
Pagi hari yang cerah, secerah suasana hati para penduduk kerajaan Gozan Selatan.
Hari ini adalah hari yang besar dan menggemparkan seluruh Benua Hitam, bagaimana tidak, putri tercantik dambaan seruluh pangeran dan para pria bangsawan di benua Hitam, hari ini akan melepas masa lajangnya dan menikahi seseorang yang telah dipilihnya.
Hampir seluruh warga Gozan Selatan berebut ingin menghadiri hari pernikahan putri Gozan Selatan, mereka sama penasarannya ingin melihat dan menyaksikan pria pilihan putri Charlotte yang berarti adalah calon Raja baru mereka, tapi para penduduk biasa hanya bisa melihat kedua mempelai dari depan istana.
Acara pernikahan sedang berlangsung. Di luar istana lautan manusia terlihat sangat banyak, hampir seluruh penduduk Gozan Selatan maupun penduduk dari kerajaan lain sudah berkumpul di depan istana.
Akhirnya pemandangan yang di tunggu-tunggu telah tiba. Putri Charlotte yang sangat anggun dengan gaun pengantin kerajaan yang super mewah bersanding dengan Jendral yang berpenampilan bak Raja, dengan jubah merah marun khas kerajaan dan tongkat kerajaan yang selalu di bawa oleh para Raja kerajaan Gozan Selatan, mereka keluar dari arah pintu dalam kastil.
Mereka berdua berdiri di atas podium di atas kastil istana. Putri Charlotte melambaikan tangannya kepada lautan manusia yang ada di bawahnya, sementara tangan sebelahnya melingkar di lengan Jendral.
Suara riuh dan bertepuk tangan para penduduk di bawahnya menandakan mereka sangat mengagumi putrid an pasangannya.
Akhirnya riuh para penduduk mendadak berhenti, setelah seorang petinggi kerajaan datang dan memberi isyarat bahwa Raja akan hadir.
Empat orang menggotong sebuah tandu yang berisi sang Raja, kemudian ia di papah menuju kursi singgasana kerajaan yang telah tersedia disana.
“ SALAM HORMAT PADA RAJA! “ seluruh penduduk di bawahnya menunduk memberi hormat. Raja melambaikan tangannya.
“ Wahai penduduk Gozan Selatan! Hari ini ku resmikan putriku Charlotte menikah dengan seorang pria pemberani yang telah dipilihnya, dia aadalah seorang Jendral dari Benua Oleic, Jendral Luzen! ”.
Raja memperkenalkan Jendral kepada para penduduk Gozan Selatan. Jendral yang berada di samping Raja menundukkan sedikit kepalanya kearah para penduduk di bawah podium.
“ Kalian juga perlu tahu..” Raja kembali berucap lantang.
“ Dia adalah Jendral yang mengalahkan kerajaan Gozan Timur, dia juga berhasil menghalau pasukan Fangs yang kemarin menyerang istana ini. Kerajaan Gozan Timur sekarang sudah di ambil alih oleh Jendral Luzen dan pasukannya, dan berganti nama dengan Kastil Timur!.. “
Para penduduk kembali gaduh dan bersorak seolah kagum dengan kehebatan Jendral Luzen sang calon Raja. Tapi tangan Raja lagi-lagi diangkat menenangkan para penduduk, akhirnya suasana kembali hening.
“ Sekarang juga, di hadapan kalian wahai penduduk Gozan Selatan, aku akan menobatkan anak menantuku Luzen sebagai Raja baru di Kerajaan ini! “
Jendral di persilahkan berlutut di hadapan Raja. Kemudian kepala Jendral menunduk.
Raja memegang kepala Jendral Luzen dan menyatakan penobatan Jendral sebagai Raja baru dan pelepasan masa kepemimpinan Raja.
“ LUZEN, KU NOBATKAN KAU HARI INI SEBAGAI RAJA BARU, RAJA KERAJAAN GOZAN SELATAN. SELURUH TANGGUNG JAWAB DAN KEPEMIMPINAN MUTLAK ADA DI TANGANMU!. PERINTAHMU ADALAH KEWAJIBAN YANG HARUS DITAATI RAKYATMU!”
“ AKU TERIMA PENOBATAN INI. AKU AKAN BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA DAN MEMIMPIN KERAJAAN INI DENGAN SELURUH KEMAMPUANKU! “.
Raja kemudian menyerahkan mahkota bertabur permata yang dipakai di kepalanya kepada Jendral, ia meletakkan mahkota itu di kepala Jendral dengan perlahan.
Kini Jendral Luzen benar-benar menjadi seorang Raja yang gagah dengan mahkota Raja di kepalanya.
Semua riuh kembali, mereka memiliki Raja baru, Raja yang gagah, pemberani dan di tunggu-tunggu oleh penduduk Benua Hitam.
Putri, Ayahnya dan Raja baru Jendral Luzen serta Ryon dan petinggi kerajaan masih berada di atas podium.
“ Luzen, aku akan menyerahkan sebuah cincin yang menandakan bahwa kau adalah seorang Raja. Cincin ini hanya di pakai oleh Raja-Raja, terimalah anakku..” Raja melepas sebuah cincin di jemarinya, cincin mewah berlapis perak dan batu Emerald hijau berkilau, kemudian ia menyerahkan pada jari Jendral Luzen.
“ Panggillah aku ayah, karena yang mulia Raja sekarang adalah dirimu Luzen “ Ayah putri Charlotte tersenyum dengan kerutan di wajahnya.
“ Ya,..ayah..” dengan canggung Jendral memanggil orang tua yang ada di hadapannya.
Akhirnya mereka merayakan pernikahan itu dengan pesta yang meriah.
Jendral dan putri Charlotte duduk di singgasana mewah berdampingan. Mereka akan menerima tamu dari beberapa kerajaan.
Seluruh Raja, Ratu, Pangeran dan Putri dari kerajaan di Benua Hitam datang menghadiri pernikahan mereka.
Gardden yang berada disana, dengan gelas minuman di tangannya, ia melihat kearah Jendral dan Charlotte, ia tersenyum bangga tetapi juga menyimpan suatu rasa yang sedikit pedih.
Dug!..
Minuman di tangan Gardden tumpah mengenai jubahnya karena seorang gadis menabraknya tanpa sengaja.
“ Ah.., maaf, maaf tuan aku tidak sengaja..” seorang wanita berkepang dan berambut pirang, dengan mata hijau bercahaya menatap Gardden dengan perasaan bersalah.
Gardden yang menatap wanita itu seolah tersihir dengan paras wanita itu yang manis, lembut, dan sangat menyejukan.
“ Tuan, maaf…apa kau mendengarku? ” Tanya wanita itu kepada Gardden yang masih terdiam.
“ Ah, ya..emm, maaf..ah ya tentu saja aku mendengarmu “ Gardden seolah kikuk dengan dirinya sendiri.
“ Apa perlu kubersihkan pakaianmu tuan, kau bisa memberikan padaku, biar kubersihkan? “ sahut si wanita.
“ Oh,tidak perlu nona..”
“ Baiklah kalau begitu, aku permisi dulu tuan “ sebelum wanita itu beranjak pergi, Gardden spontan memegang lengannya.
“ Ah maaf, boleh kutahu namamu nona? “ Tanya Gardden.
“ Aku Violet..“
“ Nama yang indah, apa kau ada waktu..bisa kita berbincang sebentar nona, Violet? “
“ Em,..baiklah tuan “ jawab wanita manis bernama Violet tersebut.
Gardden sepertinya sudah sedikit melupakan perih di hatinya, karena ia seolah telah menemukan seseorang yang bisa mengisi jiwanya kembali.
Pesta semakin meriah, dan malampun semakin meninggi…
Ketika semua tamu undangan telah pulang, semua terlihat lelah, mereka beristirahat di tempatnya masing-masing. Jendral dan Charlotte berpisah sesaat.
Jendral menemui kawan-kawannya, termasuk Gardden. Gardden menceritakan pertemuannya dengan Violet yang merupakan putri angkat kerajaan Gozan Tengah.
Jendral sangat senang mendengar Gardden yang bersemangat dan memiliki keceriaannya kembali.