
Sepekan berlalu,
Jendral harus kembali ke Benua Hitam mengunjungi Charlotte. Ia mengajak Merlin ikut dan akan dikenalkan pada Charlotte, tetapi Merlin menolaknya, ia belum siap.
“ Aku mengerti Merlin, aku akan kembali sepekan lagi…” Jendral telah siap dengan jubah hitam, di lapis matel bulu coklat, pria itu tampak gagah, ia memegang pipi Merlin dengan satu telapak tangannya, kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Merlin dan mendaratkan kecupan di kening Merlin.
“ Aku akan merindukanmu tuan..” Merlin tampak berat melepas kepergian Jendral kali ini.
Mata Merlin melirik ke atas ke wajah Jendral dengan memelas.
“ Hey, jangan memasang wajah seperti itu…kau seperti bocah kecil “ Jendral mengusap kasar rambut Merlin dengan senyuman.
Akhirnya Jendral pergi setelah menitipkan Merlin pada beberapa kawannya disana termasuk Harlmon, Denzu dan yang lainnya.
Akhirnya Jendral berangkat dengan Gardden, Ziggo dan Leon, mereka kembali mengarungi samudra menuju Benua Hitam.
Setiap sepekan sekali Jendral mengunjungi Charlotte di Benua Hitam, kemudian kembali ke beteng Drake.
Di daratan Benua Hitam, sesampainya di kastil istana kerajaan, Jendral di sambut oleh beberapa pejabat kerajaan. Sesampainya di dalam kastil Jendral dan kawan-kawan menemui Charlotte dan ayahnya yang semakin parah penyakitnya.
Disana juga hadir beberapa pejabat dan penasehat kerajaan, termasuk tuan Meld.
“ Kau kembali anakku..” suara parau milik ayah mertua Jendral terdengar begitu lemah.
“ Iya, bagaimana kondisimu ayah?” tanya Jendral walaupun ia tahu keadaannya.
“ Aku sudah semakin melemah..Ohya, Luzen anakku, kau harus mengunjungi semua kerajaan dan suku-suku yang ada di Benua Hitam, mereka semua ingin melihat dengan lebih dekat sosok Raja baru mereka. Kini kau bukan saja Raja kerajaan Gozan Selatan, tapi kau adalah penguasa Benua Hitam, menantuku sungguh hebat bukan..”
Pria lemah itu terbatuk-batuk setelah memuji Jendral, ia menoleh kearah para pejabat kerajaan yang berada di kamarnya.
Jendral menoleh ke arah Gardden.
“ Aku penguasa Benua Hitam? ” tanya Jendral.
“ Ya, yang mulia Raja Luzen, anda sudah menaklukkan Kerajaan Gozan Timur tempo hari, dan sekarang anda juga menjadi Raja di kerajaan ini, berarti dua kerajaan besar telah ada di genggaman anda, itu berarti anda adalah penguasa Benua Hitam. Seluruh penduduk Benua Hitam berada di bawah perintah anda yang mulia “ Seorang pejabat kerajaan yang berada di sisi kanan Jendral menjelaskan.
“ Begitukah? “ Jendral masih tidak percaya.
“ Dalam hampir delapan puluh tahun terakhir, di Benua ini belum ada yang memerintah seluruh Benua Hitam kecuali satu orang Raja, namanya Raja Berhurd, ia mengalahkan semua musuhnya dan dengan kekuatannya ia berhasil menguasai Benua Hitam dan memerintah selama tiga tahun, tapi sayang sifatnya sedikit arogan, banyak yang tidak menyukainya, akhirnya ia wafat dengan cara di racun oleh istrinya sendiri “ Jelas ayah mertua Jendral yang tengah terbaring.
Jendral mengerutkan kening mendengar penjelasan ayah mertuanya.
“ Dan kau adalah Raja kedua yang berhasil menguasai seluruh Benua Hitam anakku, jadilah Raja yang bijak, dan penyayang pada rakyatmu…aku menggantungkan harapan besar padamu Luzen “ orang itu itu menatap Jendral dengan tatapan penuh harap.
“ Akan ku usahakan semampuku..” jawab Jendral.
Seorang mentri kerajaan langsung menyodorkan kepada Jendral beberapa gulung kertas undangan dari berbagai suku dan kerajaan yang ada di Benua Hitam, hampir semua meminta kunjungan dari Jendral Luzen untuk bisa menemui mereka.
“ Yang mulia, anda diminta untuk menemui Ratu Charlotte di taman istana “ seorang pengawal istana menemui Jendral . Jendral menoleh kearah Gardden.
Gardden mengisyarakan untuk menemuinya.
Di taman istana yang indah, Charlotte tengah menunggunya di pinggir kolam dengan gemericik air.
“ Suamiku, kenapa kau tidak langsung menemuiku? “ tanya Charlotte pada Jendral.
Jendral menghela nafas.
“ Maaf, tadi aku mencarimu tapi kau tidak ada “ jawab Jendral.
“ Kenapa kau masih saja canggung begitu yang mulia? “ sahut istrinya.
“ Jangan panggil aku yang mulia..sebenarnya aku tak suka sebutan itu “ jawab Jendral.
“ Kau harus terbiasa dengan sebutan itu..” Charlotte mendekati Jendral.
“ Apa kau tak rindu padaku? “ tangan Charlotte melingkar di leher Jendral, kini posisi wanita itu sudah sangat dekat dengan Jendral.
“ Maaf Charlotte, tapi banyak yang harus ku kerjakan “ Jendral terlihat tidak membalas kerinduan Charlotte.
Tiba-tiba Charlotte mencium bibir Jendral. Tapi tak lama berselang Jendral melepaskan Charlotte.
“ Maafkan aku, bisakah aku beristirahat sebentar?, nanti malam aku akan menemuimu setelah kepulanganku dari suku Darmurd, suku yang paling dekat dari kerajaan ini “ Jedral memegang kedua pundak Charlotte.
Istri pertama Jendral itu mengatupkan bibirnya rapat tanda kesal.
“ Aku janji akan menemuimu Charlotte “ Jendral mengulang perkataannya.
“ Baiklah…aku tunggu nanti malam “ Charlotte berlalu melewati Jendral.
Jendral menghela nafas, entah kenapa ia belum bisa mencintai Charlotte sepenuhnya seperti ia mencintai Merlin.
Jendral memulai perjalanan berkeliling ke tiga kerajaan dan suku-suku di sekitar Benua Hitam. Diantara suku disana ada suku Werewolf, suku penyihir penyembuh, dan suku Dark hawk, itu adalah tempat Ryon berasal, mereka sangat bersahabat dengan Elang hitam.
Dari sekian banyak suku dari ras selain manusia, mereka sangat menghormati dan mendukung Raja baru mereka, karena selama ini kelima kerajaan di Benua Hitam tidak pernah mengakui keberadaan ras makhluk selain manusia.
Mereka selalu di rendahkan walaupun kekuatan mereka ada yang jauh lebih kuat daripada manusia.
Tetapi lain halnya dengan Jendral yang menerima bahkan kagum dengan ras diluar manusia. Jendral ingin menjadikan mereka pasukan terkuat.
Hampir sepekan lebih Jendral berkeliling ke seluruh wilayah Benua Hitam, yang kini berada dalam kekuasaanya.
Dalam perjalanan pulang ke istana Gozan Selatan, Jendral di kabarkan bahwa ayah mertuanya telah wafat. Jendral memacu kudanya dengan cepat.