
Asyila tiba di sebuah pusat kecantikan.
Ia memberikan kartu VIP-nya pada pelayan tersebut lalu diantar ke ruang tunggu VIP.
Pelayan tersebut memperhatikan setiap sekat namun tak ada lagi yang kosong. Semuanya telah terisi bahkan beberapa diisi oleh 4 orang yang sedang menunggu giliran mereka.
Memang tempat itu terkenal dan membatasi pelanggan yang mereka layani setiap hari. Itulah sebabnya banyak orang rela mengantri dari pagi meskipun mereka adalah tamu VIP, namun mereka tetap mengantri demi mendapatkan pelayanan di tempat itu.
Setelah mempertimbangkan beberapa saat pelayan itu kemudian bertanya kepada Asyila "Nona, semua tempat sudah terisi, tetapi ada satu tempat yang hanya terdapat 1 orang saja yang menunggu. Kalau Nona tidak keberatan, kami bisa bertanya pada orang tersebut apakah ia tidak keberatan jika bergabung bersama Nona."
Asyila tentunya tidak mau, tapi mengingat tempat itu sangat terkenal, dan lagi bahwa orang telah mengantri lama hanya untuk mendapat pelayanan dari tempat itu, maka ia tidak punya pilihan selain mengiyakan saran dari pelayan tersebut.
Pelayan itu merasa sangat senang dapat melayani pelanggan yang tidak banyak maunya seperti kebanyakan pelanggan yang datang di tempat mereka.
Ia dengan senang hati segera menghampiri sekat yang berada ada di tengah-tengah ruangan itu. "Selamat pagi Nona, maafkan kami untuk ketidaknyamanan Nona karena harus menunggu lama untuk mendapat giliran pelayanan.
"Dan karena semua ruang tunggu penuh, kami sekali lagi minta maaf harus menyusahkan Anda.
"Salah seorang pelanggan kami baru saja tiba namun tidak ada tempat baginya untuk menunggu giliran pelayanannya. Apakah Nona tidak keberatan untuk berbagi ruangan tunggu bersamanya?"
Anni yang mendengar itu merasa senang, ia sudah bosan sendirian menunggu, jadi ia segera menjawab "Tentu saja saya sangat senang malahan."
"Terima kasih sebelumnya Nona, Anda sangat murah hati. Kalau begitu saya akan memanggil Nona tersebut untuk bergabung bersama Anda." Pelayan itu tersenyum dengan puas.
"Tidak perlu berterima kasih, sudah seharusnya sesama manusia saling tolong menolong." Anni tersenyum tulus kepada pelayan itu.
Pelayan itu khirnya pergi dan menemui Asyila lalu membawa Gadis itu untuk bergabung bersama Anni.
"Anda bisa duduk di sini dan menunggu, kami akan menjemput Nona jika ruang pelayanan kami sudah tersedia untuk Nona. Kalau Nona membutuhkan sesuatu yang lain, Nona bisa langsung memberitahu kami." Pelayan itu kemudian meninggalkan Asyila dan membiarkan gadis itu memasuki sekat di mana Anni berada.
Tapi ia segera membuang pikirannya dan berjalan mendekati gadis itu. "Halo, saya Asyila," ucapannya langsung terhenti ketika Gadis itu berbalik.
Tak kalah dari ashilla, Anni pun sangat terkejut hingga ia berdiri dan memandang Asyila dengan wajah kaget.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Asyila ketika ia kemudian benar-benar memastikan kalau penglihatannya tidaklah salah.
Ia bahkan mengamati pakaian yang dikenakan Anni, setidaknya gaun berenda yang dikenakan wanita itu seharga beberapa puluh juta.
Ia tidak bisa mempercayai bagaimana gadis itu mendapatkan uang untuk membeli gaun itu. Terlebih bahwa Anni berada di tempat kalangan elit dan yang lebih mengejutkan lagi wanita itu menunggu di ruangan VIP hanya sendirian.
"Silakan duduk," ucap Anni kemudian dan ia juga segera duduk dengan manis.
Melihat tingkah Anni, Asyila merasa ingin muntah. Bagaimana bisa ia berbagi ruangan tunggu bersama seorang mantan asisten rumah tangganya?
Ia terpaku selama beberapa detik sebelum berkata "kau! Beraninya kau duduk lebih dulu daripada aku! Apa kau lupa siapa Aku dan apa statusmu?"
Anni dengan tenang melirik Asyila sebelum akhirnya menjawab gadis itu "Nona adalah mantan majikan saya, dan sekarang kita berada pada posisi yang sama untuk mendapatkan pelayanan di tempat ini. Tolong jaga sopan santun Nona jika tidak ingin mempermalukan diri sendiri."
Kata-kata yang dikatakan oleh Anni sangat panas di telinga Asyila. Beraninya seorang asisten rumah tangga murahan itu berkata tidak sopan di depannya bahkan terdengar sedikit merendahkannya.
"Kau pikir apa yang kau katakan ha! Kau sebaiknya sadar diri kau hanyalah seorang asisten rumah tangga. Sebaiknya kau tidak mencari masalah denganku dan keluar dari ruangan ini sekarang juga!" Gadis itu menekankan kata-katanya satu persatu.
"Nona, Anda telah salah, sayalah yang seharusnya berkata seperti itu. Saya dengan senang hati mengijinkan Nona untuk berada di sini berbagi ruangan dengan saya. Tidakkah Nona merasa malu karena Nona yang mengusir saya dari ruangan ini?" Ani memiliki lidah yang tajam karena ia memang sudah lama memendam semua kekesalannya pada garis itu.
Akhirnya saat ini tiba juga ia sangat senang karena bisa mengatakan dengan bebas apa yang ada dipikirannya kepada gadis yang tidak tahu sopan santun itu.
Diam-diam dalam hatinya ia merasa sangat senang karena yang menjadi Nyonya sekarang ialah seorang Hara. Seorang gadis dengan hati yang baik dan lembut.