Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
15.Sarapan Bareng


Raffa sudah sampai rumah, bergegas naik ke lantai dua.


Mempercepat langkahnya karena tak sabar ingin melihat keadaan istrinya.


Membuka pintu kamar pelan, matanya langsung tertuju pada istrinya.


Dia mendapati istrinya yg berbaring di atas ranjang dengan wajah sembabnya.


"Sayang, kenapa kamu menangis?" Tanya Raffa memeluknya sembari mengusap rambutnya pelan.


"Aku tidak apa- apa." jawab Diandra berbohong.


Raffa menatap wajah istrinya lekat, jemarinya menyeka air mata istrinya yg terus mengalir deras dari pelupuk matanya.


"Katakan pada ku apa yg membuat mu menangis?" Raffa harap istrinya mau jujur padanya apa yg sebenarnya terjadi hingga membuatnya menangis.


"Tidak ada, aku hanya rindu sama Ibu ku saja."


Diandra berusaha menutupi semuanya tidak ingin Raffa tahu apa yg baru saja di alaminya. Jika Dia jujur maka Raffa akan menghajar Adiknya karena telah berani bermain api di belakangnya. Dia juga takut jika Raffa akan pergi meninggalkannya.


Raffa kembali memeluk istrinya erat dan mencium keningnya lembut.


" Baiklah kalau begitu Minggu depan kita kerumah Ibu, sekarang mandilah tubuh mu sudah bau asam ." ucap Raffa sambil mencubit hidungnya.


Diandra tersenyum sambil memukul dada Raffa pelan.


" Kau jahat, Sayang."


Raffa masih tidak percaya dengan alasan istrinya tadi.


Dia yakin jika kini istrinya sedang menyembunyikan sesuatu darinya namun Raffa tak ingin membuat suasana semakin ricuh.


Dia keluar kamar dan mandi di kamar sebelah.


Diandra kembali dari kamar mandi tidak menemukan suaminya.


"Ke mana dia kok ngak ada di kamar."


Raffa kembali dan membuka pintu kamar pelan.


Melihat istrinya sudah berdandan cantik


menatapnya dengan senyuman.


Raffa berjalan mendekati istrinya lalu memeluknya .


"Kau sangat cantik." Ucapnya lembut.


"Benarkah?" Balas Diandra, dia mencium bibir suaminya.


"Kamu juga sangat tampan, sayang."


Diandra adalah gadis yg pandai menyembunyikan masalah.


Dia berusaha menyimpannya dalam hati rapat- rapat tak ingin orang lain mengetahui masalahnya.


Dia sudah terbiasa hidup dengan banyak permasalahan.


"Sayang, bolehkah aku mengajak rosi ke rumah?"


"Tentu saja boleh," jawab Raffa .


"Terima kasih, sayang ." balas Diandra.


Diandra dan Raffa keluar melangkah menuju meja makan.


Diandra mengambilkan makanan untuk suaminya dan untuk dirinya.


Raffa makan dengan anggun dan pelan.


Diandra hanya meliriknya lalu menirunya.


Raffa tersenyum melihat tingkah lucu istrinya.


Diandra sangat cantik dan imut hingga membuat hati Raffa meleleh.


Dia tidak ingin ada orang lain yg menyakitinya.


Selesei makan Diandra dan Raffa duduk di ruang tv.


Diandra menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Tangan Raffa melingkar di pundak Diandra.


Raffa mengusap rambut istrinya pelan dan lembut.


Sesekali dia mengecup kening istrinya.


Mereka tertawa melihat acara tv yg menurutnya sangat lucu.


Diandra sangat menyukai kartun Tom & Jerry.


kartun itu mengambarkan dirinya saat hidup bersama Susana.


Tidak pernah akur dan sering berantem.


"Sayang, sudah malam ayo kita tidur."


"Gendong." Balas Diandra manja


Raffa tertawa renyah dan patuh pada istrinya.


Raffa menuruti setiap perkataan istrinya dengan tulus.


Mengendong istrinya melangkah pergi meninggalkan ruang tv.


Raffa menaiki anak tangga satu persatu sambil tertawa geli.


Diandra meniupi telinga suaminya pelan.


Karena merasa geli Raffa hanya bisa tertawa.


"Sayang, jangan menggoda ku ." ucap Raffa yg merasa geli, namun Diandra tidak menggubris ucapan suaminya, dia terus menggoda suaminya.


Raffa membuka pintu kamar dengan kakinya.


Setelah pintu kamar terbuka Raffa sedikit berlari dan membanting tubuh istrinya pelan di atas ranjang.


Kini giliran Raffa balas dendam dengan cara


menggelitiki telapak kaki iatrinya hingga dia terkekeh.


Raffa tak memberinya ampun dan terus mengelitiki telapak kaki istrinya.


Diandra merasa geli dan berteriak minta ampun.


Dia sudah tak sanggup lagi menahannya.


gelitikan Raffa membuat Diandra ingin buang air kecil. Merasa kasihan pada akhirnya ia menyudahi hukuman itu.


Diandra berlari ke kamar mandi karena sudah tak sanggup menahannya.


Diandra kembali ke kamar dan membanting keras tubuhnya dia atas tubuh suaminya.


Raffa terkejut hingga merintih kesakitan.


"Apa kamu belum kapok dengan hukuman mu yg tadi." ucap Raffa meringis.


"Ampun Tuan aku tidak akan menggoda mu lagi." jawab Diandra kapok.


Diandra tidur membelakangi suaminya sambil memeluk guling.


Raffa memeluknya dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung Diandra.


"Selamat tidur sayang." Ucapnya mesra.


"Malam juga sayang ku."


Diandra tidur dalam pelukan suaminya.


** Di kediaman Kafka**


Kafka tidak mampu memejamkan matanya.


Bayangan Diandra masih berkeliaran dalam otaknya.


Berkali- kali dia mencoba memejamkan matanya namun tetap tidak bisa terpejam dengan nyenyak.


Keluar dan duduk di balkon kamar.


Memandang sinar rembulan yg indah di temani ribuan bintang yg ikut menyinari langit.


Menangis dan ingin menjerit tidak mampu menghapus bayangan Diandra dari otaknya.


Ini sungguh gila, Diandra telah membuat Kafka semakin gila.


Entah sejak kapan rasa itu datang dan tertanam subur di hatinya.


Yg jelas rasa itu tumbuh subur tanpa dia sadari. Seandainya dia lebih dulu jujur sebelum keduluan Raffa maka semua tidak akan seperti ini. Dia sudah berusaha membencinya namum rasa benci itu justru kebalik hingga membuatnya semakin mencintainya.


Hingga pagi hari mata Kafka tetap terjaga dari tidurnya.


Pergi ke kamar mandi membersihkan diri lalu pergi keluar mengendarai mobil.


****


Diandra sibuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Meski hatinya terluka karena ulah sang adik ipar, Diandra berusaha menutupi dan menyembunyikannya.


Tidak ingin Raffa tau jika adiknya telah menghianatinya.


Diandra pergi ke atas untuk mandi lalu menyiapkan keperluan suaminya.


Dia sangat cekatan dalam segala hal.


"Sayang, cepatlah mandi sudah siang.


"Heem.... . " jawab Raffa sambil mengucek matanya.


Selesei mandi Raffa berganti pakaian di bantu Diandra.


Dia membantu mengancingkan bajunya di lanjut memakaikan dasi di leher suaminya.


Mereka keluar kamar dan turun untuk sarapan pagi.


Raffa mengandeng istrinya berjalan santai menuju ruang makan.


Langkah Diandra semakin berat ketika hendak mendekati meja makan.


Dia melihat ada pria tinggi yg duduk di ruang makan. Hatinya samakin dag dig dug tak karuan ketika melihat Kafka ada di situ.


Pikirannya sangat resah dan gelisah takut jika Kafka akan mengadu ke suaminya tentang kejadian kemaren.


"Kau di sini, sejak kapan?" tanya Raffa.


Kafka berdiri lalu memeluk Raffa.


"Aku baru datang maaf jika tidak memberi mu kabar lebih dulu."


"Tidak apa duduklah ayo kita sarapan bareng ." Ucap Raffa


Raffa duduk di sebelah Diandra sedangkan Kafka duduk di seberang sana.


"Pagi kakak ipar, apa kabarmu ?" tanya Kafka


"Alkhamdulillah sehat . " jawab Diandra singkat.


Diandra merasa tidak nyaman dengan kehadiran Kafka.


Kafka telah membuat hatinya hancur berkeping namun dia berusaha mengubur dan menutupnya dalam tapi Kafka kembali hadir dan membukanya kembali.


Raffa memeluk dan mencium kening istrinya lembut sebelum berangkat ke kantor.


Raffa dan Kafka pergi ke kantor bersama.


Kemesraan mereka membuat hati Kafka terbakar api cemburu.


Kafka berusaha menahan amarahnya yg hampir saja meledak itu.


Setelah mengantar suaminya sampai depan, Diandra kembali ke kamar.


Mengambil hpnya yg tergeletak di atas meja.


Membuka hpnya ternyata ada pesan masuk dari nomor baru.


Diandra membuka lalu membacanya.


"Terima kasih untuk sarapan paginya mungkin aku akan sering datang ke rumah mu untuk melihat keadaan mu ."isi pesan itu.


Diandra diam dan berfikir sejenak


"Apa pesan ini dari kafka?"


Diandra langsung menghapus isi pesan itu.


Tidak ingin suaminya mengetahui jika Kafka telah mengirim pesan untuknya.


Dia semakin tidak nyaman dan merasa bersalah takut jika Raffa tau yg sebenarnya.


πŸ™πŸ™πŸ™


jika kalian suka dengan karya aku janga lupa tinggalkan πŸ‘like komen dan saran.


beri vote dan rate.


jangan lupa mampir kekarya aku yg laen.


terima kasihπŸ™πŸ™