Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
41.keputusan terakhir kafka.


malam ini kafka datang menemui Rosi.


ia ingin tau penjelasan dari Rosi.


kini dirinya sudah duduk di ruang tamu rumah Rosi.ia menunggu Rosi turun menemuinya.


Akhirnya Rosi datang menemuinya.pandangan Rosi berbeda tak seperti sebelumnya.pandangan manisnya berubah menjadi pandangan sinis.


"ada apa kau kesini?" tanya Rosi ketus.


"maaf,jika kedatanganku membuatmu tak suka." jawab kafka merendah


"heh...apa wanitamu sudah menceritakan semuanya padamu." tanya Rosi datar sembari mamandang kafka tajam.


"Rosi,dia tidak salah sama sekali,tapi aku yg salah.aku yg sudah mencintainya,tapi dia menolakku demi dirimu.ia ingin aku menikahimu!" ucap kafka menjelaskan.


"he'h,,,kau pikir aku percaya padamu.dengarkan aku baik-baik,aku tidak perduli lagi denganmu,terserah kamu mau pilih siapa,aku sudah tidak perduli."ucapnya tengik.


"Rosi,aku tak menyangka jika dirimu akan sejahat ini." jawab kafka kecewa.


"apa katamu,aku jahat,dia yg jahat."bentak Rosi.


"mencintaimu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku,aku tak perduli denganmu.sekarang pergi dari rumahku dan jangan pernah datang untuk menemui ku." ucap Rosi sembari menunjuk arah pintu.


Tanpa ucap kata kafka pergi meninggalkan rumah Rosi.ia sangat kecewa padanya,ia tak menyangka jika rosi akan semarah itu.


kini kafka sudah menemukan jawaban semuanya.pilihannya kali ini tidak akan salah lagi.


Setelah dari rumah Rosi ia mendatangi mama nya.ia menjelaskan semua keinginnanya.


mama dan papa setuju dengan permintaan putranya.mungkin ini jalan terbaik untuk semuanya.


mama dan papa mulai menyiapkan rencanya.


sedangkan kafka kembali ke rumah Raffa untuk menemani Diandra.


kafka mengetuk pintu kamar Diandra pelan.


Ia masuk setelah mendengar sahutan dari dalam kamar.


"sayang,kenapa kamu belum tidur?" ucap kafka lembut.


Diandra hanya melongo mendengar panggilan sayang.


"apa katamu?" jawab Diandra tak percaya.


kafka mendekati Diandra dan duduk di sampingnya.


cuups...!


satu kecupan manis mendarat mulus di bibir Diandra.


"kenapa kau menciumku?'"protes diandra kesal.


"aku ingin kamu cepat tidur atau aku akan memciummu lagi."jawab kafka mengancam.


Diandra langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimutnya.ia tak ingin melihat kafka menciumnya lagi.


"selamat tidur sayang." ucap kafka mesra di depan wajah diandra yg masih tertutup rapat itu.


kafka pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


lalu keluar dan menganti pakainnya dengan baju piyama Raffa.


kafka tidak tidur di kamar sebelah,ia malah tidur di atas sofa yg ada di kamar diandra.


Diandra tak menyangka jika kafka akan seromatis itu,ia tersenyum ketika ingat ucapan kafka tadi yg memanggilnya sayang.


diandra membuka selimutnya karena ia kira kafka sudah pergi dadi kamarnya.


ia terkejut ketika melihat kafka sudah terbaring di sofa yg ada di kamarnya.


"kenapa dia tidur di situ,kenapa dia tidak tidur di kamar sebelah ." ucap diandra lirih.


*******


pagi hari telah tiba diandra sudah bersiap dan berganti pakaina rapi, ia ingin ikut kafka pergi ke kantor.


Diandra tersenyum melihat kafka yg masih tertidur pulas di atas sofa.Diandra mencoba membangunkannya pelan.


"kafka,ayo bangun,sudah siang." ucapnya pelan sambil mengoyak ngoyak tubuh kafka.


kafka membuka matanya pelan,ia tersenyum manis melihat wajah cantik diandra.


Ia menarik tangan diandra pelan hingga diandra jatuh dalam pelukannya.


Diandra terkejut dan hanya bisa melongo menatap wajah kafka yg baru bangun.diandra tersenyum tipis,jantungnya merasa berdetak kencang,seperti ada aliran listrik yg mengalir dalam tubuhnya.


ia kagum dengan ketampanan kafka.


"kenapa,apa kamu kagum melihat ketampananku." jawab kakfa pede


"aku mencintaimu." ucap kafka mesra di telingga diandra.


Diandra merasa merinding mendengar ucapan kafka.wajahnya berubah menjadi merah merona,ia tersipu malu dengan gombalan kafka.


"aku...."berhenti berucap.


"kenapa?" tanya kafka sembari mencium bibir diandra.


"mandi sana,kamu bau."jawab diandra mengalihkan pembicaraanya.


kafka terkekeh melihat diandra yg tersipu malu karena ulahnya.


ia melepaskan pelukannya lalu pergi ke kamar mandi.


Diandra turun menunggu kafka di meja makan,ia masih memegang bibirnya bekas ciuman tadi.ia tersenyum tipis.


"ada apa denganku,kenapa jantungku merasa tak biasa.apa aku mulai jatuh cinta padanya.tidak,tidak boleh,kafka hanya milik Rosi.ingat itu,kafka hanya milik Rosi."ucap Diandra berbicara sendiri.


kafka datang dan duduk di samping Diandra.


"sayang,mana sarapanku,tolong ambilkan ?" perintah kafka sambil mengelus rambut diandra lembut.


Entah kenapa diandra hanya patuh begitu saja pada kafka.


Diandra mengambil nasi dan lauk untuk kafka lalu meletakkan di atas meja depan kafka.


"sudah siap tuan,silahkan dimakan." ucap diandra sambil menyungginkan senyumannya.


"terima kasih sayang." balas kafka sambil mengecup kening diandra lembut.


Diandra memukul dada kafka kasar.


kafka terkekeh melihat diandra merajuk menahan malu.


***


mama sibuk mempersiapkan pernikahan Diandra dan Kafka.mereka sengaja tak memberi tahu kabar ini ke diandra.ia ingin memberi kejutan kepada menantunya.


mama pergi ke butik langanannya untuk memesan kebaya pengantin.mama sangat antusias dengan pernikahan mereka.mama merasa bahagia jika mereka akan bersatu.papa menyerahkan semuanya ke mama,karena papa sibuk dengan tugasnya sebagai dokter.


mama ingin pestanya nanti terlihat mewah dan wah.karena ini acara resmi bukan acara abala abal.


vera datang menemui mama,ia merasa heran kenapa mama angkatnya sesibuk itu.namun mamapun tak memberi tahu vera jika diandra dan kafka akan menikah.


"ma,apa ada yg mau nikahan?" tanya vera penasaran.


"iya sayang,temen mama mau nikah,jadi mama membatu mengurusnya." jawab mama berbohong.


"apa sampai sesibuk ini,ma?" tanya vera tak percaya.


"iya sayang!" jawab mama singkat.


vera masih tak percaya dengan alasan mama angkatnya.ia berusaha mencari tau apa yg sebenarnya terjadi.


****


Diandra dan Kafka sudah berada di kantor.mereka satu ruangan,karena kafka sengaja mengatur ruagannya menjadi satu.ia tak ingin jauh dari Diandra.ia ingin selalu menjaga diandra.


"sayang,ini ruanganmu." ucap kafka sambil menunjuk arah meja dan tempat duduk Diandra.


"jangan panggil aku sayang,ini kantor dan jangan buat aku kesal,ok." jawab diandra sedikit kesal.


"kafka,apa kita harus satu ruangan." protes diandra.


kafka tersenyum tipis dan mendekati diandra.ia menatap wajah diandra tajam.


"kenapa? aku udah atur semuanya,agar aku bisa mengawasimu,agar kamu ngak nakal dari ku,kau mengerti." ucap kafka tajam.


Diandra hanya diam dan pasrah dengan ucapannya.ia tak ingin berdebat dengannya.


"iya sanyang,aku mengerti." ucap diandra tajam dengan nada sedikit kesal.


Diandra duduk di kursi yg di tunjuk Kafka tadi.


Kafka terkekeh mendengar ucapan Diandra.


kafka menggelengkan kepalanya pelan lalu duduk di tempat kerjanya .


ia mulai sibuk dengan laptopnya.


Diandra hanya diam sambil memandang wajah kafka yg sok sibuk itu.hatinya masih kesal di buatnya.


"sayang,sampai kapan kamu mau terus memandangku,ambil ini dan kerjakan tugasmu." ucap kafka tersenyum sambil menaruh map di atas mejanya.


♥️♥️♥️