
Diandra sudah tiba di tempat yg telah di tentukan mama mertuanya.
Diandra turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam lestoran.
Diandra menyapu setiap sudut lestoran mencari keberadaan mama.
mama melambaikan tanggannya setelah melihat kedatangan menantuya.Diandra tersenyum dan menghampiri mama mertuanya.memberi salam dan mencium punggung tangan mertuanya.
mereka saling menyapa dan bertanya kabar .
mereka memang menantu dan ibu mertua yg akrab.sebelum berbicara hal yg lebih serius mereka saling bercanda dan tertawa renyah .
"ma,ada apa mama mengajak ku bertemu disini ?" tanya diandra sopan.
"ada sesuatu yg ingin aku bicarakan,sayang ! oh,,ya katanya iffa kemaren kamu dan kafka habis menangis,emang ada masalah apa?"tanya mama penasaran.
deg...
hati dindra tersentak kaget mendengar pertanyaan itu.tidak mungkin dirinya akan berbicara terus terang soal hubungannya dengan kafka. itu akan membuat mama marah dan akan membencinya.Diandra diam sejenak dan mulai memutar otak untuk mencari alasan yg tepat.
Diandra tersenyum tipis setelah mendapatkan alasan yg tepat.
"tidak ada masalah ma,kemaren aku sama kafka hanya membicarakan masalah kesehatan kak Raffa.karena aku dan Kafka baru tau soal penyakit itu,kita bersedih mendengarnya."tutur Diandra berbohong.
"sayang,maafkan Raffa dan juga Mama yg sudah tidak jujur sama kalian.Raffa meminta mama untuk tidak memberi tahu kalian,Raffa takut kalian akan bersedih.Raffa takut kehilangan kamu,takut jika kamu akan pergi setelah tahu jika Raffa sakit .
maafkan mama ya sayang!" ujar mama memelas.
Diandra meraih tangan mamanya lalu mengenggamnya hangat.mengusap punggung tangan mama lembut.
"ma,aku bukan wanita seperti itu.aku sangat mencintai suamiku,tidak mungkin aku akan meninggalkannya di saat kondisinya yg seperti ini.ini ujian buatku,percayalah padaku,aku akan selalu ada si sampingnya baik dalam keadaan senang maupun susah,karena aku mencintainya." jelas Diandra sendu.
"mama percaya padamu sayang,mama ingin minta tolong sama kamu?" jawab mama ragu.ragu mengatakannya,takut jika Diandra menolak dan menganggap mamanya egois.
tapi mama hanya ingin menyarankan,syukur kalau diandra mau mengerti dengan usulan mama.
"ada apa ma?" tanya diandra penasaran.
"sayang,ini hanya sekedar saran dariku,bagaimana kalau kamu kuliah di rumah aja?maksud mama kuliah dari rumah dan dosen yg akan datang kerumah untuk mengajarimu."saran mama.mama berbicara sedikit melas dan rendah.berharap diandra tak marah.
Diandra mengangguk dan tersenyum tipis.
"ma,aku sudah pikirkan itu dari kemaren.aku baru masuk kuliah,dan masih belum tahu banyak soal pelajaran.aku memutuskan untuk behenti kuliah dulu,selama kak Raffa masih sakit.aku ingin punya waktu banyak bersamanya,aku ingin menjaganya setiap saat.aku akan kuliah lagi jika kak Raffa sudah sehat betul."jawab diandra melas .
mama mengangguk dan paham.
mama memeluk diandra dan mengusap punggungnya pelan.
mama terharu dengan keputusan menantunya.tak pernah di sangka jika.Diandra akan mengorbankan kebahagiaan dan pendidikannya demi putranya.
mama menitihkan air matanya,ia merasa bersalah telah membuat hidup diandra terjebak dalam masalah ini.demi putranya ia telah mengorbankan kehidupan diandra.mungkin mama bersikap sedikit egois.
diandra membalas pelukan mertuanya.
Diandra tahu jika ini memang berat untuknya dan juga mertuanya.namun ini adalah ujian dari tuhan,ia harus rela dan ikhlas menjalaninya.tidak boleh mengeluh dan harus tetap berusaha.
itulah pertemuan antara menantu dan mertua yg menyayat hati bagi yg melihat dan mendengarnya.seorang istri tidak akan meninggalkan suaminya di saat suaminya dalam keterpurukan,ia akan selalu ada dan selalu jadi penyemangat bukan malah menjadi beban.begitu juga dengan seorang ibu yg akan melakukan apapun demi kebahagiaan anaknya.ia rela mengorbankan apapun yg ia punya demi anaknya.
Diandra dan mama kembali pulang ke rumah masing masing setelah melakukan pertemuan itu.
sebelum pulang Diandra mampir ke minimarket belanja kebutuhan bulanannya.
setelah selesei belanja diandra kembali masuk mobil dan menyuruh han melajukan mobilnya.Han hanya patuh dengan perintah bos mudanya.
Diandra sampai rumah langsung melangkah menuju lantai atas,tempat dia dan suaminya beristirahat.Diandra membuka pintu kamar pelan dan menyapu setiap sudut ruangan.mencari cari keberadaan suaminya.
senyumnya mengembang setelah melihat suaminya sedang berdiri di dekat cendela.Diandra melangkah sedikit berlari lalu memeluk suaminya dari belakang.
Raffa terkejut dengan pelukan istrinya.ya,karena raffa sedang melamun,makanya ia terkejut ketika istrinya memeluknya secara tiba tiba.
"sayang,kau membuatku terkejut!" ucap raffa kaget.
"benarkah,apa kamu sedang melamun?" jawab diandra.
Raffa membalikkan badannya,kini mereka saling berhadapan,raffa menyilakan rambut diandra yg sedikit menutupi wajahnya.raffa memeluk istrinya hangat.
"aku hanya berfikir,bagaimana caranya membuatmu bahagia.aku tidak ingin kau bersedih karena memikirkan penyakitku."balas Raffa lirih dan samar.
"melihatmu dan hidup bersamamu itu sudah membuatku bahagia,kamu tidak perlu pikirkan apapun soal aku,aku sudah sangat sangat bahagia.jadi berjanjilah padaku,kamu akan sembuh,berjuanglah untukku." jawab Diandra dengan senyuman tipisnya.Diandra mencoba selalu tersenyum bahagia di saat berada di hadapan suaminya,meskipun sesungguhnya hatinya kini sedang bersedih dan rapuh.
____di lestoran kafka.
siang ini kafka sengaja menyuruh Rosi menemuinya di lestorannya sendiri.
kafka ingin melupakan diandra dengan cara mendekati Rosi.kafka berusaha menyukai Rosi meskipun itu sulit ia lakukan.demi raffa dan Diandra ia harus rela mengorbankan perasaanya.
Rosi datang dan langsung masuk ke dalam lestoran.kafka sudah berdiri di depan pintu menunggu kedatangan Rosi.
Rosi tersenyum sumringah melihat kafka menyambutnya.dia tak menyangka jika kafka akan bersikap manis dan seromantis ini.
kafka mengandeng pergelangan tangan Rosi dan mengajaknya masuk ke ruangan pribadinya.membuka pintu ruangan itu lalu mengajaknya duduk di sofa.
tempat itu memang cukup luas,bersih dan tertata rapi.ada beberapa foto keluarga tertempel rapi di tembok yg bercatkan warna putih bersih itu.ada foto diandra dan juga raffa,dan beberapa keluarga kafka lainnya.
Rosi melihatnya kagum dan tersenyum bahagia.tak menyangka, selain tampan kafka juga baik dan penuh kelembutan.
"kak,kenapa menyuruhku kesini?" tanya rosi penasaran.
"aku ingin makan siang bersamamu! apa kamu keberatan?" tanya kafka balik.
"tidak,aku malah seneng." jawab rosi jujur apa adanya.rosi malah sangat bahagia bisa semakin deket dengan kafka.
dua pelayan mengetuk pintu lalu masuk dengan membawa nampan berisikan beberapa makanan.pelayan itu melirik ke arah rosi pelan.ingin melihat pacar kafka secantik apa.kedua pelayan itu berdetak kagum melihat penampilan rosi yg cantik memukau dengan dres cantik dan mahal melekat di tubuh seksi rosi.
pelayan itu tersenyum dan kembali pergi setelah menata makanan di atas meja.
rosi tersenyum menatap wajah kafka.
kafka membalas senyuman rosi .
kafka mengusap pipi rosi lembut lalu mengecupnya pelan.
mata rosi terbelalak tak menyangka jika kafka akan melakukan ini.pipi rosi berubah merah seperti kepiting rebus.hati dan jantungnya beirama merdu seperti sedang bernyanyi lagu cinta.
Rosi nenundukkan pandanganya,ia menyembunyikan rasa malunya.
kafka menyendok makanannya lalu menyuapkan ke mulut Rosi.
Rosi membuka mulutnya tipis lalu menerima suapan kafka.
wajah rosi semakin memerah melihat perlakuan manis kafka.
"jangan terus memandangku,makanlah aku akan menyuapimu."ucap kafka lalu memasukkan sesendok makanan ke mulutnya sendiri.ia mengunyahnya dengan pelan dan anggun.
Rosi tersenyum malu mendengar ucapan kafka.rosi megunyah makanannya pelan sembari melirik wajah kafka.rosi tak henti hentinya burucap syukur atas semua ini.
kafka menyuapi Rosi dengan telaten hingga makananya tinggal separoh.
tiba tiba kafka berubah halu.
kafka melihat wajah diandra di wajah Rosi.
kafka mencoba mengeryipkan matanya pela, dan tak percaya jika diandra masih menghantuinya.
memang susah dan tidak gampang melupakan seseorang yg pernah di singgah di hatinya.wajah diandra terus membayanginya,bahkan saat dia bersama wanita laen pun,wajah diandra tetap membayanginya.
raffa membuang pandanggannya kasar ke arah sembarang.mengusap wajahnya dengan telapak tangannya, mencoba dan berusaha membuang jauh bayangan diandra.
❤️❤️❤️
gimana ceritanya,bagus ngak?? buat kalian jangan pada baper ya!"
jangan lupa kawan,tinggalkan jempolnya👍.
bisa juga komen dan kritiknya ikut di tinggal di sini ya,biar author lebih bersemangat lagi dalam berkarya.
syukur syukur kalau mau tinggalkan vote dan rate5 nya.
terima kasih buat kalian yg sudah like,vote dan ratenya.semoga kalian juga semakin sukses dan sehat selalu
🙏🙏🙏🙏🙏