Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Gelisah


Semua orang yang mendengarnya begitu terkejut dan saling berpandangan satu sama lain, hal ini membuat Hara segera menutup mulutnya karena ia telah salah mengatakan namanya.


Tapi sebenarnya Ia benar-benar lupa Siapa nama lengkap gadis yang ia pinjam tubuhnya ini.


"Maaf Tante, sebenarnya bukan Hara Ginaran tapi Hara Kinaran." Koreksinya kembali.


"Aha ha ha,, tidak masalah siapa namamu, dan dari keluarga mana kau berasal asalkan putra kami menyukaimu kami cukup senang memiliki menantu sepertimu.


"Tante tidak tahu, Kendra bahkan menyembunyikanmu dari kami. Maafkan kami, mungkin selama ini kami melukaimu lewat perjodohan yang kami lakukan." Nyonya Besar berbicara dengan rasa bersalah.


"Ibu, tolong jangan membahasnya lagi," kata Kendra menyela ibunya.


Saat itu, kedua ketua benar-benar keheranan melihat putranya, mereka baru menyadari bahwa Kendra berbicara lebih banyak berbicara semenjak ia kembali.


Tapi kemudian Nyonya Besar hanya tersenyum karena mengetahui alasan putranya tersebut.


"Jadi Hara, menginaplah disini untuk hari ini." Kata Nyonya besar seraya mengeratkan genggamannya di tangan Hara.


"Baik tante," jawab Hara sambil tersenyum hangat.


"Lihat senyumnya sayang, sangat menyenangkan, pantas saja putra kita bisa tertarik dan terpikat olehnya." Kata Nyonya Besar seraya melihat ke ke arah suaminya.


"Ia, Kau benar sayang, tapi tidakkah Kau membiarkannya untuk mengenalku sebagai calon Ayah mertuanya?" Kritik tuan besar ketika melihat istrinya tidak memberi kesempatan pada Hara untuk berkenalan dengannya.


"Oh Sayang maafkan aku," katanya besar sambil terkikik.


Percakapan itu berlangsung dengan hangat, bahkan kedua ketua sangat senang dengan Hara dan mulai mengarahkan pembicaraan mereka ke arah pernikahan.


Malam harinya ketika mereka selesai makan malam Hara diantar Kendra ke kamar tamu untuk tidur.


Setelah menutup pintu di belakang mereka, Kendra kemudian mencumbui Hara seraya berkata "Aku mencintaimu Nyonya kecilku."


"Ummmmhhh aku juga mencintaimu," jawab Hara di tengah-tengah ciuman mereka yang semakin panas.


Suara ketukan pintu membuat momen panas mereka harus berakhir.


Hara kalangkabut memperbaiki bajunya yang sudah kusut akibat perambahan Kendra yang tidak dapat dihentikan itu.


Sementara Kendra segera berbalik dan membuka pintu yang kemudian memperlihatkan ibunya berada di sana.


"Ibu," katanya.


Nyonya Besar memperhatikan tingkah Hara dan ia tahu ia sedang mengecewakan sebuah kemesraan antara anaknya dengan menantunya. "Ayahmu ingin berbicara denganmu, Pergilah dan biarkan aku yang menemani menantuku."


Kendra berbalik menatap Hara dan mendapatkan anggukan dari Nyonya kecilnya sebelum ia kemudian menatap ibunya lagi "Baik bu," lalu lelaki itu meninggalkan kedua perempuan tersebut.


Nyonya besar kemudian berbincang-bincang dengan Hara sebelumnya besar keluar dari kamar hara dan membiarkan gadis itu beristirahat.


Karena tidak bisa tidur, kenyataan bahwa ia akan menikah dengan Kendra, tapi ia terlalu takut ketika suatu saat nanti tubuh miliknya ini akan kembali ke pemiliknya.


Lalu saat itu ia tidak akan menjumpai Kendra lagi, ia akan membuat wanita pemilik tubuh ini menjadi pemilik Kendra.


Kegelisahan terus memenuhinya sampai Kendra akhirnya masuk ke kamarnya.


"Ada apa? Kenapa belum tidur?" Tanya pria itu seraya mendekati Hara yang sedang duduk di tepi ranjang.


Dengan manja Hara segera memeluk pria itu dan membuat dirinya duduk di atas paha Kendra.


Dengan rakus ia menikmati aroma maskulin Kendra seraya menggosok-gosokkan wajahnya di dada pria itu.


"Apa yang membuatmu begitu gelisah?" Tanya pria itu menyadari sikap Hara.


Hara menghentikan pergerakannya dan menyandarkan pipi kanannya di dada bidang Kendra seraya terus mengeratkan pelukannya.


Haruskah ia memberitahu pria itu?