
Seusai syuting Vera dan Seli pergi ke toko kue, Vera memilih kue yg sesuai dengan selera Mamanya.
Ia kembali pulang di hari yg sudah petang.
"Assalamualaikum,,, Mah, tumben Mama kok ada di luar, memangMama nunggu siapa?" tanya Vera sembari mencium punggung tangan Mamanya yg duduk di teras sama Iffa.
" Wa'alaikum salam, Nunggu kamu sayang, sudah sana masuk terus ganti baju mu. Oh,,, ya sayang, pakai baju yg sudah Mama siapkan ya." Jawab Mama.
Mama tersenyum merekah saat melihat kedatangan Vera. Ia berjalan membuntuti Vera hingga kamarnya.
Kreek...
Vera dan Mama masuk kamar beriringan.
Vera langsung mandi karena Mama menyuruh ya untuk segera bersiap karena sebentar lagi akan tamu istimewa yg akan datang
Vera semakin penasaran di buatnya, Mama tidak memberitahunya dengan gamblang kenapa malam ini Vera harus dandan cantik
"Siapa sih tamu yg akan datang malam ini kok tumben Mama nyuruh aku dandan kaya gini."
Batinnya saat melihat dirinya dalam cermin
"Sayang kamu harus pakai baju ini ya, terus rambutnya itu di rapikan. Mama mau turun karena sebentar lagi akan ada tamu yg datang." Ucap Mama.
Mama berlalu meninggalkan Vera yg masih sibuk merias dirinya.
"Kakak." Ucap Iffa kencang.
Iffa nyolong masuk tanpa permisi dulu yg membuat Vera kaget.
"Wah,,, Kakak cantik sekali." Iffa kagum melihat kecantikan Vera saat itu.
"Dik, emangnya siapa sih yg akan datang kok aku harus dandan kaya gini." Tanya Vera yg masih penasaran dengan tamu istimewa itu.
"Katanya sih temen Papa!" Jawab Iffa.
Iffa duduk di samping Vera sambil memperhatikan cara Vera merias diri.
Iffa tertarik untuk ikutan merias wajahnya.
"Kak, rias aku juga dong." ucap iffa manja. Iffa memainkan matanya demi mendapat belas kasihan Vera
"Iya, iya sini." Vera mulai merias wajah Iffa yg tembem itu.
Tak beselang lama bibi masuk menyampaikan pesan dari Mama agar Vera dan Iffa segera turun karena tamu istimewa sudah datang.
Sedangkan di meja makan sudah ada Pak Ruslan bersama putranya yg bernama Denis.
Mama, Papa dan pak Ruslan ngobrol ringan dan saling bertukar kabar, mereka terlihat akrab karena pak Ruslan adalah teman Papa waktu masih duduk di bangku sekolah menengah. Meskipun jarang bertemu tapi mereka saling bertukar kabar lewat ponsel mereka yg membuat mereka terlihat akrab seperti saat ini.
"Nak Denis, gimana kabarnya kok dari tadi diam saja." Tanya Mama.
"Baik Tante. Kabar tante sendiri gimana?" Jawab Denis.
Denis adalah cowok pendiam meskipun sama orang yg sudah Ia kenal.
Denis tersenyum tipis menghormati Papanya dan juga sang Tuan rumah.
"Tante juga sehat. Kamu ngak lupa kan sama Vera anak tante?" goda Mama yg hanya di senyumin sama Denis. Tentu saja Denis sudah lupa gimana wajah Vera saat ini karena saat bertemu mereka masih kecil.
"Malam Ma, Pa, Malam Om." Sapa Iffa sembari menundukkan kepalanya.
Iffa mencium punggung tangan Pak Ruslan.
Iffa duduk di seberang meja berhadapan dengan Denis.
"Malam Sayang." Jawab Pak Ruslan.
"Ternyata kamu sudah besar ya, Terakhir ketemu kamu masih kecil." Imbuh Pak Ruslan
sambil ketawa ringan.
Denis dari tadi hanya melirik Iffa tipis. Ia sangka Iffa adalah Vera yg akan di kenal kan sama dirinya.
Namun ternyata Denis salah sasaran.
Menurutnya Iffa sangat manis dan menggemaskan.
"Sayang kenalkan ini Kak Denis Putranya Pak Ruslan." Ucap Mama.
Mama memperkenalkan Denis ke Iffa.
"Malam Kak." Iffa menundukkan kepala sambil menyodorkan tangannya.
"Malam Nona." Balas Denis sembari meraih tangan Iffa.
"Ternyata dia cekep juga pantesan saja Mama mau kenalin ke kak Vera. Sepertinya mereka cocok, yg satu cantik yg satunya cakep." Guman Iffa dalam hati.
"Apa ini yg namanya Vera, ternyata dia manis juga. Aku suka riasannya tidak begitu tebal, dia terlihat cantik walau hanya dengan riasan tipis." Batin Denis.
Denis tersenyum saat iffa membalas pandangannya.
Iffa jadi salah tingkah karena dari tadi Denis terus memelototinya.
Iffa melempar pandangannya ke arah sembarang untuk menghindari sorot mata Denis.
"Malam mah, malam pah, malam om, maaf membuat kalian lama menunggu." Ucap Vera lalu duduk di sebelah Iffa.
Vera hanya menganggukkan kepala ke Denis saat Denis memandang ke arahnya.
Pandangannya masih tertuju sama kecantikan Iffa, Denis lebih suka sama Iffa dari pada sama Vera.
"Semua sudah kumpul jadi Mama mau mengumumkan satu pengumuman penting. Nak Denis kenalkan Dia adalah Vera yg akan kami jodohkan sama kamu." ucap Mama memulai pembicaraan.
"Apa?" jawab Vera dan Denis barengan.Vera dan Denis saling adu pandang karena di antara mereka tidak ada ketertarikan satu sama lain.
Semua orang yg ada di meja makan terkejut mendengar jawaban mereka yg cukup keras.
Iffa yg ada di sebelah Vera langsung menutup telinganya karena suara Vera membuat rongga telinga Iffa sakit.
"Iya, dari dulu kami sudah menjodohkan kalian dan baru malam ini kami bisa mempertemukan kalian." Ucap Pak Ruslan.
"Kalian kan sudah pada dewasa, umur kalian kan sudah pas untuk memulai rumah tangga, jadi tidak ada salahnya kan kalau kita menjodohkan kalian." Timpal Papa.
"Tapi Pa, Vera kan masih ada kontrak kerja." Jawab Vera.
Vera tidak mungkin menerima perjodohan ini karena Ia sudah terlanjur jatuh hati sama An.
Vera bingung harus ngomong apa, kini sekujur tubuhnya terasa lemas saat mendengar perjodohan itu.
Otaknya berhenti sejenak dan tidak mampu berpikir karena Ia tidak mungkin akan meninggalkan An demi Denis.
Denis diam tertunduk bingung harus jawab apa, karena Ia pikir Iffa lah yg akan mereka jodohkan dengannya. Ia jatuh hati sama Iffa saat pada pandangan pertama.
Namun kini harapannya musnah sudah untuk memiliki Iffa seutuhnya. Dia tidak mungkin menolak ke inginan Papanya itu.
"Dari pada kita diam, mari di mulai acara makan malamnya." ucap Mama.
Mama berusaha mencairkan suasana karena dari tadi suasana semakin menegang.
"Iya terima kasih." Jawab Pak Ruslan.
Mereka yg ada di meja makan mulai menikmati hidangan makan malam yg sudah hampir dingin itu.
Iffa tanpa ada rasa canggung langsung saja melahap makanan yg ada di piringnya.
Vera masih tertunduk lemas tidak berselera makan.
Begitupun dengan Denis yg hanya diam sambil mengunyah nasi tanpa lauk.
Ia merasa kecewa dengan perjodohan ini.
tapi apalah daya ini semua kemauan Orang tuanya yg harus Denis turuti.
Seusai makan malam Para orang tua duduk di ruang tamu melanjutkan rencana pernikahan Vera dan Denis.
Iffa duduk di ruang tv karena tidak mau terlibat hal itu.
Vera dan Denis duduk di taman belakang.
Mereka saling diam tanpa saling bertegur sapa.
Mereka saling menunggu siapa yg akan memulai pemicaraan.
Vera menghembuskan nafasnya kasar sembari menatap lurus kedepan dengan pandangan kosongnya.
"Apa kamu tahu jika kita akan di jodohkan?" Tanya Vera mengawali pembicaraan.
Denis melirik ke arah Vera sebentar dan kembali memandang ke arah depan.
"Aku pikir gadis yg ada di sebelah mu tadi lah yg akan di jodohkan dengan ku, heh,, ternyata aku salah. Aku tidak tahu jika dirimu yg akan di jodohkan dengan ku." Jawab Denis jujur apa adanya.
"Lalu apa rencana mu?" Tanya Vera.
Vera memberanikan diri menatap Denis.
"Aku tidak tahu, lalu bagaimana dengan mu?" Denis balik bertanya ingin tahu unek-unek Vera saat ini karena dia tidak mungkin berbicara yg sejujurnya kalau bukan Vera yg ia harapkan.
"Aku juga tidak tahu. Maaf kalau boleh jujur, sebenarnya aku sudah punya kekasih tapi entahlah aku juga tidak tahu. Denis, lebih baik kita pikirkan rencana selanjutnya saja, gimana caranya kita ngomong sama orang tua kita jika kita tidak menginginkan perjodohan ini.
Kamu suka adikku kan, adik ku bernama Iffa." Balas Vera.
Denis tersenyum lega setelah mendengarkan unek-unek Vera yg ada di dalam hatinya.
"Iya, aku akan ikut dengan mu." Jawabnya.
Vera dan Denis tersenyum bareng karena pada akhirnya merema saling tau tentang perasan mereka yg sebenarnya.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Up lagi nih,,, terus dukung terus Novel aku ya kakak,,,,,
Like
komen
Rate
Vote
Aku tunggu ya untuk dukungannya.
Mampir juga di karya aku lainnya ada
"Cowok pecemburu"