
Pangeran langsung berlari dan berdiri di depan Merlin melindungi. Ia menghunuskan pedangnya ke arah Eldr yang masih bertengger itu.
Makhluk itu masuk dan menyerang mereka berdua. Beberapa besetan pedang pangeran sempat mengenail Eldr .
Makhluk itu mengamuk dan dengan sayapnya medorong keduanya jatuh ke lantai.
Pangeran langsung memeluk Merlin dan melindungi gadis itu di dalam dadanya.
Pedang yang masih di pegang pangeran ia kibas-kibaskan tanpa arah ke makhluk tersebut.
Eldr itu mengerang tepat di depan pangeran dan menepis pedang pangeran dengan keras.
Pedang itu terlempar jauh darinya. Kini pangeran hanya bisa melindungi Merlin yang semakin ia dekap dengan tubuhnya seolah tubuh pangeran menjadi tameng hidup.
Eldr menampar pangeran dengan keras, dan akhirnya pangeran terjatuh, pingsan dengan darah yang mengalir perlahan keluar dari mulutnya.
“ Yang mulia..yang mulia…” panggilan Merlin percuma saja.
Kini tinggal Merlin dan makhluk itu..Merlin masih memangku pangeran yang pingsan, ia membelalakan mata, ketakutan dan gemetar.
Eldr masih mengerang dan melangkah mendekati Merlin dengan perlahan, seolah siap menyantap gadis itu.
Merlin yang sudah terpojok, dengan ketakutan yang sangat, ia menjerit lalu….
Bola mata birunya berubah menjadi merah menyala, dua tanduk mulai tumbuh di kedua sisi keningnya. Dia juga merasakan gigi yang runcing tumbuh di sela mulutnya.
Merlin berdiri, ia menatap tajam makhluk itu. Kukunya menjadi panjang dan runcing.
Dengan perubahan yang terjadi pada dirinya, ia juga menjadi sangat berani menghadapi makhluk itu, seolah ketakutan yang tadi ia lupakan sama sekali.
" De-mon - El-der.." terdengar suara parau terbata-bata setengah ketakutan dari bibir Eldr.
Makhluk itu seolah menyadari kehadiran sesuatu yang lebih menyeramkan dibanding dirinya.
Dia membunyikan suara ketakutan dan ingin segera melarikan diri.
Merlin yang telah berubah menjadi setengah iblis melangkah dengan sekejap mata tanpa di sadari si makhluk, yang tiba-tiba tangan Merlin sudah berada di leher Eldr yang menyeramkan itu.
Merlin mencekik makhluk merah itu sampai terangkat keatas, kakinya terjuntai bergerak-gerak, menahan kesakitannya.
Eldr menyerit ketakutan, dan tangannya yang kuat mencoba membuka cekikan Merlin di lehernya, tapi ternyata ia tak sekuat Merlin. Merlin jauh lebih kuat dari makhluk Eldr tersebut.
Merlin membantingnya dan makhluk itu jatuh terkulai.
“ Kau..bicaralah! Jangan pura-pura bodoh di depanku!!” suara merlin berubah menjadi berat dan menakutkan .
“ Ampun…ampun yang mulia Demon Eldr.. aku.. aku tidak tahu kalau yang mulia adalah jelmaan gadis lugu ini” mata Merlin memincing dan ia tersenyum dengan sudut bibirnya.
“ Baik, kumpulkan yang lain!” perintah Merlin yang telah berubah menjadi setengah iblis.
Merlin akhirnya keluar dari kamar melalui jendela, karena Merlinpun yang setengah iblis memiliki sayap berbulu hitam besar.
Ia sempat menoleh kearah pangeran yang masih tergeletak pingsan di lantai, tapi ia meninggalkan kamar itu.
Wajah Merlin tidak terlalu banyak berubah hanya agak kemerahan, ia masih terlihat cantik namun sedikit menakutkan, layaknya Ratu iblis yang cantik.
Tak butuh waktu lama, semua Eldr yang berada di luar seluruhnya berkumpul di depan kastil, dan ketika Merlin berada di depan mereka dengan posisi melayang dengan membentangkan kedua sayap besarnya…
Serentak seluruh Eldr yang disana berlutut dengan wajah menunduk.
“ SELAMAT DATANG YANG MULIA MERLIN, DEMON ELDR“ seluruhnya berkata serempak.
“ Kalian semua sekarang adalah pasukanku. Ikutlah denganku..!” Merlin yang mirip setengah iblis lalu pergi mengepakan sayap besarnya meninggalkan kastil, diikuti ratusan makhluk mengerikan yang juga terbang di udara.
Merlin yang masih menjadi Demon Eldr menghampar diudara memimpin ratusan Eldr menuju ke benteng Drake.
Di benteng Drake,
Masih sepi menyisakan ketakutan, para warga tidak berani untuk keluar rumah walau tak ada satupun makhluk Eldr disana.
Dari kejauhan seorang penjaga berteriak memanggil seluruh pasukan, karena melihat ratusan Eldr yang lagi-lagi menghampiri benteng tapi kali ini di pimpin makhluk yang ukurannya sedikit lebih besar, memiliki paras dan tampilan berbeda dari yang lain, pemimpin mereka adalah wanita…
Semua pasukan termasuk Jendral melihat dari arah atas tembok benteng dengan persiapan senjata masing-masing. Mereka tidak berkedip melihat pemandangan itu.
Tak butuh waktu lama, seluruh Eldr turun dan berkumpul layaknya pasukan di dalam halaman benteng yang luas, di depan mereka berdiri seorang yang menjadi pemimpinnya, yang tak lain adalah Merlin. Merlin turun dan melipat sayap besarnya.
Semua yang menyaksikan bertambah bingung, mengapa makhluk itu tidak menyerang mereka, justru seperti patuh dan seolah ingin berkomunikasi.
Jendral diikuti yang lainnya turun meyusuri tangga dan menuju lapangan di dalam benteng.
Jendral terperangah melihat sosok pemimpin mereka, yang sepertinya tidak asing.
“ Tuan, mereka adalah pasukanku. Jika kau bersedia silakan jadikanlah pasukanmu” Merlin dengan suara berat dan agak berubah menjelaskan pada Jendral.
“ Ka-kau Merlin?, apa kau benar Merlin?” Jendral yang masih terlihat keheranan melihat pemimpin Eldr dari atas ke bawah.
“ Iya tuan, aku Merlin…mungkin ini adalah wujud lain diriku” Jendral tidak mampu berkata-kata lagi, ia hanya menatap Merlin dengan perasaan bercampur aduk.
“ Berilah hormat pada Jendral dan pasukan benteng!” perintah Merlin kepada seluruh Eldr .
Serentak semua Eldr berlutut dan menundukan kepalanya.
“ SALAM HORMAT UNTUK JENDRAL DAN PASUKAN BENTENG!!!!” seluruh Eldr serempak memberi hormat.
...**********...