Tak Akan Terganti

Tak Akan Terganti
Bab 36 : Perhatian kecil


Langit sudah menggelap. Menyisakan sinar terang nan indah dari bulan.


Caca baru saja keluar dari kamar mandi ruang kerjanya. Ia terlihat lebih segar setelah membersihkan diri. Gadis itu mendudukkan diri di kursi kerjanya. Mengecek ponsel sekiranya ada pesan atau tidak. Saat merasa tidak ada yang penting, Caca memilih untuk berselancar ke dunia maya.


Caca hanyut setelah beberapa saat menggulirkan layar ponselnya. Ia masih fokus dengan benda pipih itu hingga tak menyadari seseorang telah masuk ke dalam ruangannya.


“Hei”


Ponsel Caca hampir saja terjatuh mendengar suara lirih di samping telinganya. Ia terlalu terkejut dengan kehadiran Abimanyu yang menurutnya sangat tiba-tiba. Refleks Caca memukul lengan Abimanyu dengan tatapan kesal.


“Ngagetin tahu nggak!” sungut Caca.


Abimanyu terkekeh. Ia mendudukkan dirinya di sofa ruangan tersebut. Menyelonjorkan kakinya untuk sedikit menghilangkan penat setelah bekerja di kantor ayahnya.


“Tumben jam segini baru pulang,” ujar Caca sembari meletakkan sebotol air mineral dingin di meja depan Abimanyu.


“Kenapa kangen, ya?” goda Abimanyu. Tangannya meraih botol itu dengan cepat dan menenggaknya tanpa terburu-buru. Dahaga yang sejak tadi datang kini telah hilang.


Caca memutar bola matanya. Ia merasa sedikit aneh dengan godaan yang belum pernah Abimanyu lontarkan.


Kekehan Abimanyu kembali terdengar. Pemuda itu sama sekali tak mempermasalahkan tanggapan istrinya. Ia hanya ingin menggoda saja tanpa maksud apa-apa.


“Kemarin aku bolos, jadi hari ini kerjaan aku numpuk banget. Untung temen satu devisi aku bantuin, jadi waktu aku pulang kerjaannya udah kelar.” Kepala Abimanyu menyandar nyaman pada sandaran sofa. Ia memejamkan mata untuk sedikit menghilangkan rasa pusing akibat terlalu lama memandangi layar komputer.


Caca mengangguk meski tahu Abimanyu tak melihatnya. Gadis itu juga menceritakan pekerjaannya hari ini yang justru lebih santai. Laporannya sudah ia selesaikan sejak kemarin, sehingga hari ini ia tinggal mengirimkannya pada sang ayah tercinta.


Sejenak keheningan melanda keduanya. Lelah yang menerpa Abimanyu membuat pemuda itu hampir saja tertidur. Ia pun mengajak Caca pulang sebelum ia benar-benar meraih mimpinya di sana.


Hari ini kedua orang itu kembali berangkat bersama menggunakan mobil milik Abimanyu, karena motor Caca sedang diservis. Dan jangan lupa beri mereka tepuk tangan, karena ini adalah ke sekian kalinya mereka berangkat ke kampus bersama tanpa harus menurunkan salah satunya di jalan.


Caca dan Abimanyu mulai tak memedulikan bagaimana tanggapan orang lain tentang mereka yang sering berangkat bersama seperti yang Crystal katakan tadi pagi.


Mengingat gadis itu. Caca hanya bisa menggelengkan kepala dengan setiap polah tingkah dan ucapan Crystal padanya tadi. Perempuan itu sudah seperti bocah ABG yang baru saja merasakan jatuh cinta.


Ingin rasanya Caca membenturkan kepala Crystal ke dinding agar gadis itu sadar dengan apa yang ia lakukan. Bukan hak Crystal untuk melarangnya mendekati Abimanyu, meskipun sebenarnya ia tidak mendekati pemuda itu. Perempuan itu juga tidak berhak mengatakan bahwa Abimanyu adalah calon suaminya, karena nyatanya Caca yang sudah menjadi istrinya secara resmi. Namun, Caca tak ingin menyuarakannya, karena ia berharap perempuan itu sadar dan tak lagi mengganggunya dengan mempermasalahkan kedekatannya dengan Abimanyu saat ini.


Caca dan Abimanyu telah berada di tempat parkir kafe. Melihat suaminya yang sangat lelah, Caca tak tega membiarkan Abimanyu menyetir. Jarak rumah mereka dan kafe cukup jauh dan Abimanyu akan semakin kelelahan jika menyetir.


“Aku aja yang nyetir. Kamu kayaknya capek banget.”


Abimanyu yang telah membuka pintu mobilnya mengalihkan pandangan pada sang istri.


Caca mengangguk, ia lantas merebut kunci mobil yang ada di tangan sang suami. Ia mengambil alih gagang pintu yang tengah Abimanyu genggam, kemudian masuk dan menutup pintu mobil itu dengan keras.


Diam-diam Abimanyu mengulas senyum. Perhatian yang Caca berikan secara tak sadar ini membuatnya sedikit merasa bahagia. Ya, sedikit. Abimanyu akan lebih merasa bahagia jika Caca melakukannya dengan sadar


“Ayo masuk! Malah bengong!” seru Caca, membuat Abimanyu tersadar bahwa ia baru saja melamun.


Caca segera melajukan kendaraan roda empatnya. Membawa kedua orang itu kembali ke tempat tinggal mereka.


**


Abimanyu keluar dari kamar mandi sembari menggosok rambutnya yang masih sedikit basah. Keningnya mengernyit saat mendapati Caca duduk di sofa sedang memainkan ponselnya. Tadi, Abimanyu kira gadis itu sudah terlelap mengingat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Namun, ternyata Caca masih terlihat sangat segar malam ini.


Setelah meletakkan handuk kecilnya ke tempat yang seharusnya, Abimanyu duduk di samping istrinya.


“Aku mau tidur, kamu pindah gih!” suruh Abimanyu. Matanya sudah sangat lengket, hampir terpejam. Seharian ini tenaganya benar-benar di kuras, membuatnya mengantuk lebih cepat.


“Kamu aja yang tidur di kasur. Kamu kelihatan capek banget hari ini. Mending aku aja yang tidur di sofa malem ini,” tutur Caca sembari menghadapkan tubuhnya pada sang suami.


Abimanyu tertegun. Ia tidak menyangka Caca masih saja memberikan sedikit perhatiannya tanpa sadar. Membuat hatinya semakin berbunga. Pemuda itu berdeham pelan untuk menyembunyikan perasaannya. Lantas bertanya apakah gadis itu serius dengan tawarannya.


“Serius, Bi. Aku nggak tega liat kamu kecapean, terus tidur di sofa,” jujur Caca tanpa ada yang ia tutupi sedikit pun.


“Udahlah, Ca! Nggak perlu, aku nggak masalah tidur di sini meskipun badan aku emang lagi pegel-pegel banget,” tolak Abimanyu. Namun, gadis itu bersikeras menyuruh Abimanyu tidur di tempat tidur dan Caca yang akan tidur di sofa.


“Enggak, Bi. Mending kamu tidur di tempat tidur biar enak. Hari ini aku santai kok. Jadi, aman kalau tidur di sofa.”


Abimanyu tak lagi menjawab dan entah datang dari mana, sebuah ide sedikit gila muncul di kepala Abimanyu untuk menyelesaikan perdebatan mereka.


“Oke, gini aja. Gimana kalau kita tidur di tempat tidur berdua?”


***


Maaf, ya, kemarin nggak update. Lagi agak sibuk soalnya hehe.


Kasih hadiah lagi dong. Vote-nya jangan lupa lempar ke aku wkwk


Like dan komennya juga jangan lupa😛