Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 54 - PILIHAN PUTRI CHARLOTTE


“ Jendral Luzen?..apa kau mendengarku?” Tanya Raja sambil memperhatikan rona wajah Jendral yang bingung.


“ Ahh, ya tentu saja aku mendengarmu yang mulia..” Jendral tampak kikuk dan seolah tidak nyaman.


“ Kenapa sepertinya kau tidak gembira mendengar hal ini ? ”


“ Ahh, aku…” Jendral tidak tahu harus bicara apa pada Raja, tetapi ia belum siap untuk menikah dengan putri Charlotte, karena yang ada di pikirannya saat ini adalah Merlin.


Jendral mengambil nafas panjang, dan menghembuskannya perlahan. Kepalanya mulai dingin sekarang.


“ Begini yang mulia, Maafkan aku sebelumnya, bukan aku berniat menolak keinginan putri Charlotte, tapi sebenarnya aku sudah memiliki kekasih, dan aku telah berjanji padanya akan menikahinya sepulang aku dari benua ini. Juga masalah Gardden, dia adalah sahabat yang paling dekat denganku, dan aku tahu Gardden sangat menyukai putri Charlotte, aku akan sangat membuatnya kecewa jika ternyata putri anda justru menikah denganku, jadi sepertinya aku masih memikirkan hal ini yang mulia.. “. Jelas Jendral pada sang Raja.


“ Hahahaha….ternyata begitu Jendral…kau sangat memperhatikan perasaan orang lain” sang Raja malah tertawa.


“ Jendral, bukankah seorang pemimpin seperti kita boleh menikahi lebih dari satu istri?...kau tahu Jendral, dulu istriku ada tiga…dan mereka memang seharusnya menerima keputusanku “ jawab Raja.


“ Lebih dari satu istri? Apa putri Charlotte bersedia jika aku menikah dengan wanita lain selain dirinya?..“ Tanya Jendral mengerutkan kening.


“ Aku sangat mengenal anakku, dia bukan wanita yang egois Jendral, aku yakin itu bukan masalah untuknya” jelas sang Raja.


“ Jendral, kau tahu…kondisiku sudah seperti ini, mungkin waktuku tak banyak lagi..dan selama ini sulit sekali menemukan seseorang yang dipilih Charlotte untuk bisa menjadi pendampingnya, jadi kumohon Jendral…menikahlah dengannya..”


“ Tapi yang mulia..”


“ Kau tahu Jendral, seumur hidupku, baru dua kali aku memohon pada seseorang, yang pertama pada anakku Charlotte ketika aku memintanya untuk segera menikah, agar kerajaan ini memiliki pemimpin,…dan permohonan yang kedua adalah kepadamu yang baru saja kukatakan..jadi, tolonglah Jendral apapun alasanmu kesampingkanlah dulu masalahmu, apa kau tidak memperdulikan permintaan seorang Raja yang sedang sekarat?..”


Jendral semakin bingung dan galau, ia menunduk dan memejamkan matanya sesaat..lalu..


“ Baiklah yang mulia, akan kupertimbangkan, dan aku akan mencari penyelesaian untuk masalahku..”


“ Apalagi yang harus di pertimbangkan Jendral, kau memang sudah seharusnya bersedia…disaat pria diluar sana berlomba mendapatkan cinta anakku, tetapi justru kau yang terpilih, bukankah itu sebuah keberuntungan untukmu?..”


Setelah beberapa saat berfikir…


“ Ya, baiklah yang mulia..”


“ Jendral Luzen, aku tahu kau adalah pilihan yang sangat tepat untuk putriku, kalaupun putriku tidak memilihmu, maka akan kurayu dia untuk tetap menikah denganmu, karena pria sepertimu yang memang sangat kutunggu dan kuharapkan menjadi pendamping putriku Charlotte…”


Raja Gozan Selatan tersenyum dengan kerutan di samping bibirnya, akhirnya setelah beberapa saat, Jendral keluar kamar setelah meminta izin untuk menyudahi perbincangannya dengan Raja dan ia melangkah dengan lunglai seolah di bebani fikiran yang berat.


Di lorong koridor kastil, Jendral bertemu dengan Ryon yang sedang berjalan kearah kamar Raja.


“ Ah, Ryon…sebentar, Bisakah aku meminta tolong padamu?” Jendral mencegat Ryon.


“ Ya, ada apa Jendral?” Tanya Ryon.


“ Bisakah aku bertemu dengan putri Charlotte siang ini, tapi aku ingin bicara empat mata dengannya, apa kau bisa atur tempat untuk kami bertemu?” Jendral menyampaikan maksudnya.


“ Baik, terima kasih Ryon “ Jendral menepuk pundak Ryon dan berjalan meninggalkan koridor.


Siang mulai meninggi, suhu agak hangat menebar di udara…


Di suatu ruangan yang terdapat di lantai atas kastil kerajaan Gozan, Jendral yang berada di samping Ryon mengetuk pintu yang terbuat dari kayu tebal berukir mewah.


“ Masuklah..” suara lembut seorang wanita terdengar dari dalam ruangan tersebut.


Kreekk….


Jendral membuka perlahan pintu ruangan itu.


“ Baiklah Jendral, aku permisi dulu “ sahut Ryon sambil akan melangkah pergi.


“ Terima kasih Ryon “ ujar Jendral sambil memegang gagang pintu ruangan itu.


“ Maaf tuan putri, aku sedikit meminta waktumu untuk berbicara..” Jendral yang sudah melangkah ke dalam berdiri di depan putri Charlotte yang sudah duduk di kursi.


“ Ya, tidak masalah tuan Luzen, duduklah..” Putri Charlotte mempersilahkan Jendral duduk di kursi sampingnya yang hanya di halangi sebuah meja mungil yang diatasnya telah tersedia dua cangkir dengan ukiran indah dan ceret teko berlapis perak.


Jendela besar membentang diruangan itu, mengantarkan cahaya dari luar menerangi seluruh ruangan yang terlihat mewah.


“ Apa yang ingin kau bicarakan tuan Luzen ?” putri menuang teh yang masih mengepul kedalam cangkir, dari ceret berlapis perak.


“ Ini tentang apa yang dibicarakan ayahmu, beliau telah menyampaikan bahwa kau sudah memilih calon suami…” Jendral agak canggung untuk menatap wajah putri.


“ Hmm, yah, dan kau pasti sudah tahu siapa pilihanku tuan Luzen?” putri dengan anggunnya menyediakan teh kearah Jendral.


“ Silahkan diminum..” sahut putri.


“ Terima kasih “


“ Yah, ayahmu sudah menyampaikannya padaku, tapi putri, maafkan aku sebelumnya, bukan aku menolak keinginanmu putri Charlotte, tetapi sepertinya untuk saat ini sangat berat bagiku untuk menerimamu sebagai calon istriku..”


“ Hah?..kau tidak menginginkan aku tuan Luzen? “ mata indah berwarna coklat terang milik putri tampak membulat.


“ Bukan begitu maksudku putri,… siapapun pasti menginginkanmu, tapi untuk saat ini jika aku menikahimu maka akan ada dua perasaan yang tersakiti. Aku sudah memiliki seseorang yang akan kunikahi ketika pulang nanti, namanya Merlin, aku tidak bisa membayangkan hancurnya dia ketika mengetahui perkara ini…,lalu kau tahu sahabatku Gardden, dia sangat menyukaimu putri, aku tak bisa membayangkan betapa kecewanya dia jika mengetahui kabar pernikahan kita “


“ Tuan Luzen, kau tahu berapa banyak pria yang mencoba melamarku, tapi tak satupun yang aku sukai untuk menjadi pendampingku, tapi semenjak pertama aku melihatmu, aku langsung menyukai sosok pria sepertimu dan akhirnya ku putuskan untuk memilihmu menjadi calon suamiku..”


“ Aku mengerti putri, tapi apakah kau tidak bisa membuka hatimu untuk sahabatku Gardden, dia juga seorang yang mirip denganku dalam semua hal, ia laki-laki pemberani, kuat, dan baik..dia juga tampan, dan kau juga tahu kalau dia yang berhasil membunuh pemimpin Fangs, bukankah banyak kelebihan yang dimilikinya putri?” tegas Jendral.


“ Aku tahu siapa yang mengalahkan pemimpin Fangs, kaulah yang melumpuhkannya tuan Luzen, tuan Gardden hanya membunuhnya ketika raksasa itu telah sekarat, aku melihat semua dari jendela kastil…”


Jendral seolah terpukul palu besar, ternyata putri Charlotte sudah mengetahuinya.