Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Nasi goreng


Hara terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berada pada sebuah kamar luas yang mewah.


Ia melihat dirinya dan memperhatikan bajunya telah di ganti.


"Apa-apaan ini?" Ucapnya dengan kaget saat mengetahui seseorang telah mengganti bajunya tanpa sepengetahuannya.


"Nyonya, apa Anda butuh sesuatu?" Seorang pelayan dengan cepat menghampirinya.


"Kau! Siapa yang mengganti bajuku, dan dimana ini?" Hara segera berdiri dan mendekati pelayan itu dengan tatapan mengintimidasi.


"Nyonya,,"


"Siapa yang aku panggil Nyonya. Aku ini belum menikah dan baru berusia 17 tahun!" Teriaknya.


"Maafkan saya, tapi Tuan Kendra menyuruh saya memanggil Anda begitu. Yang mengganti baju Anda juga saya." Kata pelayan paruh baya itu.


"Tinggalkan aku sendiri." Katanya dengan lembut setelah ia sadar. Ia telah berjanji untuk mengikuti semua yang diperintahkan orang tuanya. Sala satunya ialah bersikap lembut.


"Kau baru sehari di rumahku dan sudah membentak pelayanku?" Kendra memasuki kamar gadis itu dan melihat Hara sedang mondar-mandir memikirkan sesuatu.


"Kau di sini?" Katanya dengan kaget.


"Ya, kau sudah berjanji untuk mengikuti semua perintahku seumur hidupmu." Kendra dengan senyum liciknya berkata.


"Tentu saja. Aku bukan orang yang suka mengingkari janji. Jadi apa yang kau perintahkan?" Hara mengepal kuat tangannya. Jangan sampai lekaki ini meminta sesuatu yang aneh.


"Kau akan tinggal di sini dan melayaniku layaknya seorang istri. Aku ingin kau memasak untukku dan menyiapkan pakaianku. Menjadi Nyonya di rumah ini."


"Itu mudah, aku bisa melakukannya." Katanya sambil tersenyum.


Ia harus menjaga suasana hati orang itu tetap baik, agar pria itu tidak macam-macam padanya.


"Bagus, sekarang aku lapar." Kata Kendra dan berjalan ke luar.


"Kau ingin makan apa?"


"Apa pun yang bisa kau masak." Jawab Kendra dan berjalan ke ruang kerjanya.


Dasar pria menjijikkan itu. Ia menculiknya dan sekarang menjadikannya pembantu di rumahnya dengan berdalih menjadikannya Nyonya?


Ia tiba dengan cepat di dapur.


"Nyonya, Anda di sini? Apa yang bisa saya bantu?" Pelayan paruh baya itu menghampirinya lagi.


"Aku ingin memasak. Tapi aku tidak tahu caranya. Bisakah kau mengajariku?" Katanya dengan lembut.


"Tentu saja. Apa yang Nyonya ingin masak?" Tanya wanita itu.


Hara mengetahui semua yang disukai dan tidak disukai Kendra. Semua pengetahuan itu ia dapatkan dari ibu Kendra.


"Nasi goreng dengan tambahan telur," katanya. Kendra tidak menyukai makanan yang di tambahkan telur.


Pelayan itu berbalik dan menatap Hara. "Untuk siapa makanan ini Nyonya?"


"Siapa pun yang ingin memakannya. Cepatlah, ajari saja aku"


"Wanginya sangat enak." Komentar Hara setelah masakannya jadi.


Kemudian ia menaruh nasinya di piring dan meletakkannya di baki, beserta segelas air putih.


Sekarang yang tercipta adalah masakan kesukaannya. Ia tersenyum licik saat berjalan ke lantai dua membawa baki berisi nasi goreng spesial miliknya.


"Ini makananmu." Katanya dan meletakkan masakannya di meja dalam ruang kerja Kendra.


Kendra menghentikan pekerjaannya dan berjalan ke meja memperhatikan masakan Hara.


Ia mengerutkan keningnya dan meraih gelas berisi air putih lalu meneguknya.


"Aku tidak makan telur, kacang merah, asparagus dan juga tak menyukai makanan yang terlalu manis." Katanya dan duduk di samping Hara.


"Aku tahu." Kata Hara dengan spontan lalu membekap mulutnya.


Tapi terlambat, kata-kata itu telah keluar dari mulutnya.