
"iya Dra,kamu harus bahagia dengannya.kamu ngk boleh bersedih,kamu harus semangat.kakak tau jika kamu tidak mencintainya,tapi kamu harus yakin dan mau belajar untuk mencintainya. lebih baik di cintai daripada mencintai, kamu mengertikan ?" ucap susana lembut.
"tapi kak,kenapa mereka tidak bicara padaku dulu,ini seperti pemaksaan bagiku!" jawab Diandra sedih,perlahan air matanya mulai jatuh.
ia takut jika Rosi akan semakin membencinya,yg di pikirkan sekarang hanyalah perasaan Rosi.Ia tak tau harus bagaimana menghadapi Rosi.
"sudahlah nak,kamu pasti akan bahagia bersamanya, dia tidak mungkin menyakitimu,karena dia sangat mencintaimu." tutur ibu meyakinkan Diandra.
Diandra hanya mengangguk dan tak ingin membuat suasana ini berantakan.ia mencoba untuk tegar dan pasrah begitu saja.ia tak ingin membuat hati orang tuanya dan mama mertuanya kecewa.
"iya bu aku mengerti." ucap Diandra samar.
Ibu dan Susana menuntun Diandra keluar kamar dan turun kebawah setelah seorang memanggilnya untuk segera bersiap.
Di lantai bawah terlihat ramai,banyak orang yg datang menyaksikan pernikahan mereka.
ada mama dan papa yg terlihat bahagia,begitu juga dengan ayah Hardian,dia juga sangat bahagia melihat putrinya.turun dari atas dengan memakai gaun mewah di tubuhnya.tak terasa air mata ayah jatuh bercucuran mengingat sikap dirinya yg dulu dulu.ia menyesal dengan sikapnya yg jahat itu.
Kafka duduk di depan penghulu dengan pakain senada dengan warna gaun Diandra.ia terlihat gagah dan tampan dengan pakain itu.ia tersenyum lebar melihat Diandra mendekatinya, jantungnya terasa dag dig dug tak karuan,kebahagian terpancar di wajah tampan Kafka
" Kau sangat cantik sayang." ucap kafka kagum dengan kecantikan Diandra.
"Terima kasih." ucap Diandra lirih.
semua tamu undangan terlihat bahagia dan terpesona dengan kecantikan Diandra dan ketampanan Kafka.mereka kagum dan terpesona melihat mereka.
Hanya Vera yg tidak suka dengan kebahagian mereka.Dia tidak suka dengan Diandra,dulu Diandra sudah menikah dengan Raffa,orang yg ia cintai.sekarang Diandra juga yg merebut Kafka darinya.Diam diam Vera juga menaruh hati pada Kafka setelah gagal mendapatkan Raffa.Hatinya terasa sangat sakit melihat Diandra bersanding dengan Kafka.
Ia semakin membenci Diandra.
Acara ijab kabul di mulai,Kafka mengucapkannya dengan lantang dan jelas tanpa salah kata sedikitpun.Tidak sia sia usahanya,dari semalam ia sudah berlatih keras, karena ia ingin acaranya berjalan lancar tanpa ada kesalahan sedikitpun.
mereka kini sudah duduk di atas pelaminan.Kafka dan Diandra terlihat serasi.
kafka terus menebarkan senyuman indahnya di depan para tamu undangan,begitu juga dengan Diandra.Walaupun Hati Diandra sedikit kecewa namun ia berusaha terus tersenyum demi kelancaran acara ini.
Jaka dan Egi datang ke acara pernikahan Diandra.mereka terlihat bahagia.
"sayang,,selamat ya,semoga langgeng terus!" ucap jaka sambil memeluk Diandra.
"terima kasih kamu sudah mau datang." jawab Diandra sambil membalas pelukan Jaka.
"apa Rosi datang?" tanya diandra lirih,takut jika Kafka mendengarnya.
"tidak,jangan pikirkan itu,nanti aku akan bicara dengannya." bisik jaka lirih.
Kafka diam pura pura tidak mendengarnya.
namun sesungguhnya ia mendengar dengan jelas obrolan mereka.
"terima kasih akhirnya kamu datang juga." ucap kafka ke jaka.
"Diandra ,selamat ya!" ucap Egi hendak memeluk Diandra, namun kafka melarangnya.karena ia tahu jika dulu Egi pernah ada Rasa pada istrinya.
Egi hanya bisa tersenyum kecut sambil menggaruk kepalanya,sedangkan jaka tertawa tipis melihat semua itu.
Diandra menatap kafka tajam,tatapan itu menandakan jika Kafka tidak boleh bertingkah seperti itu lagi.
Kafka hanya mengangguk paham dengan tatapan istrinya.
Vera mengambil beberapa foto lalu ia kirimkan ke no watshapp Rosi.
Ia ingin Rosi marah pada Diandra dan Kafka.
Dengan begitu ia tak perlu repot repot membuat hubungan mereka berantakan.
ia memanfaatka Rosi demi menghancurkan Diandra.
Hari sudah malam,semua para tamu undangan satu persatu meninggalkan pesta.
keluarga ayah Hardian juga sudah meninggalkan kediaman besannya.
Diandra dan Kafka kembali ke atas.
Kafka ikut masuk ke kamar Diandra.
"kafka,kenapa kamu ke kamarku?" ucap Diandra kesal.
"sayang,kita sudah menikah jadi kita harus tidur sekamarkan?" jawab kafka dengan menyunggingkan senyumannya.
Diandra semakin kesal di buatnya.
Tanpa menggubris ocehan kafka,Diandra langsung pergi ke kamar mandi untuk menganti pakainnya.
sedangkan kafka menganti pakainnya di dalam kamar.
Diandra keluar dari kamar mandi dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.ia menikmatinya sambil mengerak gerakkan kakinya karena capek seharian duduk berdiri ,duduk berdiri di atas pelaminan.
ia sengaja ingin mengoda istrinya.
ia menindihi tubuh diandra dengan tubuhnya.
"sayang,bisakah kau lakukan itu." ucap kafka menggoda
Diandra mendorongnya kasar tubuh kafka namun tak berhasil membuat kafka menjauh.
"kafka menyingkirlah,kau sangat berat." ucap Diadra lirih karena menahan tubuh kafka yg berat itu.
Kafka hanya diam tanpa bergeming.
"sayang,,,." panggil kafka sambil mengecup mesra bibir Diandra.
Diandra merasa risih di buatnya.
ia terpaksa mencubit bokong kafka keras hingga kafka merintih kesakitan.
Kafka dengan segera melepaskan ciumannya dan menggulingkan tubuhnya di pinggir Diandra.
"kenapa kau mecubit bokongku?" tanya kafka sambil mengelus bokongnya yg masih terasa panas bekas cubitan Diandra.
Diandra duduk dan memandang kafka tajam.
perlahan ia mendekati wajah Kafka hingga kini wajahnya sangat dekat dengan Kafka.
Kafka merasa senang,ia pikir diandra akan menciumnya,kafka menutup matanya erat agar diandra tidak merasa malu.
Diandra tersenyum licik sambil mendekatkan bibirnya di dada kafka.
dengan keras Diandra menggigit dada kafka.
"aaaw...sakit tau. kenapa kamu menggigit ku?" tanya kafka yg merintih kesakitan sambil mengusap ngusap dadanya.
"kenapa kamu tidak bicara padaku,jika kamu mau menikahiku?" tanya diandra ketus sambil menatap wajah kafka tajam.
"maaf,jika aku bicara dulu padamu,maka kamu tidak akan mau menikah denganku.karena kamu ingin aku menikah dengan Rosi." jawab Kafka jujur.
Diandra hanya diam tanpa kata.
"kemaren aku menemui Rosi,tapi dia bilang, dia sudah tak perduli dengan ku,dia membiarkan aku memilih siapapun,dia sudah melepaskanku." tambahnya lagi
"benarkah? tapi itu semua juga tidak benar,kamu sudah menikahiku tanpa seizinku,itu namanya pemaksaan !" jawab Diandra kesal sambil mengalihkan pandanganya dan kembali membaringkan tubuhnnya di pinggir kafka.
"ya aku tau,aku minta maaf kalau gitu."jawab Kafka melas sambil memeluk tubuh Diandra.
"hei...singkirkan tanganmu,aku mau tidur !" ucap Diandra lalu menganti posisi tidurnya. kini ia tidur miring sambil membelakangi Kafka.
Kafka tersenyum tipis lalu mencium rambut Diandra lembut.
"selamat tidur sayang." ucap kafka mesra di pinggir telinga Diandra.
Diandra merasa merinding terkena hembusan nafas kafka.
Diandra tersenyum tipis mendengar ucapan itu.
Ia tidak tahu apa yg akan terjadi pada hidupnya nanti.Ia tahu jika Rosi pasti akan membencinya, namun ia juga tidak tahu dengan perasaanya.kenapa ia tak menolak pernikahan ini,kenapa ia menerimanya begitu saja.bahkan ia tidak tahu,apakah dia sudah mulai mencintai Kafka atau ia hanya sekedar nyaman aja.
Yg bisa ia lakukan hanya menjalaninya dengan ikhlas dan menyerahkan semunya sama yg Diatas.
********
Hari sudah larut malam, Rosi kembali kekamarnya setelah lama mengobrol sama mamanya di bawa.
Ia lansung mengecek hpny dan ternyata ada beberapa pean masuk dari Vera.
Ia terkejut melihat foto yg di kirim vera tadi.
Hatinya terasa sangat sakit dan semakin mengeras setelah melihat foto itu.
"sialan kamu Diandra,Dasar wanita ja**ng, beraninya kamu merebut dia dariku." ucap Rosi kesal dengan membanting hp nya ke lantai.
Hp nya hancur berkeping keping.
Air matanya jatuh bercucuran, hatinya terasa sakit melihat penghianatan diandra kepadanya..
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Gimana kak,serukan???
jika kaka suka mohon tinggalkan like dan komennya ya.
di tunggu vote dan ratenya.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏