Terpaksa Menikahinya

Terpaksa Menikahinya
67. Bohong


Sesampai di rumah Kafka langsung menurunkan Diandra di atas kasur.


"Sayang aku lelah." ucap Kafka lalu membanting tubuhnya di atas ranjang.


Nafasnya begitu tak beraturan karena merasa lelah habis mengendong Istrinya.


"Dasar cemen, gitu aja nafasnya sudah hampir putus. Katanya cowok tulen, huh,,, dasar payah." Ledek Diandra sambil memincingkan bibirnya.


Diandra melepaskan jaket dan membaringkan tubuhnya di samping Kafka. Menarik nafasnya panjang lalu menghempaskan pelan.


Tatapannya masih tertuju tajam ke langit atap kamar.


"Kafka, kau begitu baik pada ku hingga aku sadar akan semuanya. Maafkan aku jika beberapa bulan yg lalu aku selalu menyusahkan mu. Terima kasih buat segalanya, beberapa hari ini aku sudah mampu mengingat masa lalu ku. Aku sudah ingat jika kau suami ku, tapi aku tidak mengatakan yg sebenarnya, aku hanya ingin memastikan jika kau memang benar suami aku. Maafkan aku jika aku sudah berbohong pada mu." Ucap Diandra sendu dan sedih.


Diandra masih menatap ke langit atap kamarnya.


Kafka terkejut dan langsung bangun dan duduk setelah mendengar pengakuan Istrinya.


"Apa kau serius sudah mengingat semuanya?


Aku bahagia mendengarnya." Kafka langsung memeluk tubuh Diandra erat lalu menciuminya. Kini tubuhnya sudah berada di atas tubuh Istrinya, matanya berbinar menatap wajah Diandra lekat, rasa bahagia yg tak mampu Ia ucapkan dengan kata-kata, hanya dengan senyuman dan air mata yg menetes deras yg mampu Ia tunjukkan.


"Aku sangat bahagia mendengarnya." ucapnya lagi lalu mengecup kening Diandra.


"Kau berat bisakah kau turun dari tubuh ku, aku hampir mati karena menahan tubuh mu." ucap Diandra yg membuat Kafka terkekeh.


Kafka duduk begitupun dengan Diandra.


Kafka kembali memeluk tubuh Istrinya erat hingga membuat nafas Diandra kembali sesak.


Diandra tersenyum lega saat melihat Suaminya begitu girang setelah mendengar dirinya sudah sadar.


"Aku sudah ngantuk, aku mau tidur." ucap Diandra lalu melepaskan pelukannya dan kembali membaringkan tubuhnya.


"Tidurlah." Kafka segera menyelimuti tubuh Diandra dan ikut membaringkan tubuhnya di samping Diandra.


Kafka memeluk Istrinya erat lalu mencium kepalanya.


♥️♥️♥️♥️♥️


Hari sudah mulai pagi, Kafka sudah bangun dan sibuk memasak di dapur.


Hari ini adalah hari spesial untuknya karena Istrinya sudah kembali pulih ingatannya.


Ia sengaja masak makanan kesukaan Diandra yaitu ikan goreng dan sambal mantah + bakso bakar saus kacang.


Dengan tulus dan penuh cinta Ia memasak.


Diandra duduk menatap punggung Kafka yg masih sibuk memasak.


"Bisakah aku membantu mu?" Tanya Diandra sambil mengupas jeruk.


"Tidak perlu, sudah selesei kok." Kafka segera menata masakan itu di atas meja depan Istrinya.


Bau masakannya membuat Diandra menelan ludahnya karena sudah tidak tahan ingin memakannya.


"Huh,, baunya sedap banget, aku sudah tidak sabar ingin mencicipinya." Diandra segera mengambil nasi dan ikan goreng+ sambal mantahnya. Ia melahapnya tanpa ampun.


"Masakanmu enak sekali, sejak kapan kau pandai memasak?" tanyanya dengan mulut penuh makanan.


"Kalau makan jangan sambil bicara , nanti kamu kesedak." jawabnya.


"Aku belajar memasak dari mbah youtub, aku senang kalau kau menyukainya." imbuhnya.


"Heem." jawab Diandra lalu kembali melahabnya.


Ting...tong...


Kafka segera membuka pintu setelah mendengar ada bel berbunyi.


"Kau ini, kenapa kau ke sini sepagi ini." Tanya Kafka jutek saat melihat An datang di pagi buta.


"Maaf Tuan, aku hanya ingin mengantar ini untuk Nona." Jawab An sambil menyodorkan sebuah kotak kecil ke Kafka .


"Apa Tuan sedang kik kuk kik kuk, maaf jika aku sudah menganggu mu." Bisik An lirih sambil menyondongkan kepalanya lalu terkekeh-kekeh melihat wajah merah Kafka.


pletak...


Kafka menjitak jidat An keras hingga membuat An merintih kesakitan.


"Bisa-bisanya kau berfikir rusuh seperti itu, kalau iya memangnya kenapa. Makanya cepat nikah biar tau gimana rasanya jajanan Sang Pangeran. Dasar jomblo mengenaskan, bisanya cuma nyinyir doang, hahah." Kafka terkekeh setelah puas membuat An mati kutu.


An mengusap jidatnya pelan karena masih sakit akibat jitakkan Kafka.


"Ah, si bos bisa aja, gimana aku mau cari cewek kalau kamu terus menyiksa ku. Semua tugas kantor Bos serahin ke aku, hah,,, enak di Bos ngak enak di aku tau." Protes An dengan bibir nyengir.


"Hahaha, itu bukan urusan ku salah sendiri ngak jadi Bos, dasar kampret." Kafka terus tertawa melihat wajah kesal An.


"Sudahlah aku mau pulang, mau tidur lagi." ucapnya lalu pergi meninggalkan Kafka.


"Pulang sana semoga nemu jodoh mu, hahaha dalam mimpi." Jawab Kafka tertawa renyah. Kafka paling suka meledek An karena An adalah anak buah yg resek baginya.


ciihiiit.....


Vera keluar lalu tersenyum manis pada An.


"Pagi Kak An?" Sapa Vera ramah.


"Pagi Non." Jawab An glagapan, Ia jadi salah tingkah saat berhadapan dengan Vera. Jantungnya terasa kocak dan hampir copot saat melihat senyuman Vera yg begitu menggoda.


Mulutnya mlongo seperti sapi ompong dan matanya tidak ingin berkedip saat melihat paras cantik dan body seksi Vera.


"Kenapa Kan An menatap ku seperti itu." Tanya Vera heran melihat An mlongo kaya sapi ompong.


"Dasar jomblo ngenes." Kafka memukul pantat An keras hingga membuat An kaget bukan kepalang.


"Astaga, kenapa Tuan memukul pantat ku?" Protes An sambil mengusap pantatnya.


An merasa kesal karena tingkah Kafka.


An dan Kafka terus ribut dan adu mulut seperti tikus dan kucing setip kali bertemu.


Vera dan Diandra terkekeh melihat mereka adu mulut.


"Vera, ayo masuk jangan hiraukan mereka, biarkan saja mereka berantem. Ada apa kau ke sini pagi-pagi?" Tanya Diandra.


"Aku hanya mampir saja karena kebetulan aku ada syuting di dekat sini." Mereka berjalan menuju ruang tamu.


Kafka sama An masih di luar dan masih ribut, entah apa yg mereka ributkan karena masih terdengar ribut di luar sana.


Bibi datang membawa teh hangat sama roti kering kesukaan Vera, lalu meletakkan di atas meja.


"Silahkan di minum Non." ucap bibi.


"Terima kasih bi." jawab Vera ramah.


"Dra, gimana kabar kamu?" tanya Vera sambil menyesap teh hangat bikinan Bibi.


"Alkhamdulilah aku sehat." Jawabnya.


Vera dan Diandra ngobrol ringan sambil menikmati roti kering.


Mereka terlihat akrab selayaknya adik dan kakak.


Tiba-tiba Kafka datang dan duduk di samping Diandra.


"Sayang, nanti malam aku mau ajak kamu ke pernikahan Rosi." Ucap Kafka sambil menyodorkan Kotak tadi.


Diandra menerimanya lalu membukanya.


"Ini untukku." ucapnya sambil tersenyum.


"Wah cantik sekali gaunnya, aku pasti cantik pakai ini, terima kasih untuk gaunnya." Diandra berdiri dan menempelkan gaun itu ke tubuhnya. Wajahnya terlihat bahagia saat menerima kado itu.


Kafka membelikan gaun cantik untuk Istrinya. Itu adalah gaun yg Ia idam-idamkan saat masih menjadi istri Raffa.


Kafka senang melihat Diandra menyukainya.


Vera terkejut mendengar kabar jika Rosi akan menikah. Sejujurnya Ia ingin datang dan meminta maaf tapi Vera merasa malu dan takut akan merusak suasana.


"Kak, Rosi akan menikah dengan siapa?" Tanya Vera.


"Sama Egi, apa kau kenal dengannya?" Jawab Kafka. Kafka seperti sudah curiga dengan gerak gerik Vera yg begitu terkejut saat mendengar nama Rosi.


"Ehm,,, tidak, aku hanya dengar nama Rosi dari Diandra." jawab Vera berbohong, Ia tak ingin Kafka tau soal hubungannya dengan Rosi. Vera menundukkan kepalanya untuk menutupi rasa gugupnya.


"Kau bisa ikut ke acara itu, kau jadi pasangan An nanti." sahut Kafka.


Ia tahu jika An menyukai Vera begitupun


dengan Vera.


Vera tersenyum saat Kafka memasangkan dirinya dengan An. Ia kembali mengangkat wajahnya dan tersenyum manis.


"Tidak bisa Kak, karena nanti malam aku ada acara sendiri." jawabnya.


"Vera, datanglah bersama kami, ada Kak An juga lo. Kau dan Kak An adalah pasangan yg sangat serasi, tau." Sahut Diandra.


Vera hanya tersenyum malu mendengar ucapan mereka. Mereka seperti sudah merestui hubungan Vera dan An.


♥️♥️♥️♥️♥️


Ada yg jatuh cinta ni. Kira-kira Vera datang ngak ya ke acara pernikahan Rosi dan Egi, lalu apa yg akan terjadi?'


Di tunggu di eps selanjutnya.


Ets... jangan lupa like, komen, rate dan vote Novel aku ya kaka.


Mampir juga di karya aku lainnya.


♥️Aku & Maru Ku.


♥️Love in facebook


♥️Tujuan Hidup