Hara Gadis Simpanan

Hara Gadis Simpanan
Kembali lagi?


Hara menghabiskan seluruh siang itu untuk berjalan-jalan di semua tempat yang ia rindukan.


Pada sore harinya ia meminta Olan mengantarnya ke kuburan milik keluarganya.


Mereka bisa masuk dengan tanda pengenal Kendra.


Hara menangis di depan kuburan orang tuanya begitu lama.


"Nyonya, kita harus kemblai sekarang." Olan sudah menunggu selama 1 jam.


"Beri aku 5 menit lagi." Ucap Hara dan menghapus air matamya.


Olan segera beranjak pergi dan membiarkan Hara tetap di sana.


"Ibu, Ayah, maaf aku tidak bisa memenuhi janjiku, sekarang aku tidak punya tujuan hidup lagi. Semua yang kalian siapkan untukku telah pergi, rumah kita telah hilang bersama semua perusahaan kita, bahkan tunanganku, orang yang kalian percayai itu telah meninggalkanku juga.


"Aku mungkin akan hidup sesuai petunjuk orang lain. Aku sudah kehilangan hak atas diriku sendiri, dan aku tidak bisa pergi dari orang itu, ia adalah seorang penguasa, kalau aku pun berusaha kabur darinya, aku tidak punya tujuan, aku tidak tahu harus sembunyi dimana.


"Aku hanya akan bersamanya sekarang, atau mungkin selamanya sampai ia bosan padaku, menuruti semua keinginannya, membiarkan ia menguasaiku. Aku menyesal, menyesal karena selama ini aku menjadi anak manja dan tidak memiliki tumpuan ketika kalian pergi.


"Tapi aku hanya bisa berjanji satu hal, aku akan sering datang menjenguk kalian. Ayah, Ibu, aku merindukan kalian, aku menyayangi kalian.


"Aku harus pergi sekarang, sampai jumpa ketika aku berkunjung lagi kemari." Hara kemudian bangkit berdiri.


Hara tiba di mobil mewah yang di siapkan Kendra untuk mereka.


"Nyonya, gunakan ini." Olan memberi sapu tangan pada Hara.


"Kemana kita akan pergi?" Tanya Hara setelah menerima sapu tangan itu.


"Ke Villa yang telah disiapkan Tuan Kendra, tapi sebelum itu, apakah Nyonya mau makan malam di luar?"


"Tidak, kita pulang saja." Hara kemudian menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya yang bengkak.


Ketika mereka tiba, Villa yang ditempati sama luasnya dengan villa di mana Hara tinggal sebelumnya.


Tapi ia tidak perduli dan langsung saja tidur tanpa membersihkan diri.


Ketika ia bangun di pagi hari, ia mendapati ia masih sendirian. Hara tersenyum kecut, pastilah lelaki itu sedang bersama tunangannya memadu kasih.


Sampai satu minggu berikutnya, media sosial di hebohkan dengan kabar pertunangan Kendra dengan Asyila.


Hara membaca berita itu dan tersenyum kecut. Jadi selama ini Kendra tidak menghubunginya karena sibuk mempersiapkan pertunangan mereka?


Hatinya terasa berat hingga ia memilih untuk tidur.


Satu minggu berikutnya, ia bangun di pagi hari dan mendapati sebuah lengan berotot sedang memeluknya dari belakang.


Ia berbalik dan menemukan Kendra berada di sana.


Ia tetap diam dan kembali memejamkan matanya, berpura-pura tidur.


"Kau sudah bangun?" Tanya Kendra ketika mengetahui gadis itu hendak kembali tidur.


"Kau ada di sini dan membiarkan tunanganmu sendirian?" Tanya Hara.


"Mm,," gumam Kendra dan mengeratkan pelukannya.


Hara sama sekali tidak menolak, ia membiarkan pria itu melakukan apa pun sesuai keinginannya.


"Aku merindukanmu." Kendra kembali berbicara. Lelaki itu mencium leher polos Hara secara berulang kali.


"Kau sebaiknya berjaga-jaga tunaganmu tidak mengetahui kau menyembunyikan seorang wanita simpanan. Aku tidak ingin berkelahi dengan wanita." Kata Hara kemudian.


"Baiklah." Kendra menjawab lalu membalikkan tubuh Hara.


Ia kemudian menindih wanita itu dan memberi serangan ciuman beruntun pada wajah yang ia rindukan itu.


Meski Hara membenci lelaki itu, tapi ia tidak bisa menahan diri ketika ia dihadapkan dengan pria yang telah mengajarinya menikmati "kepuasan ranjang".


Ia juga merindukan perasaan itu, sensasinya dan kepuasan yang dijanjikan.


Hara segera melingkarkan kakinya pada pinggang Kendra dan membalas semua perlakuan Kendra padanya.


"Hari ini aku hanya ingin berada di sini, bersamamu," kata Kendra seraya menyingkap piyama yang digunakan Hara.