Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 50 - MASALAH DI KERAJAAN


Ryon mengajak mereka ke taman kastil, dengan udara terbuka terasa sejuk di tempat itu, disana terdapat air terjun buatan yang menyejukkan dengan gemericik suara air dan bebatuan yang tertata.


Tiba-tiba dari udara terlihat seekor burung elang menukik menuju ke arah Ryon, mereka semua melihat pemandangan itu, burung besar itu mendarat di lengan Ryon yang sudah terbalut kain tebal semenjak bertemu di hutan.


Kemudian sang elang tadi bertengger di pundak Ryon.


“ Peliharaanmu?” Tanya jendral.


“ Yah, dia juga sahabatku..” jawab Ryon.


“ Ryon, sepertinya aku belum pernah melihatmu?..apa posisimu di kerajaan?” Tanya Leon pada Ryon pria berambut panjang berpenampilan rapih itu.


“ Ya, aku datang kesini setelah kau ditangkap tuan Leon. Aku adalah pengawal pribadi putri Charlotte “


Tak berselang lama, Gardden datang dan bergabung bersama mereka.


“ Bagaimana keadaanmu? ” Tanya Jendral yang melihat pundak sahabatnya terbalut kain putih.


“ Lumayan sudah berkurang sakitnya “ Gardden langsung duduk bersama mereka.


Mereka duduk di beberapa kursi yang tersedia disana. Mereka kembali bertanya tentang yang terjadi di kerajaan itu.


“ Semenjak yang mulia sakit keras, ketika berita ini bocor ke masyarakat, maka banyak para pangeran dan bangsawan yang mencoba melamar putri Charlotte, selain niat mereka untuk menjadi Raja di kerajaan ini karena putri Charlotte adalah penerus kerajaan, jika seseorang menikahinya maka otomatis akan menjadi Raja, mereka juga menginginkan kecantikan putri Charlotte yang memang sudah terkenal, jadi mereka bisa mengambil dua keuntungan sekaligus.


Tetapi tidak ada satupun dari mereka yang bisa meluluhkan hati putri Charlotte, karenanya para pangeran dan bangsawan saling bersaing untuk mendapatkan perhatian dari putri Charlotte, termasuk pemimpin pasukan Fangs yang baru-baru ini berusaha melamar putri, tapi dengan tegas di tolak oleh Raja dan putri, karena mereka sangat kasar, bar-bar dan tidak beradab, hingga mereka marah dan menyerang kerajaan “


“ Lalu, bagaimana hasilnya? Apa kalian berhasil menghadapi mereka?” Tanya Leon.


“ Belum, kami belum berhasil..banyak dari pasukan kerajaan yang mati di tangan mereka, karena tubuh mereka kuat dan besar.


Mereka seperti raksasa, tubuh mereka dua kali lebih besar dari kita, ciri khas mereka adalah memakai topi kepala serigala “ jelas Ryon.


“ Apa mereka seperti monster? ” Tanya Lizo.


“ Bukan, mereka manusia biasa, hanya saja postur tubuh mereka yang seperti raksasa, dan kekuatan yang lebih kuat dari manusia pada umumnya, maka dari itu, sampai saat ini kami belum bisa melawannya “


“ Lalu, kenapa mereka menghentikan penyerangan dan kembali ketempatnya, padahal pasukan kalian sudah banyak yang gugur dan kalah, bisa saja mereka langsung masuk ke kastil bukan? “ Tanya Gardden.


“ Yah, memang pada saat itu kami kalah, tetapi disaat yang bersamaan mereka mengalami masalah di tempat tinggal mereka, maka mereka menghentikan penyerangan dan pemimpinnya berkata akan kembali menyerang kerajaan kami sampai mereka mendapatkan putri Charlotte “ jelas Ryon.


“ Mereka menyerang pada malam atau siang hari? “ Tanya Jendral.


“ Malam hari, mereka menyerang tiba-tiba ketika malam hari “ jawab Ryon.


“ Lalu senjata apa saja yang digunakan mereka?..apa banyak dari mereka yang berkuda? “ Jendral bertanya semakin mendetail.


“ Seperti perang biasanya, mereka menggunakan pedang, tombak, tameng, oya..yang paling berbahaya mereka menggunakan panah beracun. Yang berkuda hanya sedikit dari mereka, karena tubuh mereka yang besar jadi mungkin tidak nyaman jika berkuda “ jelas Ryon.


“ Hmmm..” Jendral seperti memikirkan sesuatu.


“ Bagaimana jika kami membantu kalian? ” pernyataan Jendral membuat semua kaget.


“ kau ingin bertarung dengan raksasa Jendral? “ Tanya Leon.


“ Apa kau serius Luzen ?” Gardden menimpali.


“ Pasukan kalian yang terkuat di benua Hitam? Tapi bisa juga di kalahkan oleh Gozan Tumur?..menurutmu apa penyebabnya Leon?” Jendral malah memberi pertanyaan.


“ Kalau masalah itu aku tak tahu pasti, tapi kemungkinan besar karena kecurangan dan masalah politik di dua kerajaan tersebut “


“ Itu dia!, kalau kita tidak bisa mengalahkan musuh yang lebih kuat, maka kita memerlukan taktik, kalau kita hanya mengandalkan kekuatan maka sampai kapanpun kita akan tetap kalah, dan peperangan itu menjadi sia-sia “


“ Yang terpenting dari peperangan adalah, mengetahui kelemahan dan kelebihan musuh, lalu menguasai medan, juga cuaca atau keadaan.., jika tiga tadi bisa kita kuasai maka kemungkinan besar kita bisa mengalahkan musuh” tegas Jendral.


“ Kami akan sangat senang jika kalian bersedia membantu, tapi aku juga khawatir kalau sampai kalian menjadi korban.. “


“ Kami usahakan agar tidak banyak jatuh korban, tapi kami tetap butuh bantuan pasukan kerajaan. Oya, dimana komandan atau Jendral kalian? “ Jendral bertanya pada Ryon.


“ Jendral kami yang baru mengundurkan diri karena kondisi kerajaan yang tidak stabil dan karena begitu banyak serangan dari luar..” Ryon menjelaskan.


“ Jendral macam apa itu..” gumam Ziggo.


“ Dan Jendral sebelumnya? “ Tanya Jendral Luzen kembali.


“ Dia ditangkap pasukan Gozan Timur, dan diselamatkan oleh beberapa orang baik, dan sekarang dia sedang duduk bersamamu..” sahut Leon dengan senyuman dan memandang Jendral.


“ Ha?..jadi kau komandan pasukan Gozan Selatan Leon?..” Lizo menggoyangkan pundak Leon.


“ Kapten…aku bekas Kapten..” sahut Leon.


“ Tak kusangka ternyata kau adalah kapten, otot besar..” tukas Gardden.


“ Ternyata banyak orang hebat diantara kita..” Jendral menambahkan.


“ Jadi siapa yang memimpin pasukan selama ini? “ Tanya Jendral kembali ke Ryon.


“ Sebenarnya ada Kapten Earl, tapi dia hanya Kapten bayaran, sebenarnya dia adalah pemburu Monster, karena belum ada posisi Kapten di kerajaan ini, maka Raja memintanya sementara untuk membantu memimpin pasukan “.


“ Jadi Kapten itu pemburu Monster? “ gumam Ziggo.


“ Untung saja si Earl itu tidak tinggal bersama kita, kalau dia melihat nona Merlin menjadi Demon Eldr...” Lizo sedikit berbisik kepada Ziggo.


“ Pastinya si Earl itu sudah di penggal oleh Jendral..” jawab Ziggo juga berbisik dan sedikit tertawa.


“ Hey, apa yang kalian bicarakan?! “ Gardden menegur keduanya, spontan kedua pria itu langsung diam tak banyak bicara.


“ Jadi, bagaimana rencanamu Jendral? ” Ryon kembali bertanya pada Jendral.


“ Begini rencanaku….”


..........


Pagi hari, masih di kerajaan Gozan Selatan.


Setelah berunding dengan Raja, mereka akhirnya diizinkan untuk membantu menghalau pasukan Fangs yang bisa saja dengan tiba-tiba menyerang kembali.


...**********...