Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 36 - RAJA ZEROIX


Di dalam benteng,


Suasana yang berbeda dari biasanya menggelayut di petang itu. Mereka juga banyak kehilangan pasukan.


Jendral yang tengah di rawat lukanya oleh Merlin menyeringai menahan perih.


“ Apa mereka akan menyerang lagi tuan? “ suara Merlin terdengar risau.


“ Kemungkinan iya. Mereka belum berhenti sebelum merebut benteng ini “ Jendral bersuara.


“ Yah, itulah yang mereka lakukan dulu..niat mereka tidak pernah berubah” pimpinan pecahan Zeron berkata sambil membalut luka di kaki temannya.


“ Tapi Jendral, pasukan Zeron terlalu banyak, apa kita bisa bertahan dengan pasukan yang ada sekarang? “ Dude yang berada di sebelah Leon mengutarakan kegelisahannya.


“ Bukankah jika kita pernah melawan seekor singa, maka akan mudah selanjutnya untuk melawan seekor banteng?. Kita coba bertahan di benteng ini sekuat kemampuan yang kita miliki. Benteng ini kita bangun dengan seluruh kekuatan dan keringat kita, jangan buat orang asing mudah untuk menaklukannya” Jendral memberi semangat.


Pasukan yang ada di ruangan itu bersorak semangat, walaupun luka-luka masih perih dirasakan.


Tanpa di sadari, malam yang dingin membentang.


Pagi hari yang terasa dingin masih menyisakan bau anyir darah yang tersisa dari mayat-mayat di tanah wilayah Drake.


Dari kejauhan pasukan Zeron sudah tampak dan bersiap untuk pertempuran lanjutan. Tetapi sepertinya pasukan mereka jauh lebih banyak.


Mau tidak mau pasukan Drake bersiap untuk mempertahankan benteng mereka. Semua pasukan sudah siap ditempatnya masing-masing.


Akhirnya pertempuran dimulai, tapi kali ini pasukan Zeron berusaha merebut benteng dengan memanjat dinding dan menjebol gerbang.


Pertahanan dan perebutan sangatlah sengit. Peperangan berlangsung sampai siang meninggi. Tapi pasukan Zeron terus bertambah banyak, sepertinya bantuan pasukan dari kerajaan di kerahkan untuk membantu pasukan yang hilang separuhnya di pertempuran kemarin.


Memang kerajaan Zeron dikenal dengan jumlah pasukannya yang banyak juga kuat, hal itulah yang membuat pasukan Drake semakin terpojok pada pertempuran kedua.


Seluruh kekuatan pasukan Drake sudah maksimal dikeluarkan, tapi pasukan mush yang datang tak ada hentinya.


Gerbang benteng juga di coba untuk di jebol. Menara kepungan sudah menuju ke arah benteng. Pelontar batu terus di lemparkan tak ada jeda. Pasukan Drake semakin terpojok.


“ Jendral, bagaimana ini? “ beberapa pasukan yang panik bertanya pada Jendral.


“ Aku akan keluar, menghadapi Raja Zeroix. Aku perlu beberapa pasukan yang mengiringiku”


“Tapi bagaimana kita bias keluar? Luzen, itu terlalu berbahaya!” Gardden berusaha mencegah Jendral.


“Eldr!!!” teriak beberapa prajurit benteng. Mereka tampak senang dengan kehadiraan Eldr yang mungkin bias membantu.


“ Merlin..” ucap Jendral perlahan.


Tak butuh waktu lama, seluruh Eldr sudah berada di halaman benteng. Jumlahnya ratusan, tak lama berselang Merlin yang telah berubah menjadi Demon Eldr mendarat paling depan memimpin pasukan Eldrnya, menghadap ke Jendral.


“ Tuan, beri aku perintah!” Merlin menunduk dan siap melaksanakan perintah Jendral.


“ Tapi Merlin, kau tidak per-..” Jendral belum rampung dengan kalimatnya.


“ TUAN TOLONG BERI KAMI PERINTAH!!!” seluruh Eldr serempak berlutut dan siap menerima perintah.


Jendral menoleh kearah Gardden, Gardden yang terlihat menaruh harapan pada Eldr dan tersenyum, menggangguk mengisyaratkan agar Jendral memberi perintah.


“ Baiklah, Merlin dan para Eldr, tolong kalian urus musuh yang ada di benteng, aku dan pasukan akan keluar melumpuhkan Raja Zeroix.”


“ BAIK TUAN!!! “ seluruh Eldr bangkit dari berlututnya.


“ Oya Merlin, bisakah kau menghalau musuh yang di depan benteng, beri kami jalan untuk keluar” Jendral sudah siap dengan kuda hitamnya, diiringi ratusan pasukan di belakangnya.


“ Itu mudah tuan” dengan senyum Merlin segera terbang kea rah pasukan di depan gerbang.


Merlin menyeringai menampakan gigi taringnya, kepakan sayap besarnya membuat pasukan Zeron ternganga ketakutan dengan kehadiran makhluk yang ada di hadapannya yang sedang menghampiri mereka.


Dengan beberapa kali gibasan Merlin membuat pasukan musuh mental dan terjungkal, sebagian lagi lari ketakutan dan berteriak ‘ ELDR!!!!’.


Gerbang benteng yang sudah bersih dari musuh dibuka lebar, dan Jendral beserta pasukan keluar dengan kuda-kuda mereka.


Jendral dan pasukannya nekat melajukan kudanya kearah tandu Raja Zeroix. Tetapi pasukan Zeron yang melindungi Raja Zeroix juga sangat banyak hingga sulit di tembus.


Tapi Jendral dan para pasukan tidak menyerah dan tetap dengan niat awalnya, melumpuhkan Raja Zeroix.


Setelah menembus pertahanan musuh yang kuat dan berat, akhirnya Jendral berhasil menatap Raja Zeroix. Penampilannya yang sudah tua, dengan jenggot panjang putih juga rambut yang putih, memakai jubah bulu tebal, duduk di kursi tandu, walaupun sudah setua itu tetapi terlihat masih kokoh dengan badan besarnya.


Jendral yang sudah berdiri beberapa meter dari Raja Zeroix menatap tajam Raja tersebut. Sang Raja masih duduk di kursi di bawah tandunya.


...**********...