
“ Apa yang sedang kau lakukan?!“ tanya ayahnya kembali yang masih terlihat geram.
“ A-aku…” putri Eisyel tidak dapat berkata apa-apa lagi.
“ Eisyel!, kau membuat malu keluarga Harlbin! “ ucap Ratu Harlbin sambil melangkah cepat mendekati putrinya dan menutupi tubuhnya yang terbuka.
“ Lihatlah Raja Harlbin, putrimu sangat berani, ia mencoba beberapa kali menggodaku, bahkan ia berani membuka pakaiannya di depanku, aku adalah LORD yang sudah memiliki istri, perbuatannya sangat tidak sopan dan tidak menghargai aku sebagai tuan rumah. ia juga beberapa kali memasuki ruanganku tanpa izin. Seharusnya hal seperti itu layak mendapatkan hukuman. Baiklah!, mari kita selesaikan masalah ini di pengadilan kerajaan! “ ancam Jendral.
“ Tunggu!, yang mulia LORD, mohon tidak terburu-buru,..kita bisa menyelesaikan masalah ini secara baik-baik bukan? “ ujar Raja Harlbin sedikit memelas pada Jendral.
" Bayangkan Raja Harlbin jika kelakuan tidak senonoh putrimu sampai terdengar ke masyarakat, apa jadinya keluarga kerajaanmu?!" Tukas Jendral.
" Maafkan kami LORD " ucap Ratu Harlbin menahan tangisnya.
Raja Harlbin mengangkat tangannya ingin menampar putrinya Eisyel, tetapi sang putri bersembunyi di balik tubuh ibunya.
" Kau selalu membuat masalah!!" Geram Raja Harlbin pada putrinya.
Di ruang pertemuan, mereka mencoba berembuk untuk mencari jalan keluar tanpa melibatkan pengadilan kerajaan.
Disana telah duduk Jendral, Merlin, Raja dan Ratu Harlbin, putri Hanah, Razel, juga putri Eisyel sebagai pembuat masalah.
Raja Harlbin memohon kepada Jendral agar bisa memaafkan kelakuan putrinya, tetapi Jendral dan Merlin tetap keberatan dengan ketidak sopanan putri Eisyel juga kelakuannya yang terlalu berani, dan hendak memprosesnya di pengadilan kerajaan, dan dia bisa di jatuhi hukuman penjara.
Raja dan Ratu Harlbin tetap meminta agar putrinya tidak di penjara.
“ Kumohon LORD, apapun yang kau inginkan akan kami berikan, asal jangan penjarakan putri kami. Kami mewakili keluarga kerajaan meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kelakuan putri kami “ ujar Raja Harlbin.
“ Hmm, bagaimana istriku? “ tanya Jendal pada Merlin.
“ Sepertinya terlalu mudah jika hanya memberi maaf..” ucap Merlin.
“ Tolonglah maafkan putri kami Ratu Merlin..” kali ini Ratu Harlbin ikut memohon.
“ Lalu apa yang kau inginkan Ratu Merlin? Katakan saja..kami akan memberikannya sebagai penebus untuk kebebasan putriku “ ujar Raja Harlbin.
“ Tanyakanlah pada suamiku..” ucap Merlin sambil menoleh pada Jendral.
“ Apa yang kau inginkan LORD?, kami akan berikan apapun keinginanmu “ Raja Harlbin sangat meminta agar Jendral tidak memproses putrinya ke penjara kerajaan.
“ Hmm, baiklah…bagaimana jika aku meminta sesuatu yang agak besar untuk penebus kesalahan anakmu? Apa kau tetap akan memberikannya? “ tanya Jendral.
“ Apapun itu LORD, apapun keinginanmu selama kami sanggup akan kami berikan, daripada putri kami di penjara dan kejadian ini tersebar..” ujar ayah putri Eisyel kepada Jendral.
“ Baik!, aku tertarik dengan kapal perangmu yang lengkap dengan persenjataan hebat. Bagaimana jika aku meminta satu kapal perangmu yang lengkap dengan senjata hebat itu, dan juga seorang perakit pembuat kapal tersebut, aku menginginkan keduanya menjadi milik kerajaan kami, bagaimana? “ ucap Jendral.
“ Yang mulia LORD, jika kapal perang yang kau inginkan, sekarang juga aku akan serahkan padamu, tetapi perakit kapal kami?.., permintaan itu agak berat…, bagaimana jika aku menawarkan sesuatu yang lain LORD? “ jawab Raja Harlbin.
“ Bukankah tadi kau mengatakan apapun keinginanku akan kau penuhi, tetapi sekarang kau tawar menawar denganku Raja Harlbin..” wajah Jendral mulai terlihat tegas dan serius.
“ Kalau begitu, kita batalkan saja kesepakatan ini, aku akan memerintahkan seseorang memanggil hakim kerajaan “ ujar Jendral sedikit mengintimidasi.
“ Ya, aku berjanji akan menutup masalah ini, dan tidak akan menyebarkannya kepada lebih banyak orang “ ucap Jendral.
“ Terimakasih LORD “ ucap Raja dan Ratu Harlbin.
Sedangkan putri Eisyel diperintahkan ayahnya untuk meminta maaf di hadapan Jendral dan Merlin. Putri Raja itu akhirnya meminta maaf dan menunduk malu, sekaligus menahan hasratnya pada Jendral yang justru merugikan keluarganya.
Di lorong kastil menuju kamar, Merlin dan Jendral berjalan berdua, Merlin mencubit pinggang Jendral dengan manja.
“ Aww!..,kenapa kau mencubitku? “ teriak Jendral sedikit kaget.
“ Kenapa kau membiarkan gadis itu sampai membuka pakaiannya? Itu tidak ada dalam kesepakatan kemarin bukan?, lalu apa kau melihat tubuhnya? “ tanya Merlin gemas.
“ Hey, mana ku tahu dia akan melakukan itu, lagipula aku tak melihatnya, aku menunduk…tapi.. hanya sedikit saja yang terlihat…hahaha..” Jendral melangkah cepat mendahului Merlin, menghindari cubitan kedua dari istrinya.
“ Apa kau bilang…sedikit juga sama saja melihat!..kesinikan pinggangmu tuan, aku akan cubit lagi kau!…” Merlin berusaha mengejar suaminya yang tertawa dan sedikit berlari menjauh.
Dan mereka bercanda di dalam lorong tersebut.
Sesampainya di dalam kamar mereka, Jendral buru- buru kedalam mendahului Merlin, dan betapa terkejutnya Merlin, ternyata sang suami telah menyiapkan seikat bunga mawar merah yang segar merekah, juga bunga Lily putih yang cantik..Jendral memberikannya pada sang istri.
" Bunga-bunga ini belum layu kan?.." senyuman Jendral membuat Merlin tersipu dengan mata berbinar.
" Terimakasih untuk segalanya, suamiku..." ucapnya lembut.
" Terimakasih juga untuk segalanya, istriku..." Balas Jendral kemudian mencium kening istrinya dengan lembut.
Sepekan berlalu, kini Jendral memiliki armada laut yang lebih hebat dari sebelumnya.
Perakit pembuat kapal perang dari kerajaan Harlbin yang kini tinggal di benteng Drake langsung memiliki pekerjaan, ia di minta membuatkan lebih banyak kapal perang seperti itu untuk keperluan kerajaan di Benua Oleic dan Benua Hitam.
Lengkap sudah kekuatan dan kebahagiaan Jendral, dengan ribuan pasukan hebat, kekayaan yang tidak habisnya dan armada perang, dari darat, laut dan udara yang benar-benar tak tertandingi.
Juga istri yang sangat di cintainya, pelayan setia, prajurit yang sangat banyak, kawan-kawan siap berada di sisinya, masyarakat yang menyanginya, dan anak-anak yang memberi harapan besar di kemudian harinya.
...SELESAI...
...Terimakasih yang mendalam author ucapkan untuk para reader yang selalu setia meluangkan waktunya untuk membaca novel sederhana ini....
...Mohon maaf apabila dalam penyampaian novel masih banyak kesalahan dan kekurangan, kritik dan saran dari para reader sangat membantu...
...Author untuk bisa berkarya lebih baik lagi....
...Nantikan novel lainnya dari Yurika23 ya…, ...
...semoga para reader di berikan kesehatan dan sukses selalu....
...Jangan lupa ya untuk memberi sedikit support pada author, berupa LIKE, KOMEN yang membangun dan Favoritkan novel author ya biar lebih semangat dalam berkarya....
...Salam hangat selalu dari Yurika23 untuk pada reader terbaik....