Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 49 - KERAJAAN GOZAN SELATAN


Jendral mengurusi luka Gardden, ia berlutut di sebelah Gardden yang masih memegang anak panah yang menancap di pundaknya.


“ Aku akan mematahkan ujung panah ini..kau bertahanlah Gardden “ seru Jendral.


“ Tunggu Luzen!! Jangan dulu, aku belum siap..” Gardden sambil mengerang menahan kesakitannya.


Tiba-tiba dari balik semak, muncul seorang pria berambut panjang dengan setengah bagian atas dikuncir kebelakang.


Ia melangkah cepat kerah para pria yang tengah menghunuskan pedang dengan posisi siaga.


Laki-laki dari arah semak itu sedikit terkejut dengan beberapa pria yang tengah memegang pedang kearahnya, dan ia sontak terdiam diposisinya.


“ Tuan-tuan, aku minta maaf atas ketidaksengajaan ini, ini kecelakaan..” pria itu menghadapkan satu telapak tangannya ke arah Jendral dan teman-teman.


“ Kecelakaan katamu?!!, teman kami tertusuk panahmu dan kau dengan mudah meminta maaf!! ” Ziggo yang membawa pedang bergerigi menghadapkan pedangnya kearah pria tadi.


“ Aku akan bertanggung jawab, tapi yang memanah itu bukanlah aku..” pria bersuara berat itu dengan agak tenang memberi penjelasan.


Leon tanpa basa basi menyerang pria tadi dengan pedang besar yang ada di tangannya.


“ Leon!! tunggu dulu!!! ” teriakkan Jendral spontan membuat Leon menghentikan gerakannya.


Jendral melangkah kearah pria itu dengan pedang ditangannya.


“ Jika bukan kau, siapa pelakunya?” kenapa harus kau yang bertanggung jawab?” Jendral berdiri di hadapan pria tadi.


Tiba-tiba dari belakang pria itu muncul seorang wanita bercadar tipis berwarna merah muda yang menutupi separuh wajahnya, mata dan alisnya sangat indah, rambutnya berwarna coklat keemasan, dengan baju sutra yang indah.


Wanita itu memegang lengan si pria dan bersembunyi di belakang tubuh tegap pria itu, ia tampak ketakutan. Di tangan si wanita terdapat busur panah.


“ Dia yang melakukannya, dan aku yang akan bertanggung jawab “ jawab si pria itu.


“ Biarkan wanita itu yang bertanggung jawab “ Leon menimpali.


Ketika wanita itu melihat dan mendengar suara Leon, ia maju dan keluar dari persembunyiannya dibalik pria itu.


“ Leon?..apa kau Leon prajurit Gozan Selatan?” suara lembut nan indah wanita itu membuat semua terdiam.


“ Hah?..Putri?..putri Charlotte?” Leon terdengar kaget.


Leon seolah mengenal wanita itu, dia sedikit membungkukkan badannya.


“ Salam hormatku untuk tuan putri..” ujar Leon membuat semua terheran.


“ Kau mengenalnya Leon? “ Tanya Jendral.


“ Dia adalah putri dari kerajaan Gozan Selatan Jendral..”


Gardden yang mendengar Leon menyebut putri Gozan Selatan berusaha melihat kearah wanita itu walau dengan kesakitan yang di tahannya.


“ Leon, aku minta maaf atas yang terjadi padamu, Ayah juga menyesal dengan kepergianmu..” putri yang bernama Charlotte tadi menjelaskan pada Leon.


“ Tidak apa tuan putri, sekarang aku sudah bebas dan bergabung bersama mereka. Oya, mereka adalah teman-temanku..” Leon memperkenalkan teman-temannya.


“ Putri Charlotte, apa bisa kami meminta pengobatan untuk teman kami yang terkena panah anda? ” Jendral menunjuk Gardden yang sedang mengerang kesakitan.


Putri Charlotte langsung menghampiri Gardden, dan melihat lukanya. Wanita itu berjongkok dengan tumit terangkat.


“ Ah..ya, tapi aku butuh perawatan tuan putri..” seru Gardden yang terus menatap sang putri seolah ingin melihat separuh wajah wanita itu yang tertutup kain tipis.


“ Baiklah, Ryon tolong ajak mereka ke kerajaan “ putri Violet berdiri dan melangkah menuju kudanya. Wanita itu sempat melirik kearah Jendral kemudian menunduk.


“ Baik tuan putri..” laki-laki yang bernama Ryon tadi mengajak mereka menuju kerajaan Gozan Selatan.


Sesampainya di kerajaan Gozan Selatan, baru sampai ke halaman depan gerbang kastil kerajaan Gozan Selatan, mereka di kagetkan dengan banyaknya kayu dan ranting yang runcing mengitari sekitaran gerbang kastil.


Pandangan mereka mengeliling, sepertinya ada yang terjadi disana.


“ Kalian pasti heran dengan pemandangan ini?” Tanya Ryon kepada Jendral dan teman-temannya.


“ Apa yang terjadi disini?” Tanya Jendral.


Mereka mulai memasuki pintu gerbang kerajaan. Putri Charlotte mendahului mereka.


“ Sudah beberapa hari kita kedatangan tamu tak diundang…aku akan menjelaskan di dalam “ sahut Ryon.


Mereka di persilahkan masuk, dan Gardden langsung mendapat perawatan dari tabib kerajaan.


Jendral, Leon dan yang lain di bawa menuju kamar Raja di temani putri Charlotte.


Ketika pintu kamar dibuka, disana terlihat seseorang yang sudah agak tua, berambut putih dan berjenggot panjang, dengan kondisi yang lemah berbaring di ranjang mewah, tengah di tutupi selimut besar yang menutupi separuh badannya.


“ Ayah, aku bertemu Leon di hutan, dan mereka adalah teman-teman Leon“ putri Charlotte memperkenalkan mereka kepada ayahnya yang seorang Raja kerajaan Gozan Selatan.


“ Leon…?” suara lemah sang Raja membuat yang lain langsung mengetahui kondisi Raja yang saat itu pastinya sedang tidak sehat.


“ Salam hormat pada yang mulia..” Leon memberi hormat dengan sedikit membungkuk.


“ Kenapa kau tak kembali ke kerajaan Leon? Kami akan menerimamu kembali..” sahut sang Raja yang masih berbaring.


“ Maafkan aku yang mulia, tapi aku khawatir jika kehadiranku akan mengganggu suasana kerajaan, karena di Gozan Timur aku akan dijual untuk dijadikan budak, karenanya aku tidak kembali kesini “ jelas Leon pada sang Raja.


“ Oya, apa kau sudah mendengar bahwa Gozan Timur sudah dikalahkan oleh benteng dari Benua Oleic?..mereka sungguh hebat, bahkan kerajaan kita belum bisa mengalahkan Gozan Timur, andai mereka yang mengalahkan Gozan Timur adalah pasukan kita…” Jendral, Leon dan teman-temannya saling melempar pandangan.


“ Yang mulia, sebenarnya mereka in-..” Jendral langsung memegang pundak Leon dan mengisyaratkan pada Leon untuk tidak memberitahu siapa mereka sebenarnya.


“ Ada apa Leon?” Tanya sang Raja dengan suara lemah.


“ Ah,..em, mereka adalah teman-teman yang menyelamatkanku..” jawab Leon.


“ Kalian terlihat kuat, dari mana asal kalian? ” Tanya Raja.


“ Kami hanya penduduk desa dari Benua Oleic yang mulia..” jawab Jendral.


“ Oh, Benua Oleic?..berarti kalian tahu tentang benteng yang mengambil alih kekuasan di Gozan Timur kemarin?”


“ Ya, kami tahu yang mulia..” jawab Jendral kembali.


“ Mereka sangat hebat ya?..” Raja seolah sangat mengagumi mereka.


“ Baiklah ayah, sebaiknya kau beristirahat dulu..” Putri Charlotte mendekati ayahnya dan membetulkan selimut yang menutupi separuh tubuh ayahnya.


Akhirnya mereka keluar kamar, putri Charlotte meminta izin beristirahat ke kamarnya.