Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
40.Diandra merasa malu


Betapa terkejutnya setelah melihat tubuh diandra terkapar tak berdaya di lantai.


kafka mematikan showernya lalu mengangkat tubuh diandra.


Ia membaringkan tubuh Diandra di atas ranjang dan membalutnya dengan selimut tebal.


Dengan segera Kafka mengambil selimut baru dan baju kimono dari dalam lemari.


tanpa pikir panjang Ia melucuti seluruh pakain Diandra dan membuang selimut sertai pakain diandra ke lantai secara kasar,Ia mengantinya pakainnya dengan baju kimono.ia menyembunyikan tubuh diandra di balik selimut yg baru dan tebal.


Dengan segera pula ia memanggil dokter dan membereskan pakain diandra yg tadi tergeletak di lantai.Kafka terlihat panik dan cemas melihat keadaan Diandra.


Diandra terlihat pucat tak berdaya.Kafka mengusap pipi diandra lembut agar ia merasa sedikit hangat.


sekitar lima belas menit dokter yg ia panggil datang bersama bibi.Dokter segera memeriksa keadaan Diandra.


Dokter bisa tersenyum lega setelah tahu kondisi Diandra yg sebenarnya.


"Dok,gimana keadaanya?" tanya kafka cemas.


"Dia baik baik saja Tuan,Dia pingsan karena kelelahan dan kedinginan.sebentar lagi nona juga akan sadar.Ini saya kasih obat dan vitamin,tolong suruh habiskan." jawab dokter


Kafka merasa lega dan tenang mendengar ucapan Dokter itu.Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih pada Dokter itu.


selesei memeriksa Diandra,Dokter itu pun pergi meninggalkan kamar Diandra di antar bibi.


Kafka memandang wajah diandra sendu sambil mengusap ngusap pipinya.


perlahan mata Diandra terbuka.Ia masih merasa pusing dan badannya masih lemas tak bertulang.


Ia memandang wajah Kafka penuh kebingungan


"Kafka,aku kenapa?" tanya diandra bingung sembari memegang kepalanya yg masih terasa pusing


"tadi kamu pingsan!" jawab kafka.


"emang ada apa? apa kamu sedang ada masalah?" tanya kafka balik.


Diandra masih diam dan mengingat ngingat apa yg terjadi sebelumnya.


tak terasa air matanya kembali menetes dan wajahnya terlihat sedih .


Ia memandang wajah Kafka lekat.


"kafka?" panggilnya lirih.


"iya,ada apa? jawab Kafka penasaran.


"Dia membenciku,dia tahu jika kamu pernah menyukaiku.Kafka,apa dia tidak akan memaafkan ku?" ucap diandra ngak jelas.ia masih larut dalam kesedihannya.


"Dia siapa?" tanya kafka binggung.


"Rosi,Rosi tau tentang kita.Kafka,apa yg harus aku lakukan.Aku tidak ingin ia membenciku, aku menyanginya,aku tidak menghiantinya." jawab diandra samar.ia masih menangis dan bersedih.


Kafka memeluknya erat,ia tak ingin air mata Diandra jatuh karena hal yg ngak penting .ia berusaha menenangkannya. mengusap punggunya lembut dan mencium keningnya hangat.


"Tenangkan dirimu,aku akan bicara dengannya nanti,yg terpenting sekarang adalah kesehatanmu. jangan pikirkan apapun,jangan hukum dirimu sendiri." ucap kafka sembari mengusap air mata diandra dengan jemarinya.


Diandra sedikit merasa tenang dengan ucapan kafka.Ia hanya bisa pasrah dengan semua kejadian ini.


bibi mengetuk pintu dan masuk dengan membawa bubur dan air hangat pesanan Kafka.


Kafka menerimanya lalu menyuapinya ke mulut mungil Diandra.


"kamu harus makan,agar kamu cepat sehat kembali." ucap kafka penuh perhatian.


Diandra hanya mengangguk ,menikmati bubur buatan bibinya.


Kafka berhenti menyuapi Diandra setelah Diandra merasa kenyang.tak lupa juga,ia membantu Diandra meminumkan obatnya.


Diandra begitu nyaman dengan perhatian Kafka .Rasa itu tak pernah ada sebelumya.namun,ia tk ingin menjadi egois,ia lebih mementingkan perasaan Rosi dari pada perasaannya sendiri.


"Kafka,terima kasih kamu sudah baik padaku. maaf jika selama ini aku telah menyusahkanmu."ucap Diandra tulus dari dalam hatinya.


"iya,aku melakukannya karena aku menyayangimu." jawab kafka.


Diandra ingin berdiri namun ia masih terasa lemas.


"kamu mau ke mana?" tanya kafka


"aku pingin ke kamar mandi." jawab Diandra.


Kafka membopong diandra masuk kamar mandi.


Diandra hanya diam dan patuh karena memang dirinya masih lemas.


Diandra merasa ada yg aneh pada dirinya.


ia mencoba mencari ke anehan itu.ia terkejut setelah melihat dirinya sudah berganti pakain kimono,seingatnya tadi ia memakai pakain lengkap.


Diandra memandang wajah Kafka tajam.


"kafka,apa tadi kamu yg menolongku saat aku pingsan?" tanya diandra tajam


"iya!" jawab kafka singkat.


"apa,,,,! jadi kamu juga yg mengganti pakaian ku?" tanya diandra terkejut.


"iya.."


"Dasar mesum,jadi kamu melihatnya?" tanya diandra kesal sembari memukul dada kafka.


"iya." jawab kafka tertawa renyah.


"dasar kau ini." ucap Diandra kembali memukul dada Kafka.Diandra menundukkan wajahnya,ia merasa sangat malu karena kafka sudah melihat semuanya.


Kafka tertawa ringan sembari menatap wajah Diandra.


"hei..nona,aku tidak perduli bentuk tubuhmu,yg terpenting kamu selamat.apa kamu mau mati karena kedingingan."ucap kafka licik.


"diam kamu,kamu sunguh membuatku malu." ucap diandra kesal.


Diandra sangat kesal padanya,kenapa ia harus bicara jujur padanya.kini Diandra hanya bisa diam menahan malu.


"sudah,jangan berpikir macam-macam, toh aku juga tidak melihatnya dengan jelas." jawab Kafka meledek.


"dasar kau ini,pergi dari kamarku." balas diandra sambil mendorong dorong tubuh kafka.bukannya kafka pergi malah ia memeluk diandra erat.


"jangan ceroboh lagi,aku begitu mencemaskanmu.aku tidak ingin kamu kenapa napa." ucap kafka lembut sambil memeluk diandra hangat.sesekali kafka mengecup kening diandra.


Diandra terdiam sesaat merasakan hangatnya pelukan kafka.pelukan itu sungguh hangat di rasakannya.ia teringat akan bayangan Raffa yg selalu memanjakannya.pelukan ini lama tak pernah ia rasakan.


Diandra merasa nyaman dalam pelukan kafka.tanpa ia sadari air matanya jatuh bercucuran.


"kafka,terima kasih untuk semuanya.kamu begitu menyangiku,maafkan aku jika selama ini aku sudah menyakiti perasaanmu." ucap diandra lirih.


"iya !" jawab kafka singkat sambil memcium kening Diandra.


Tanpa mereka sadari ada sepasang bola mata memperhatikan adegan menyedihkan itu.


Mama menangis terharu melihat pengorbanan mereka.Ia ingin mereka hidup bahagia.mama juga tau jika mereka benar ada rasa,namun diandra belum menyadarinya.


perlahan mama mengetuk pintu,berpura pura baru datang dan tak melihat apa yg barusan terjadi.


kafka dan diandra melepaskan pelukannya dan bingung glagapan.


"mama." ucap mereka barengan.


"sejak kapan mama datang?" tanya kafka sok manis.


"baru saja.".ucap mama berbohong sambil berjalan mendekati kafka dan diandra.


"sayang gimana keadaanmu?" tanya mama sambil mengusap pundak diandra.


"sudah baikan ma,darimana mama tau kalau aku kurang sehat?" tanya diandra heran.


"dari han." jawab mama singkat.


mama duduk di samping diandra lalu mengupas satu buah jeruk yg tadi di bawanya dan kudian menyuapkan ke mulut menantunya.


Diandra menerimanya dengan senyuman manisnya.Diandra merasa bahagia mempunyai mertua sebaik dia.


hidupnya terasa indah saat bersama mereka.


"ma,terima kasih untuk semuanya." ucap diandra tulus.


"iya sayang,jaga dirimu baik baik ya,jangan sampai sakit lagi."jawab mama lalu memeluk Diandra hangat.


♥️♥️♥️♥️♥️


serukan???


lanjut...besok ya,author masih lelah


🙏🙏🙏🙏🙏


baca juga karya aku yang lainnya


🙏🙏🙏