Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 97 - KEHADIRAN TAMU KERAJAAN


Sepekan berlalu, Di Benteng Drake.


Di aula utama, Jendral sengaja mengumpulkan empat belas orang yang dulu pernah menjadi pasukan di kerajaan Nerogon yang dibuang bersama-sama.


Dumor dan Lizo di panggil dari kastilnya masing-masing untuk bergabung bersama mereka di benteng Drake.


DI dalam ruangan itu mereka bercengkrama, melepas rindu dan bernostalgia seolah melepas kepahitan masa lalu mereka.


Jendral mengenang masa-masa sulit bersama mereka sampai akhirnya mereka menemukan Merlin dan bisa berjaya seperti sekarang ini.


“ Aku tak pernah menyangka kita bisa sejauh ini, semua berkat kalian….” mata Jendral berbinar memandang ke empat belas kawannya yang seperjuangan.


“ Semua juga berkat kerja keras yang kau lakukan Jendral, em maksudku LORD..” ujar Dumor.


“ Tidak Dumor, semua berkat kalian semua..aku bukan apa-apa jika hanya seorang diri..,hey tapi awas kau jika memanggilku LORD lagi di sini “ Jendral mengepalkan tinju kecil ke lengan Dumor yang berada di dekatnya.


“ Dumor, khusus untuk kita panggilannya masih seputar Jendral, gelar Raja dan LORD tidak berlaku saat ini..” Gardden sambil tertawa merangkul Jendral dan mengguncang pelan bahunya, Jendral juga hanyut dalam tawa.


Mereka saling merangkul, minum bersama, tertawa bersama dan saling bercerita.


Tak berselang lama, pintu aula di ketuk dari luar. Seorang prajurit membuka pintu dan masuk ke dalam aula setelah mendapat izin.


“ Ada apa? “ tanya Jendral.


“ Tuan, ada surat dari kerajaan Harlbin Utara, Benua Harlbin “ jawab prajurit tadi.


“ Benua Harlbin ?,hmm..bukankah itu sebelah selatan pulau Gazu? “ tanya Jendral pada kawan-kawannya.


“ Ya, benar, kerajaan yang terkenal dengan armada lautnya “ jawab salah satu dari mereka.


" Yang kudengar mereka memiliki kapal perang dengan senjata hebat " ujar Dumor.


" Hmm, armada laut.." Jendral bergumam pelan.


“ Baiklah, terimakasih..kau boleh kembali “ perintah Jendral pada prajurit.


Jendral menerima surat itu dan membukanya. Isi surat tersebut adalah agenda kunjungan dari kerajaan Harlbin .


“ Ada apa mereka berkunjung kesini? “ tanya Gardden sambil menatap wajah sahabatnya.


“ Entahlah, tapi sepertinya kunjungan persahabatan, kita lihat saja nanti Gard.. “ ujar Jendral sambil menggulung kembali lembaran surat kerajaan tersebut.


Hampir dua pekan berlalu dari diterimanya surat tersebut. Mereka akan menyambut kedatangan tamu dari kerajaan Harlbin di kastil Timur, karena memang kerajaan tersebut yang paling besar dan indah, cocok untuk menerima tamu kerajaan.


Penyambutan tamu kerajaan di selenggarakan dengan mewah. Seluruh dekorasi kastil di buat seindah mungkin.


Permadani cantik berwarna merah marun yang elegan telah terbentang di sepanjang pintu masuk kastil sampai ke aula utama.


Seluruh prajurit kerajaan telah berbaris rapih di sisi pintu masuk kastil.


Di dalam aula utama, sengaja di sediakan banyak kursi-kursi tinggi beralaskan bludru merah mengelilingi sebuah meja kayu mewah dan besar berbentuk oval.


Jendral dan Merlin tengah duduk mengisi dua kursi disisi paling ujung dengan pakaian kerajaan yang berwibawa.


Dua kursi di sisi ujung yang bersebrangan adalah untuk Raja dan Ratu Harlbin Utara


Di sisi kiri, telah duduk rapih para petinggi kerajaan, penasehat kerajaan, dan beberapa teman dekat Jendral.


Sedangkan sisi kanan kursi-kursi yang kosong adalah untuk tamu keluarga kerajaan.


Akhirnya tamu dari Benua Harlbin, yaitu keluarga kerajaan Harlbin Utara telah sampai di depan pintu kastil. Mereka di antar oleh prajurit elit kerajaan menuju aula utama.


Mereka terdiri dari Raja Harlbin Utara, Ratu, dua putri kerajaan, beberapa petinggi kerajaan Harlbin Utara serta prajurit di belakangnya.


Ketika para tamu kerajaan memasuki ruangan aula utama, seluruh yang ada di ruangan berdiri menyambut kedatangan tamu kerajaan mereka.


Jendral menyambut hangat kedatangan keluarga kerajaan Harlbin Utara. Akhirnya mereka di persilahkan duduk.


Raja Harlbin Utara memperkenalkan satu persatu keluarga yang dibawanya.


Ratu Harlbin yang sudah paruh baya namun tetap terlihat anggun selalu menampakkan senyumnya.


Kemudian dua putri Raja, putri Eisyel dan putri Hanah yang hanya terpaut empat tahun, mereka sangat muda, cantik dan segar.


Putri Eieyel dengan rambut pirang melingkar dan mata birunya terlihat lebih glamor daripada adiknya putri Hanah.


Layaknya seorang putri Raja, penampilan mereka sangat mewah dan menawan. Usia mereka sudah remaja, putri Eisyel sebentar lagi menginjak dewasa. Usia Eisyel hampir seumur dengan Razel.


Perbincangan mereka sangat hangat dan bersahabat, kerajaan Harlbin Utara telah mendengar tentang kehebatan kiprah Jendral sebagai LORD di dua benua, karenanya mereka ingin mengunjungi langsung sosok yang sangat di kenal bahkan sampai ke Benua Harlbin.


Mereka ingin menjalin kerjasama antar benua, juga beraliansi untuk kepentingan politik dan ekonomi.


Setelah pembicaraan panjang tentang seputar kerajaan telah selesai di bicarakan, akhirnya Raja Harlbin dan keluarga di persilahkan menikmati hidangan yang telah di persiapkan.


Para pelayan sibuk melayani semua yang berada di ruangan tersebut.


Tamu kerajaan akan bermalam di kastil timur untuk beberapa hari, karena perjalanan mereka yang lumayan jauh mengarungi lautan, sehingga mereka memerlukan istirahat yang cukup.


Di malam itu para tamu di persilahkan menempati kamar tamu utama untuk Raja dan Ratu, dan kamar tamu utama kedua untuk para putri kerajaan. Sedangkan sisanya di kamar tamu biasa yang disediakan.


Malam yang dingin merayap sejuk melebar bersama gelapnya…


Ratu Harlbin dan Merlin sedang berbincang hangat di taman kastil. Mereka saling memuji, Ratu Harlbin sangat terkesan dengan kecantikan Merlin, dan ketampanan anak-anaknya.


Sementara Raja Harlbin berbincang bersama Jendral di ruangan lain.


Tak lama berselang, putri Hanah menemui mereka dan memanggil ayahnya, karena dia tak menemukan kakaknya putri Eisyel di kamarnya.


Akhirnya Raja Harlbin meminta izin kepada Jendral untuk melihat ke kamar putrinya.


“ Barangkali putri anda berada di taman kastil bersama para Ratu “ ujar Jendral.


“ Ya, mungkin, baiklah yang mulia LORD, aku permisi akan kesana “ ujar Raja Harlbin.


Akhirnya Jendral kembali ke kamarnya, Merlin dan Ratu Harlbin masih berbincang di taman kastil.


Jendral hendak beristirahat, ia membuka jubahnya juga pakaian atasnya. Sehingga ia bertelanjang dada.


Ketika Jendral menunduk akan membuka sabuk pinggangnya, tiba-tiba tangan lembut seorang wanita memeluknya dari belakang, tubuhnya merasakan lekuk tubuh wanita dibelakangnya.


“ Merlin, kapan kau datang, aku tak mendengar suara pintu terbuka..” ujar Jendral menoleh sedikit sambil meraih jemari yang memeluknya.


“ Yang mulia LORD, aku bukan istrimu..” suara seorang gadis yang asing terdengar di telinganya membuat Jendral tersentak kaget.


Spontan Jendral menoleh dengan cepat dan melepaskan pelukan gadis tadi, bukan main terkejutnya Jendral ternyata yang dilihatnya adalah putri Eisyel yang tengah berdiri dihadapanya.