
"Dia milik kalian." Kata Radi dengan dingin
Pria-pria itu ialah pria yang suka bersetubuh dengan laki-laki. Mereka biasanya akan membuat seorang laki-laki merasa hancur secara mental dan cara penyiksaan mereka jelas mengarah ke pelecehan seksual.
Pria-pria itu segera merasa senang "Kami akan bersenang-senang Tuan, terima kasih." Pria-pria itu akhirnya berjalan kearah Radi dengan tatapan penuh nafsu berharap segera bisa menelanjangi pria itu dan menikmatinya.
Pria yang terbaring itu merasa gemetaran dan hatinya mencelos melihat cara orang-orang itu memandangnya. Jelas mereka akan membuatnya menjadi budak nafsu dan melakukannya dengan sangat brutal.
Sangat mengerikan cara kerja orang-orang ini apalagi mereka ada berlima. Seseorang bisa mati karena keinginan mereka untuk memuaskan nafsunya.
Lebih baik ia diperkosa oleh 10 perempuan dari pada harus dengan laki-laki homoseksual seperti mereka.
Ia akan segera dijadikan budak seks bahkan dipaksa melayani mereka sampai mati. Itupun jika ia tidak mati, mentalnya akan terganggu hingga bisa berakhir pada kegilaan.
"Tuan tidak! Tolong! Tolong lepaskan saya!!!! Saya akan mematuhi perintah kalian. Saya bisa membalaskan dendam kalian pada keluarga Taran. Tapi biarkan pria-pria ini pergi!" Pria itu meraung-raung dengan sangat keras memohon kepada Radi.
Radi tetap diam di tempatnya melihat pria itu meraung-raung dengan sangat keras. namun kelima pria yang di bawahnya itu sudah penuh dengan nafsunya hendak menyentuh.
"Tunggu!" Ucap Radi kemudian. "Jangan sampai membunuhnya, karena Tuan ingin dia dikuliti hidup-hidup." Kemudian Radi berbalik pergi meninggalkan ke 6 orang itu.
...
Hara akhirnya tersadar dan berusaha membuka matanya yang sangat berat seolah kelopak matanya diberi beban berton-ton beratnya.
Setelah beberapa saat ia berusaha membuat otot-otot matanya mengikuti keinginannya, akhirnya matanya bisa terbuka juga.
Lelaki itu, lelaki yang dicintainya. Lelaki yang menikahi wanita lain dan membiarkannya sendirian.
Lelaki yang meninggalkannya hingga ia hampir diperkosa oleh lelaki bejat.
Air matanya mengalir deras karena ia tidak memiliki tenaga untuk berbicara apalagi untuk menggerakan tubuhnya.
"Jangan menangis, semuanya sudah baik-baik saja sekarang. Sebentar lagi dokter akan kemari dan memeriksa mu." Kata pria itu sambil mengulurkan tangannya yang memegang sapu tangan untuk menghapus air mata Hara.
Tapi wanita itu semakin keras menangis hingga membuatnya panik. "Tidak apa-apa aku disini." Ia segera merangkul gadis itu dari tempat tidur dan membawanya ke pelukannya.
Ia seperti seorang ibu menghibur anak kecilnya yang sedang menangis, sambil menepuk-nepuk pelan punggung Hara. "Tidak apa-apa sekarang kau sudah aman, aku ada di sini dan akan memastikan kau baik-baik saja."
Kendra tahu, Gadis itu sama sekali tidak memiliki tenaga untuk melakukan apapun karena Hara sudah tertidur selama 2 hari.
Setelah Hara berhenti menangis, Kendra membaringkannya kembali seraya terus memperhatikan gadis itu sampai dokter yang akan memeriksanya telah tiba.
Ia kemudian berdiri di sisi ranjang Hara dan memperhatikan dokter itu memeriksa Hara dengan teliti.
"Tubuhnya baik-baik saja, tapi ia mengalami trauma yang mengganggu emosinya hingga mempengaruhi kinerja tubuhnya. Anda harus menjaga emosi pasien tetap stabil dengan menjaganya tetap berada pada suasana hati yang baik." Sang dokter kemudian memberikan resep vitamin pada Kendra lalu berbalik meninggalkan Kendra.
Kendra memberikan resep itu pada Radi dan masuk kembali ke ruangan di mana Hara sedang berbaring.
"Aku akan menemanimu di sini." Kata pria itu dengan sangat lembut seraya duduk menggenggam tangan Hara.