
kafka membuang pandanggannya kasar ke arah sembarang.mengusap wajahnya dengan telapak tangannya, mencoba dan berusaha membuang jauh bayangan diandra.
rosi menyadari jika kafka dengan mood yg tidak baik.
Rosi mengusap punggung Kafka lembut.
"Kak,ada apa?"tanya Rosi binggung.
kafka diam tanpa menoleh Rosi.
kafka tak mungkin bicara jujur dan berterus terang pada Rosi. Ia tak ingin membuat hati Rosi kecewa dan sakit hati.
"Maaf,tiba tiba aku merasa tidak enak badan." tutur Kafka berbohong.
"ya sudah,kakak istirahat saja dulu."jawab Rosi percaya.
Rosi membaringkan tubuh kafka dia atas sofa .Rosi bingung harus ngapain,karena ini pertama kalinya ia menangani orang sakit.
"apa kakak,mau minum obat?" tanya Rosi panik.
"Tidak perlu,aku hanya ingin istirahat."jawab kafka mengelak untuk minum obat.karena memang dia tidak sakit,dia hanya berbohong pada Rosi.
"baiklah!"jawab Rosi singkat.
Rosi duduk di samping kafka.
tak lama berselang bunyi ponsel Rosi berbunyi,ada panggilan masuk dari mamanya.
Rosi mengangkatnya.
setelah selesei mengangkat panggilan dari mamanya Rosi diam sejenak.ia melihat ke arah kafka.kafka sudah memejamkan kedua matanya.
"kak,mama menyuruhku pulang,apa kakak tidak apa apa jika aku tinggal sendiri."tanya Rosi ragu.
"tidak apa apa,pulanglah,maaf sudah merusak suasana makan kita."jawab kafka.
Setelah berpamitan sama Kafka ,Rosi keluar dan pulang ke rumahnya.memang tadi Rosi lupa tidak pamitan dulu sama mamanya jika dia menemui Kafka dulu seusai kuliah.
kafka bangkit dari pura pura tidurnya.
Ia terpaksa berbohong sama Rosi,takut jika Rosi tau,maka dia akan membenci Diandra.
____malam hari
Raffa membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
semakin hari kesehatan Raffa semakin memburuk.Ia seperti ingin menyerah dan tak sanggup lagi menahan rasa sakit yg hinggap di kepalanya.
Diandra duduk di samping suaminya.
menatap sendu wajah pucat suaminya.mengusap rambut kepala suaminya lembut dan pelan.
tak lama berselang Diandra ikut tertidur di samping suaminya.
___Dua bulan kemudian.
jam berganti jam,hari berganti hari ,bulan berganti bulan.
selesei sholat shubuh Diandra turun kebawah membantu bibi menyiapkan sarapan pagi,seperti biasa setelah menata makanan di atas meja diandra kembali ke atas menemui suaminya.namun kali ini suasana berbeda.
Diandra kembali keatas menuju kamarnya.Ia mencari keberadaan suaminya,namun ia tak menemukannya,mencari di kamar mandi tapi juga tidak menemukannya. Diandra sedikit panik,ia berlari keluar dan mencoba mencari di ruang belajar,namun juga tak menemukannya.
Diandra semakin panik dan binggung,Ia kembali turun kebawah menyapu setiap sudut ruangan.Betapa terkejutnya dia,setelah menemukan suaminya yg sudah tergeletak lemah di lantai dekat ruang tv.
Diandra berteriak dan berlari mendekati suaminya.
Diandra meraih kepalanya dan memangkunya.
Diandra berteriak memanggil bibi untuk membantunya.
Bibi berlari menghampiri Diandra,kemudian bibi berlari keluar rumah memanggil sopir han.
Mendengar teriakan bibi,han langsung berlari menuju dimana Raffa pingsan.Dengan sigap han langsung menggendong Raffa menuju mobil.
han mendudukkan Raffa di bangku penumpang.Diandra duduk di samping suaminya sambil memeluknya dan menangis.
bibi duduk di bangku samping han.
Diandra terus menangis dan menepuk nepuk pipi suaminya pelan.Air mata Diandra terus jatuh bercucuran.Diandra takut jika suaminya tidak akan bangun untuk selamanya.
Bibi dan Han juga ikut panik dan bingung melihat Tuannya jatuh pingsan.
Diandra tak henti hentinya mencoba menyadarkan suaminya.
"Kak,bangun dan buka matamu,kumohon kak,sadarlah."ucap Diandra serak dan samar.
air matanya terus mengalir deras dari pelupuk matanya bagaikan air hujan jatuh dari langit.
"pak cepet jalannya."bentak Diandra ke Han.
"iya non!" jawab Han panik.
Han melajukan mobilnya kenceng.tak lama kemudian Mobil yg di kemudikan Han melenggang mulus di halaman rumah sakit milik Keluarga Raffa.
Han turun dan menggendong Raffa keluar dari mobil.
Bibi berlari kedalam memanggil dokter dan perawat untuk membantunya.
Diandra berlari panik membuntuti Han.
beberapa perawat dan dokter telah bersiap menangani Raffa termasuk papanya sendiri.
Raffa sudah masuk ruang ICU.Diandra,Bibi dan Han menunggu di luar.
Han berdiri di samping pintu.
Diandra dan Bibi duduk di bangku ruang tunggu.
Diandra memeluk erat tubuh Bibi sambil menangis terisak isak
"bi,kak Raffa ,bi." ucap Diandra serak.
"sabar non,tuan pasti akan baik baik saja."jawab bibi mencoba menenangkan Diandra. bibi tau jika ini memang berat buat Diandra menerima kenyataan.apalagi pernikahan mereka baru seumur jagung,waktunya mereka masih bersenang senang menikmati masa pernikahannya.namun berbeda yg di alami Diandra,diandra justru harus menderita karena menanggung semua ini.
sekitar satu jam papa mertua keluar dari ruangan ICU.Papa berdiri di samping Diandra.
Diandra berdiri dari duduknya setelah melihat papa mertuanya keluar dari ruang ICU.
"pa,gimana keadaanya,dia baik baik saja kan ,pa?" tanya diandra penuh harapan.Matanya terlihat bengkak dan wajahnya merah padam karena lama menangis.
Papa diam sejenak memandang wajah Diandra.
"kau harus bersabar,dia masih kritis.kami akan berusaha untuk kesembuhannya.berdoalah semoga ada keajaiban untuk kesembuhannya." jawab papa .
papa tak ingin melihat diandra lebih bersedih lagi.papa tau jika Raffa sulit untuk bisa sembuh dari penyakit mematikan ini.
papa pergi meninggalkan Diandra dengan hati yg bersalah.
ia berbohong pada menantunya,karena ini jalan satu satunya agar Diandra tidak lebih bersedih lagi.
papa kembali masuk ke ruang ICU,bergabung dengan para dokter lainnya.mereka berusaha sekuat tenaga demi kesembuahn Raffa.
Diandra masih dalam keadaan sedihnya.tangisnya semakin pecah ketika mendengar kata kritis.ia tak mampu menahan air matanya.hatinya sangat terluka dan bersedih.tak sanggup jika harus kehilangan suami yg sangat mencintainya.
Mama datang bersama kafka.
mama sedikit berlari menghampiri Diandra.
Mama menangis melihat putranya harus berbaring lemah dia atas ranjang rumah sakit.mama memeluk Diandra erat.Mama tau mungkin inilah saat saat terakhir Ia bisa melihat putranya.
bertahun tahun ia telah menemani dan melihat perjuangan putranya demi melawan penyakitnya.berbagai cara ia lakukan demi kesembuhannya.
"sayang,kamu harus sabar dan ikhlas menerima kenyataan ini.Dia sudah berjuang keras untuk melawan penyakitnya.kamu harus ikhlas ,sayang."ucap mama lirih.
Diandra hanya diam dalam tangisnya.Diandra semakin erat memeluk mertuanya.ia tak mampu berucap selain hanya menangisi suaminya.
Kafka juga terlihat terpukul melihat kakaknya harus menderita seperti ini.ia sangat menyesal karena ia tau semuanya setelah semua terlambat.
Papa kembali keluar memanggil Diandra dan Kafka untuk masuk Ruangan.Raffa memanggil mereka.
mendengar ucapan papanya Diandra dan Kafka berlari kecil mendekati Raffa.
Diandra berdiri di samping Raffa sambil memeluk suaminya erat.air matanya masih deras jatuh bercucuran.
"sayang,bertahanlah demi aku.aku sangat mencintaimu,berjuanglah demi aku."ucap diandra serak dan lirih.
Raffa tak mampu berucap keras.ucapan Raffa terdengar lirih dan terbata bata.
air mata Raffa jatuh bercucuran melihat Diandra dan Kafka berdiri di sampingnya.
alat medis masih tertancap penuh di badan Raffa,termasuk alat pernafasannya.
Jiwa Raffa tak sepenuhnya utuh namun Ia masih mampu berbicara dan melihat istri dan adiknya.
❤️❤️❤️
Gimana ceritanya? bikin nyesek ngak?semakin kesini di jamin semakin seru dech.tunggu kelanjutannya ya??
jangan lupa tinggalkan jempolnya ya,biar author semakin semangat up nya.
syukur syukur kalau mau tinggalkan vote atau ratenya.
🙏🙏🙏🙏