Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Wanita simpanan yang telah dibeli.


Hara melihat pesan dari Kendra, ia membacanya dengan singkat dan memandangi masakannya di meja makan.


Semuanya telah tertata rapi dan ada banyak makanan di sana.


Hatinya menciut membaca pesan itu, sia-sia ia memasak banyak kali ini.


"Olan, bereskan semua ini dan kirim ke panti asuhan." Katanya kemudian sebelum beranjak ke kamarnya.


Ia berada dalam kamar sepanjang sore hingga larut malam ia tidak bisa tidur.


Seolah ada sesuatu yang sedang hilang, seolah ia ditinggal lagi di tempat dingin untuk menjemput kematiannya.


'Sialan! Apakah aku sedang memikirkan pria itu hingga jadi seperti ini?'


Hara mengutuki dirinya sendiri, lagi pula, ia memang telah terbiasa tidur dengan Kendra, bagaiman pun, tubuh biologisnya akan merindukan pria itu!


Hara menatap jam di ponselnya. Pukul 01:00.


Ia merasakan dorongan untuk memanggil pria itu, tapi kemudian menahan dirinya. Ia kembali teringat pada perkataan Olan.


Apakah ia sudah jatuh cinta pada pria itu?


Hara menggelengkan kepalanya. Tidak! Bahkan di kehidupan sebelumnya dan sekarang serta masa depan ia tidak boleh jatuh cinta pada Kendra, laki-laki itu tidak pernah ditakdirkan untuk menjadi miliknya!


Drrtt....


Hara melirik ponsel yang bergetar, panggilan dari Kendra.


Laki-laki itu tidak mungkin menelponnya di tengah-tengah "pergulatannya" dengan tunangannya bukan?


Ia hendak mengangkatnya lagi saat ia menghentikan diri. Kemungkinan Asyila yang menelponnya karena penasaran dnegan kontak dalam ponsel Kendra.


Nama dalam kontak pria itu ditulis dengan kata H🖤. Ia tidak mengerti dengan love hitamnya, tapi ia tidak mau ambil pusing dan hanya berpikir kalau Kendra melambangkannya sebagai hati yang mati.


Ia mengurungkan niatnya dan membiarkan ponsel itu mati.


Setelah beberapa saat, sebuah pesan dari nomor yang sama kembali masuk "Kau sudah tidur?"


Hara mengabaikannya dan melempar ponsel itu ke samping. Entah kenapa suasana hatinya semakin memburuk.


Ia menelan obat tidur dan jatuh tertidur.


Ketika paginya ia bangun, sebuah lengan sedang melingkar di sekujur tubuhnya.


Ia menoleh dan mendapati Kendra di sisinya.


Dengan sebuah pelukan dan kecupan mesra, pria itu langsung terbangun. "Selamat pagi Nyonya Kecilku."


Sebuah kecupan yang sangat besar mendarat di bibir Hara.


Kendra menatap dalam wanita itu, selama ini Hara tidak pernah bertanya kalau ia pulang terlambat, mengapa wanita ini kemudian bertanya?


"Apa yang salah dengan itu? Aku sering pulang larut malam."


Hara tersentak, itu benar, ia mengerjapkan matanya memikirkan spontanitasnya bertanya.


Tidak, tunggu!


Apa sekarang ia merindukan pria ini?


Astaga! Tidak bisa! Tidka bisa!


"Jadi kau merindukanku? Hmmm?" Kendra mengeratkan wajahnya pada Hara dna mengeratkan pelukannya di sekitar tubuh manis itu.


"Tentu saja tidak! Siapa yang merindukan neraka?" Kata Hara dengan ketus sambil berpaling dari pria itu.


Ha ha ha


Suara tawa Kendra menggemah di seluruh ruang itu. "Apa aku takut aku tidur dnegan wanita lain? Sayangnya aku tidak menyukai sembarang wanita," katanya kemudian.


"Pergilah sana, kau kan terlambat bekerja." Ketus Hara dan membungkus dirinya untuk melanjutkan tidurnya.


Ia merasakan jantungnya berdetak kencang seolah dirinya sedang tertangkap basah berselingkuh, tidak! Lebih tepatnya pipinya mungkin sedang merona karena perasaan cemburu yang tidak jelas.


"Baiklah, apa kau mau ikut ke kantorku?" Tanyanya pada Hara.


Hara segera mencuatkan kepalanya dengan semangat.


Tapi kemudian ia menguburnya lagi dalam selimut.


Ada apa ini?


Mengapa ia sangat bersemangat ketika pikirannya berkelana membayangkan orang-orang akan melihatnya sebagai kekasih Kendra?


Tunggu! Statusnya adalah wanita simpanan, mereka akan melihatnya sebagai ******* karena Kendra telah memiliki tunangan!


"Kau pergi sendiri! Jangan mengusikku!" Teriaknya kemudian, perasaan marah, harap dan kecewa bercampur jadi satu.


"Tapi aku akan membawamu, aku ingin mencoba bercinta denganmu di kantor." Kata Kendra kemudian mengangkat Hara.


"Sialan! Jadi yang di pikiranmu hanya pikiran kotor itu? Kau bahkan menodai tempat kerjamu dnegan wanita simpanan sepertiku?"


Hara mengatakan itu untuk mengetes pria itu, apakah Kendra akan menyangkalnya sebagai wanita simpanan atau malah mengakuinya.


Harapannya tergantung selama beberapa detik sebelum pria itu menghancurkannya dengan kejam "Aku ingin semua tempat dikotori dengan wanita simpanan yang telah ku beli." Ucapnya membawa Hara ke kamar mandi.


Hara mengepal kuat kata wanita simpanan yang telah di beli sangat menusuk hatinya!