Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Serigala asli


Rasa sakit karena gigitan serigala itu berubah menjadi sensasi menggelitik ketika lidah Kendra beserta bibirnya mengecupnya begitu dalam.


Serigala putih itu ternyata orang yang sudah membuatnya begitu kesal sepanjang beberapa minggu itu.


Hara berusaha mendorong pria itu "Apa yang aku lakukan? Kau menindihku!" Katanya penuh marah.


Kendra segera tahu kalau gadis di bawahnya telah bangun.


Ia menyelipkan kakinya di antara kedua kaki Hara dan menahan paha Hara tetap terbuka sambil ia duduk memperhatikan Hara.


Kedua tangannya memegang masing-masing paha Hara menjaga gadis itu tidak dapat bergerak menjauhinya.


"Kau sudah bangun?" Kata Kendra dan menatap lekat Hara.


"Lepaskan aku!" Hara merontah dengan kuat.


"Merontah lagi?" Kendra menunduk dan membenturkan dahiya degan dahi Hara. "Aku merindukanmu."


Hara langsung terdiam dan segala kekesalannya pada pria itu lenyap seketika. Tapi ia tersadar setelah beberapa saat dan menggertakkan giginya.


"Kau bilang merindukanku? Kau pergi selama berminggu-minggu dan kemudian mematikan ponselmu tanpa mengubungiku?" Hara bertanya dengan kesal air matanya menumpuk, hendak tumpah ruah.


"Aku pergi bekerja di luar negeri. Dan ponselnya tertinggal di kantor." Kata Kendra sambil mengelus wajah Hara yang sangat halus.


"Kau meninggalkannya di kantor? Tak bisakah kau membuat alasan yang lebih baik?" Hara tahu segalanya, pria itu adalah orang kaya, ia bisa dengan mudah memindahkan barang, bahkan sampai ke angakasa dalam waktu yang singkat.


"Itu bukan alasan, itu fakta." Kendra kemudian membungkam mulut Hara.


Hara masih merasa kesal, tapi ia menjadi luluh begitu Kendra memperlakukannya dengan lembut.


Ia merindukan pria itu sambil menahan kekesalannya. Begitu Kendra berada di sisinya dan menyentuhnya, ia merasakan getaran hebat.


Kendra mengulurkan tangannya ke balik piyama Hara dan mendapati wanita itu sama sekali tak memakai dalaman.


Tapi ia tidak berkomentar apa pun. Ia merasa sangat senang karena hal tersebut sepeti Hara memang sudah mempersiapkan diri untuk ia sentuh.


Hara meleguh keenakan saat Kendra telah memainkan semua bagian sensitifnya.


Dari atas sampai bawah, semuanya tak luput dari sentuhan lembut pria itu.


"Aku akan melakukannya sekarang." Pria itu berkata dengan nafas tersengal dan dengan satu dorongan yang keras milik ya telah berada di salam.


"Ah!" Jerit Hara karena rasa sakit yang ia derita.


Satu ronde, dua ronde hingga beberapa kali tambah lalu Kendra akhirnya puas juga.


"Ranjang ini tidak buruk untuk menikmatimu." Katanya lalu memejamkan matanya menikmati aroma tubuh Hara. Tangannya melingkar erat pada pinggang Hara.


Hara tidak mau memikirkannya lagi, ia melirik jam dinding dan memastikan penglihatannya benar. Sudah pukul 2 pagi.


Ia memejamkan matanya yang lelah, ia tidak perduli lagi dengan tangan Kendra yang terus melilit di tubuhnya.


Rasa sakit pada area bagian bawahnya pun tak mampu membuatnya tetap terjaga. Ia hanya ingin tidur!


Kendra menyadari Hara telah tertidur pulas. Ia tidak pernah menyangkah wanita ini tidak akan pernah menangis ketika milik berharganya telah lepas darinya.


Ia duduk di ranjang dan memperhatikan tubuh Hara yang indah.


Lekukan tubuh yang indah pada gadis itu kini tampak sangat jelas.


Ia mengangkat gadis itu dan melihat kasur telah basah karena noda persetubuhan mereka. Bercak merah pun berada di sana.


Ia membawa Hara ke dalam bak berendam dan mengguyur tubuh mereka dengan air hangat.


Kendra menggosok tubuh Hara dan berhenti pada area bawah gadis itu.


Ia begitu terkejut melihat milik hara yang bengkak hanya dalam beberapa kali persetubuhan mereka.


Ia memicingkan matanya membayangkan bagaimana rasa sakit yang akan di tanggung Hara ketika ia memaksa wanita itu untuk melayaninya berkali-kali seperti yang di ceritakan Arron.