Penguasa Dua Benua

Penguasa Dua Benua
BAB 38 - TENGGELAM


Di halaman benteng, Jendral membasuh wajahnya dengan air dari cawan besar, setelah Jendral mengusap wajahnya dengan handuk, di hadapannya berdiri Merlin yang sedang tersenyum. Jendral agak kaget dengan kehadiran Merlin yang tiba-tiba.


“ Merlin?..ada apa?..ah ya.., terimakasih atas bantuanmu kemarin, kau dan Eldr sangat membantu..”


“ Yah, aku senang bisa berguna tuan. Ohya, apa tuan mau pergi ke Kastil dengan yang lain?” Tanya Merlin yang tengah membawa keranjang agak besar juga tombak ditangannya.


“ Yah, aku harus bertemu warga disana, mereka juga memerlukan pemimpin secepatnya”


“ Ngomong-ngomong untuk apa keranjang dan tombak itu?” Jendral menunjuk keranjang dan tombak yang ada di genggaman Merlin.


“ Aku akan menangkap ikan tuan, ikan di sungai mulai banyak..”


“ Oh, baiklah, setelah ini aku pergi ya..mungkin malam nanti baru aku kembali”


Jendral menatap wajah Merlin, lalu ia memalingkan wajahnya dan berlalu.


Di gerbang benteng, beberapa pria menyapa Merlin dan bertanya mau kemana.


“ Aku mau menangkap ikan..” Merlin menjawab dengan senyuman.


“ Mau ditemani nona Merlin, apa kau bisa menangkapnya sendiri?” Tanya seorang pria disana.


“ Tidak perlu, aku sudah biasa menangkap ikan..aku berangkat dulu ke sungai ya..” Merlin melambaikan tangannya ke beberapa pria yang menyapanya tadi.


“ Hati-hati nona!..” sahut mereka.


Di sungai Merlin mulai memasang perangkap, ia juga menggunakan tombak untuk menangkap ikan yang lebih besar.


“ Aha! Mau lari kemana kau ikan besar…” Merlin berbicara sendiri sambil memperhatikan ikan-ikan yang berenang disekitarnya dan siap untuk menangkapnya.


“AAAAHHHH!!!!”….


Merlin berteriak kaget....


Gadis itu tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya seorang pria dari bawah air, rambutnya panjang hitam, wajahnya putih sedang bertelanjang dada.


Dia adalah Denzu, pemanah ulung yang sedang berada di bawah sungai.


Pria itu mengusap rambutnya dari atas kening kebelakang, dan mengusap wajahnya.


Pria itu juga kaget dengan teriakan Merlin. Dia tidak mengira disana ada orang lain selain dirinya.


“ Ah nona Merlin…” Dengan kikuk dia mencoba menenangkan Merlin yang saat itu terlihat kaget dan panik.


“ Tenang nona, aku tidak bermaksud apa-apa..aku hanya berendam..aku tak mendengar kedatangmu..” Denzu mencoba mendekat agar Merlin tenang.


Setengah kakinya berada di dalam air, hingga jalannya agak sulit.


“ Jangan mendekat!!!” Merlin yang masih panik mencoba menjauhi pria berbadan tegap berkulit putih itu.


“ Jangan takut, aku tak bermaksud..”


BYUUURRR!!!


Merlin yang mundur kearah belakangnya, tersandung batu sungai dan ia tercebur ke sungai yang bagian dasarnya menjorok kedalam.


Merlin yang tidak bisa berenang, sedikit terbawa arus air yang mengalir, tetapi semakin ia terbawa, pijakan sungai semakin dalam, hingga ia timbul dan tenggelam.


Denzu mencoba mendekat untuk menolongnya, tetapi gadis itu malah terbawa aliran sungai.


Tangannya seolah mencoba menggapai sesuatu diatas air, tapi ia semakin panik hingga akhirnya tak muncul ke permukaan.


“ Nona Merlin!!” teriaknya sambil mengejar tubuh Merlin di dalam air.


Akhirnya ia menggapai Merlin yang sudah pingsan.


Pria itu dengan sigap membopongnya menuju tepi sungai.


Harlmon, Dude dan Lizo yang tengah berjalan santai menuju sungai, ketika melihat Denzu menggotong Merlin di tangannya, mereka serempak lari kearah Denzu yang masih bertelanjang dada.


“ Nona Merlin!!..Hey, apa yang terjadi dengannya?!” teriak Harlmon yang berlari dan melihat keadaan Merlin yang tengah pingsan.


Ketiga pria yang baru datang tadi panik dan takut terjadi sesuatu pada Merlin.


Denzu meletakkan Merlin di tanah, dengan terengah-engah, Denzu mencoba menjelaskan dengan singkat bahwa Merlin tenggelam di sungai.


Denzu segera ingin menolongnya, Ia baru saja ingin meletakkan kedua telapak tangannya di dada Merlin untuk menekannya. Tetapi Harlmon cepat-cepat menepis tangan Denzu.


“ Hey, apa yang kau lakukan?” tanya Harlmon terdengar marah.


“ Aku ingin menolongnya..” Denzu memandang Harlmon.


Harlmon menoleh kearah Dude, temannya itu mengangguk seolah membolehkan Denzu menolong Merlin.


Akhirnya Harlmon mengizinkan Denzu menekan dada Merlin.


Kemudian, Denzu mendekatkan mulutnya ke bibir Merlin, ia baru saja akan membuka mulut Merlin, tapi Dude menepak kepalanya dengan keras.


“ Adduuhh!!” teriak Denzu.


“ Apa-apaan kau ini?!” Dude berkata agak keras juga.


“ Hey, aku hanya ingin menolongnya, dia harus diberi nafas, ini yang harus dilakukan ketika ada orang tenggelam!” Denzu mencoba menjelaskan lagi pada pria yang protes tadi.


“ Baiklah, kau saja yang melakukannya” Denzu mempersilakan Dude untuk memberinya nafas buatan ke Merlin dengan nada menantang.


“ Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya..” Dude terlihat bingung.


“ Kalian memang Bodoh!” Lizo berkata sambil melihat ke wajah Dude yang terlihat polos tidak tahu harus melakukan apa.


“ Apa kau tau caranya?! dasar rambut tambang?!” Dude membalas ejekan Lizo.


“ Cepatlah! Dia akan mati jika tidak cepat di tolong!!” seru Denzu agak geram.


“ Baiklah kau saja yang melakukannya, tapi awas kalau kau macam-macam! ” ancam Dude ke Denzu.


Denzu segera memencet hidung Merlin dan memberinya nafas buatan.


Tak berselang lama Merlin sadar, ia batuk-batuk dan memuntahkan air yang tadi tertelan olehnya.


“ Nona Merlin..kau sudah sadar..” para pria itu terlihat lega setelah Merlin membuka matanya.


“ Kalian?..apa aku tenggelam?” Merlin melihat sekelilingnya.


“ Ya nona, dan dia telah menolongmu..” dengan suara datar, Dude menoleh ke arah Denzu.


“ Iya nona, dia juga menciummu” Harlmon menambahkan.


“ Hah!!!, apa kau bilang?!!” Merlin langsung menatap Denzu dengan tatapan kaget.


...**********...