.
"astaga,apa yg aku lakukan,kenapa aku menciumnya,ini sungguh memalukan."ucap rosi dalam hati sembari megusap bibirnya.
kafka tersenyum aneh melihat tingkah rosi yg begitu agresif.
"dasar anak kecil."ucap kafka lirih lalu melajukan mobilnya kencang.
******
hari sudah pagi,diandra sibuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.setelah selesei menata semua makanan di atas meja diandra kembali ke kamar untuk mandi.
raffa msih sibuk dengan alat olahraganya.
hari ini dia tidak kekantor.ia menyerahkan semua pekerjaanya ke kafka.mulai saat ini kafka yg akan mengurus semua pekerjaanya.
diandra telah bersiap dan menemui suaminya.
ia melihat suaminya masih sibuk dengan olahraganya.keringat jatuh bercucuran dari tubuh kekar suaminya.
diandra terpesona melihat ketampanan suaminya.
saat ini raffa memang telanjang dada,hanya memakai celana pendek di atas lututnya.tubuhnya yg kekar telah membuat raffa lebih terlihat maco.
diandra tersenyum melihat suaminya.
"sayang,sudah cukup olahraganya,bersihkan badanmu dan antar aku ke kampus."ucap diandra
raffa mendengar perintah istrinya dan menghentikan aktifitasnya.
"iya,tunggu aku sebentar."jawab raffa lalu pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.sedangkan diandra menunggu di bawah.
tok..tok..tok..
ada suara seseorang mengetuk pintu.
diandra keluar dan membuka pintunya pelan.
"kak an,ada apa kesini?" tanya diandra setelah tau siapa yg datang.
"pagi nona,tuan raffa menyuruhku datang kesini."jawan an.
"ow..masuklah."balas diandra.
an masuk dan duduk di ruang tamu.
diandra menemani an.
tak berselang lama ada iffa datang nyelonong begitu saja tanpa mengetuk pintu.
"kakak."teriaknya lalu memeluk diandra.
"tumben pagi pagi kesini "tanya diandra.
"iya,aku bareng kak kafka."jawabnya lalu menunjuk ke arah kafka yg berjalan di belakangnya.
"ow..."
kafka duduk di ruang tamu bersama an, sedangkan diandra dan iffa pergi ke ruang makan.
"kak raffa mana?"tanya iffa
"dia masih di atas,sebentar lagi juga turun."jawab diandra.
tak lama raffa datang menuruni anak tangga.
iffa dan diandra melihatnya.
iffa berlari mendekati raffa
"pagi kakak."sapanya renyah lalu memeluk raffa.
"kau sudah kuliah,tapi masih manja."ucap raffa lalu mengacak rambut iffa pelan.
iffa memang begitu manja sama kakaknya terutama raffa.
raffa menemui an dan kafka di ruang tamu.
"pagi tuan."sapa an berdiri dan membungkukkan badannya.
"pagi,ayo kita sarapan dulu."ajak raffa.
an dan kafka beranjak dari duduknya dan mengikuti langkah raffa.
semua sudah ada di meja makan.
raffa dan iffa duduk berjejer dengan diandra sedangkan an dan kafka duduk disebrang sana.
diandra mengambil makanan untuk suaminya.diandra merasa tak nyaman dengan kehadiran kafka.namun ia berusaha menyembunyikannya seolah tak pernah terjadi apa apa di antara mereka.
"sayang,nanti kamu berangkat sama iffa ya,aku masih ada perlu sama an dan juga kafka."ucap raffa.
"iya tidak apa apa."jawab diandra lirih.
kafka meliriknya pelan .
"kafka,aku dengar kemaren kamu jalan sama rosi."tanya raffa.
diandra tersedak mendengar ucapan raffa .raffa menyodorkan segelas air putih.
diandra mengambilnya dan menyesapnya sedikit.
"kau tidak apa apa."tanya raffa ke diandra sembari mengusap punggungnya pelan.
diandra mengangguk.
"iya."jawab kafka singkat.kafka merasa kesal dengan pertanyaan kakanya ia berfikir jika raffa tak seharusnya menanyakan hali ini didepan diandra.
"rosi anak yg baik,dia pantas bersanding denganmu."tambah diandra.
kafka hanya melirikny pelan dan mengangguk.ia semakin kesal mendengar ucapn diandra.
"apa apaan ni,kenapa mereka terasa kompak ingin menjodohkanku dengan rosi."guman kafka dalam hati.
"kak,apa kakak sudah punya pacar,apa dia cantik."tanya iffa ke kafka.
"kau ini,anak kecil tau apa."jawab kafka kesel.
"aku cuma bertanya kakak,kakak itu terlalu dingin,mana ada cewek yg mau denganmu."balas iffa lirih.
"diam kau."ucap kakfa dengan pandangan mengancam.
iffa membalas dengan menyunggingkan bibirnya.
raffa,an dan diandra tertawa kecil melihat kelakuan mereka.
diandra dan iffa pergi ke kampus bareng di antar sopir han.
sedangkan an,kafka dan raffa sibuk membahas bisnisnya
__di dalam mobil.
"kak,siapa rosi."tanya iffa.
"dia temen baikku."jawab diandra.
"apa dia cantik,apa rosi menyukai kak kafka."balas iffa.
"iya,rosi menyukai kakakmu."sahut diandra.
"aku penasaran,nanti kakak bisa mengenalkan ku dengan rosi kan."
"tentu saja."jawab diandra.
mereka sudah sampai di depan kampus.
mereka berdua turun setelah sopir han membukan pintu mobilnya.
kebetulan ada jaka dan rosi di depan gerbang.
"hai nona,kenapa kau terlambat."ucap rosi lalu memeluk diandra.
"maaf,tadi macet."jawabnya.
jaka, rosi kenalkan ini adikku ,iffa namanya.
"hai aku rosi,ini jaka."sapa rosi.
"aku iffa kak.kak rosi cantik,pantas jika bersama kakakku."ucap iffa.
pipi rosi memerah setelah mendengar pujian iffa.
"terima kasih iffa.ayo kita masuk."
mereka berempat masuk kelas .
____ di rumah raffa.
"kafka,mulai hari ini aku serahkan semua urusan kantorku padamu,urus dengan benar.aku percaya jika kamu mampu mengelolanya dengan baik."
"an,tolong bantu kafka mengurusnya.aku harus banyak istirahat,mungkin aku tidak akan tinggal lebih lama lagi di dunia ini."ucap raffa sedih.
"kak,jangan bicara seperti itu,berjuanglah untuk istrimu."jawab kafka.
"benar kata tuan kafka,tuan harus tetap bersemangat,kasihan nona muda. bukankah tuan harus hidup lebih lama lagi demi nona."tambah an.
raffa tersenyum tipis lalu mengambil nafas pelan .
"aku juga ingin hidup lebih lama,tapi penyakit ini semakin hari semakin menggrogoti tubuhku.bertahun tahun aku berjuang melawannya,namun kini rasanya aku sudah lelah.namum aku tak akan menyerah begitu saja.aku cukup bersyukur,tuhan masih memberikan aku umur hingga saat ini."ucap raffa.
"kak,jangan pikirkan apapun,sekarang yg kau pikirkan hanya kesehatanmu. aku dan an akan megurus semuanya."sahut kafka.
kafka dan an kembali ke kantor sedangkan raffa pergi ke rumah sakit menemui papa nya.
❤️❤️❤️
jangan lupa tinggalkan jempolnya ya kak.
vote dan rate.
tinggalkan komen dan juga sarannya.
🙏🙏🙏🙏🙏