
Seorang pria paruh baya, berjanggut panjang pirang kecoklatan, dan berambut panjang, terlihat termenung di luar balkon di atas kastil kerajaan.
Kedua tangannya dilipat ke belakang tubuhnya, pedang dengan ukiran mewah terpasang di pinggangnya.
“ Permisi Jendral ada yang ingin menemuimu “ seorang prajurit membuyarkan lamunan Jendral Hars.
“ Siapa?” tanya Jendral Hars sambil menoleh.
“ Jendral Hars, maaf mengganggu, boleh aku bicara sebentar? “ Jendral Luzen melangkah mendekati Jendral Hars.
“ Siapa kau?” Tanya Jendral Hars heran.
“ Aku Lui, penjaga penjara budak “
‘ Ada apa menemuiku ?” Jendral Hars kembali melihat pemandangan kota di bawahnya dengan gerlap lampu yang berwarna di pemukiman kerajaan dan tidak melihat kearah Jendral Luzen.
“ Aku hanya ingin memberikan saran untuk mengatasi serangan perompak “
“ Saran seperti apa yang ingin kau bicarakan padaku? “ Jendral Luzen melangkah kesamping Jendral Hars.
“ Para bandit itu memang kuat, peralatan mereka juga lengkap, walaupun jumlah mereka tidak sebanyak pasukan di kerajaan, tapi bukan berarti mereka tidak punya kelemahan. Mereka agresif dan bisa juga ceroboh.
Jadi untuk mengatasi musuh yang agresif, kuat, jumlah yang sedikit dan ceroboh..kita harus menjebak mereka masuk perangkap. Dengan jumlah pasukan yang banyak, kita bisa menang dengan strategi yang benar Jendral “.
“ Tadi kau bilang kau hanya penjaga penjara kan? “ Jendral Hars menoleh kearah Jendral Luzen.
“ Iya betul “
“ Aku adalah Jendral yang memimpin pasukan, aku lebih tau strategi berperang. Mereka sangat bar-bar dan kuat, kalaupun kita mengepung, blokade pertahanan kita akan ditembus dan berantakan “
“ Kalau begitu biarkan mereka menyerang istana, bukankah lebih leluasa bertahan di benteng, juga lebih mudah menyerang?” Jendral Luzen menimpali.
“ Iya itu benar, tapi terlalu bersesiko “
“ Lalu, bagaimana besok mereka bisa dihalau? “ Jendral Luzen menatap Jendral Hars serius.
“ Mungkin kita beri saja kemauan mereka, lalu biarkan mereka pergi, selesai..”
“ Apa kau tidak tau karakter para perompak Jendral? Mereka tidak akan pergi begitu saja walaupun mereka sudah dapat apa yang mereka mau “
“ Apa kau juga tau karakter mereka? Apa kau yakin mereka tidak akan pergi?, kau cuma penjaga penjara Lui..” Jendral Hars melipat tangannya di dada.
“ Baiklah, yah, memang kau Jendralnya disini..aku pamit Jendral..” Jendral Luzen menghela nafas dan berlalu meninggalkan Jendral Hars.
...**********...
Keesokan paginya, cuaca cerah dan sejuk, tapi tak ada yang menyadarinya karena di kerajaan Gozan Timur orang-orang sedang mengalami ketakutan karena perompak yang sudah pasti masuk ke istana.
Semua prajurit pasukan kerajaan telah siap di semua sisi gerbang kastil.
Jendral Hars dan beberapa puluh prajurit bersiap di depan gerbang utama, dengan seorang Raja diantara mereka.
Pasukan perompak datang dengan peralatan tempur mereka, mereka tampak sangar, bringas dan bar-bar.
Ketika dua kubu telah berhadapan, Raja menawarkan negosiasi, apa saja kemauan mereka.
Pemimpin perompak maju dihadapan Raja, matanya tajam, rambutnya panjang terkepang di belakang.
“ Jadi berapa koin yang kalian inginkan? “ tanya Raja kepada pemimpin perompak.
“ Kami mau sepuluh ribu koin emas, lima ribu koin perak, satu peti perhiasan, beberapa wanita dan budak, permintaan itu tidak terlalu sulit buatmu kan yang mulia? “ pemimpin perompak tersenyum kecil, dengan entengnya meminta harta rampokan.
“ Aku bisa menyerahkan koin dan perhiasan, tapi kalau wanita dan budak, kalian cari saja di tempat lain. Bukankah koin dan perhiasan sudah cukup banyak? “ Raja menjelaskan
“ Aku minta pada kalian, setelah kami serahkan kemauan kalian, tolong jangan ganggu kerajaan kami lagi, dan cepatlah pergi dari Gozan, aku minta malam ini kalian sudah pergi “ Tegas Raja.
“ Emm…yah baiklah yang mulia..” pemimpin perompak sedikit menundukan kepalanya, dan memberi isyarat anak buahnya untuk maju mengambil peti-peti yang akan diserahkan kepada mereka.
Pihak kerajaan menyerahkan beberapa peti kepada anak buah perompak. Mereka membawanya dan pergi berlalu.
Raja, Jendral Hars, Ratu yang sudah berada di atas balkon kastil dan seluruh prajurit masih di posisinya melihat pasukan perompak berlalu ke arah pantai dengan membawa beberapa peti.
Jendral Luzen melihat dari kejauhan di sisi bukit tempat ia memantau kemarin. Ia bisa melihat para perompak tertawa puas dan bersorak menuju tenda-tendanya.
Malam hari tiba, langit malam tak secerah kemarin, kali ini redup dan agak dingin.
Dari kejauhan satu atau dua titik cahaya terlihat berjalan ke arah kerajaan.
Ternyata ketika titik cahaya itu mulai terlihat, maka ia semakin banyak..itu adalah obor yang digunakan para perompak di malam hari untuk menyerang kerajaan.
Para perompak dengan persenjataan yang lengkap mengendap-endap menuju gerbang kastil. Mereka menyebar keseluruh arah.
Tiba-tiba beberapa anak panah melesat tepat di depan mereka, membuat beberapa dari mereka kaget dan diam membatu di tampatnya.
Tapi tidak ada satupun yang mengenai para perompak. Bandit-bandit itu kaget mendapat serangan yang mereka tidak perkirakan.
Gerbang kastil terbuka lebar, ternyata di dalamnya sudah siap prajurit yang tengah membentuk formasi kepiting, dengan pasukan elit kerajaan yang berada di depan membuat lengkungan besar layaknya capit kepiting.
Dibelakang lambung kanan dan kiri diperkuat dengan lebih banyak pasukan, di dalam formasi telah siap beberapa orang berbadan besar dengan kapak dan pedang yang tak lain adalah para tahanan di penjara yang sementara ini diminta Jendral untuk membantu, juga beberapa ksatria berkuda kerajaan dan di tengah-tengah mereka adalah Jendral Luzen.
Pasukan perompak yang melihat formasi pertahanan itu kebingungan, tapi mereka tetap nekat melakukan penyerangan, perompak menerobos blokade formasi yang dirancang Jendral Luzen, tapi semakin para bandit menyerang, maka semakin banyak korban dari pihak mereka.
Akhirnya beberapa saat berlalu dengan pertahanan Jendral Luzen dan prajurit elit kerajaan juga di bantu para tahanan, mereka mulai menyerang perompak.
Yang paling depan menghadapi para bandit adalah tahanan dan Jendral Luzen.
Para perompak yang banyak jatuh korban dan tidak mampu melawan kuatnya lawan mereka, akhirnya mundur, tapi dari arah belakang, prajurit kerajaan dengan tombak panjang menghadang mereka.
Para perompak terkepung, dan mereka berhasil di tangkap untuk di eksekusi.
Sehari sebelumnya,
Ketika Jendral Luzen gagal meyakinkan Jendral Hars untuk memimpin pasukan guna menghalau jika terjadi penyerangan para perompak, akhirnya ia menemui Raja dan Ratu di tempatnya.
Jendral Luzen meyakinkan Raja dan Ratu bahwa perompak pasti akan kembali menyerang kerajaan.
Jendral meminta agar ia di izinkan memimpin pasukan, hanya untuk satu malam saja, karena Jendral Hars tidak bersedia memimpin pasukan.
Awalnya Raja meragukan Jendral Luzen, karena belum pernah bertemu dengan Jendral Luzen sebelumnya, tapi Ratu meyakinkan Raja, dan meminta Raja memberinya kesempatan, karena itu juga menyangkut keselamatan kerajaannya sendiri.
Akhirnya dengan terpaksa Raja mengizinkan penjaga penjara itu memimpin pasukan, tapi Jendral Luzen meminta dengan syarat dan sebuah permintaan.
Permintaannya adalah ia meminta bantuan para tahanan untuk membantunya, karena Jendral sudah tau, kekuatan satu orang tahanan di bawah penjara itu setara dengan dua atau tiga orang prajurit kerajaan.
Jendral juga meminta pasukan elit kerajaan dan ksatria berkuda untuk berada di dalam pasukannya.
Raja sempat menggeleng dengan permintaan Jendral Luzen, tapi lagi-lagi Ratu meyakinkan Raja bahwa tidak ada salahnya memberi kesempatan untuk memberantas para perompak, daripada kerajaan mereka menjadi ancaman.
Jendral mengajukan dua syarat jika ia dan pasukan yang dipimpinnya berhasil mengalahkan para perompak.
Syarat pertama adalah ia meminta Raja dan Ratu membebaskan semua budak atau tahanan yang ikut dalam pertempuran nanti, dan syarat kedua ia akan memberitahukannya ketika ia sudah berhasil menangkap para perompak.
Raja dan Ratu dengan berat mengabulkan syarat yang di ajukan Jendral Luzen yang stausnya masih menjadi penjaga penjara.
...**********...