
Di Benteng Drake,
“ Harusnya aku yang ikut kesana!!..arrrggh!!” Jendral yang marah akan hilangnya Merlin, meraup kasar rambutnya.
Ia tidak habis pikir dengan cepatnya Merlin hilang.
Ghose yang telah sadar dari pingsannya sejak kemarin terus saja mengucapkan telah menyesal tidak menjaganya dengan baik.
Satu-satunya yang ia curigai menculik Merlin adalah pangeran kerajaan Hazmut.
Maka ia berencana kembali ke kerajaan Hazmut, dan meminta Raja untuk mengembalikan Merlin, jika tidak maka kerajaan akan mendapatkan serangan dari benteng Drake.
Jendral merencanakan keberangkatan ke kerajaan Hazmut hari itu juga.
Tapi sepertinya rencananya harus diundur, karena seorang penjaga menara meneriakan tentang makhluk yang terbang di atas langit, dan sedang menuju ke benteng mereka.
Makhluk menyeramkan berjumlah puluhan, entah dari mana datangnya mereka menyerang benteng dan rumah warga. Makhluk itu seperti setengah iblis dan setengah manusia.
Warga di sekitar benteng maupun diluar benteng panik berlarian. Mereka meneriakan monster, vampir atau iblis, dan mereka langsung mengunci pintu rumah-rumah mereka.
Jendral yang masih terheran-heran dengan apa yang terjadi, melihat dengan jarak dekat makhluk seram yang menyerupai iblis tersebut terbang lalu bertengger di sisi tembok benteng,
giginya bertaring dan menyeringai seperti srigala, mereka memiliki sayap seperti kelelawar, memiliki dua tangan dan dua kaki seperti manusia, tubuhnya berwarna merah gelap dengan tanduk kecil di dahinya.
Makhluk itu seolah ingin menyerang Jendral yang tadi berdiri di tembok atas benteng, tetapi ia tidak bergerak maju, hanya mengerang dengan gigi tajamnya. Jendral dan beberapa prajurit mundur menyelamatkan diri.
“ Jangan di panah!!! jangan di serang!!!” Ziggo berteriak keras dari bawah benteng.
Ziggo yang berlari dari arah peternakan berdiri di tengah tanah lapang masih di dalam benteng, ia berteriak kepada makhluk itu sambil menyodorkan seekor domba yang telah ia sembelih.
Makhluk mengerikan tadi langsung mengendus lalu terjun ke bawah dan menyambar domba yang di bawa Ziggo. Makhluk itu memakan domba dengan posisi jongkok dan mencabik-cabik mangsanya dengan gigi runcingnya.
Beberapa teman-temannya yang melihat ada makanan dan darah segar langsung menyerbu dan berebut makan.
Para pasukan yang sudah siap dengan panah dan senjata mereka terlihat kebingungan sekaligus takut dengan musuh yang tidak biasa itu.
“ Ziggo, makhluk apa mereka?!” tanya Jendral yang masih di atas benteng.
“ Mereka dipanggil Eldr ( Api ), karena warna mereka yang merah seperti api. Mereka hanya pemakan hewan dan mencium bau darah.
Jendral, Kita beri domba yang di sembelih lebih banyak..dan jangan menyerang dari jarak dekat “.
Setelah domba-domba mereka siapkan untuk santapan para makhluk tadi, mereka berkumpul di dalam aula dan Jendral memerintahkan kepada warga di sekitar dan di luar benteng agar jangan keluar dari rumah mereka.
“ Mereka makhluk pintar..sebenarnya bisa diajak komunikasi, tapi tidak ada yang pernah berani berbicara dengan mereka.” Ziggo menjelaskan kepada Jendral dan yang lain.
“ Kau tau makhluk itu Ziggo?..dari mana datangnya mereka, lalu bagaimana kita bisa mengusirnya?” tanya Jendral dengan pedang di tangannya.
“ Mereka dari arah gunung selatan. Sebenarnya mereka memakan hewan, tetapi Jika mereka lapar atau di ganggu, mereka akan menyerang manusia”
“ Bagaimana jika kita panah mereka dari atas?” salah satu pria bertanya.
“ Jangan!, justru kalau kita menyerang, mereka akan lebih ganas lagi, dan bisa sampai membunuh manusia bukan karena lapar tapi karena marah” Ziggo menjelaskan.
Akhirnya mereka membiarkan makhluk yang disebut Eldr tadi berkeliaran disekitar benteng tanpa seorangpun yang berani keluar.
Sebagian Eldr yang mengerikan tadi masih ada yang berkeliaran di sekitar benteng, memburu hewan kecil, tapi sebagian lagi berpindah mencari makanan lain.
Di Kerajaan Hazmut,
Di malam hari yang dingin, makhluk berwajah menyeramkan tadi mulai menyerang hewan liar yang berkeliaran di sekitar kastil karena para hewan berlari ketakutan dan sampai mendekati kastil.
Tetapi para pasukan yang ketakutan dan panik justru menembakan panah ke arah Eldr yang berwarna merah gelap itu.
Sontak para Eldr tadi menjadi marah, suaranya mengerang keras dan menakutkan. Mereka menyerang pasukan yang berada di sekitar kastil.
Pangeran yang berada di dalam kastil mendengar keributan diluar dan cepat-cepat melihatnya. Ia terkejut bukan main, pemandangan yang mengerikan di depan matanya.
Beberapa pasukan telah tewas tercabik-cabik makhluk aneh menyeramkan.
Suara sinyal tanda darurat di bunyikan. Seluruh pasukan di kerahkan untuk membunuh makhluk tersebut.
Tetapi jeritan keras si makhluk seolah memanggil semua teman-temannya untuk menuju kesitu.
Benar saja, dari kejauhan samar-samar terlihat segerombolan Eldr yang sama terbang menuju kastil.
Para pasukan panik dan lari ketakutan. Karena mereka tahu makhluk itu bukan lawan mereka.
“ Hey!! kembali!! ayo serang makhluk itu!! “ pangeran terlihat panik ketika para pasukan berlari menghindari musuhnya yang menyeramkan.
Raja Ell dan Ratu keluar dari kastil, tapi para penjaga istana melarang mereka dan menarik Raja dan Ratu kembali ke dalam.
Sekarang tinggal pangeran yang siap dengan pedangnya yang terhunus kedepan, juga beberapa prajurit yang memegang senjata dengan gemetar.
Dari atas jendela kastil Merlin berteriak memanggil makhluk itu.
“ Hey!! jangan ganggu !!” teriak Merlin dari jendela kamarnya.
Beberapa Eldr menoleh kearah Merlin, dan salah satunya terbang menuju jendela Merlin berada.
Pangeran yang berada di bawah menoleh ke arah jendela dan langsung lari secepatnya menuju atas ke kamarnya.
Di bukanya pintu kamar dengan keras.
Merlin yang siap dengan belati di tangannya menghadap kearah makhluk yang sudah bertengger di jendela kamar.
...**********...