
Setelah sarapan Kendra segera berangkat untuk bekerja. Sementara Hara menyuruh Anni dan Olan untuk bersiap dan mereka akan pergi ke salon kecantikan.
Mereka tiba di salah satu salon kecantikan yang bertempat di pusat kota.
Setelah masuk Hara menyerahkan kartu VIP yang ia dapat dari Kendra. Ketiganya dipersilahkan memasuki ruang tunggu khusus bagi anggota VIP.
Ruang tunggu di salon kecantikan tersebut di sekat-sekat namun tetap memiliki desain elegan selayaknya tempat para wanita sosialita.
Setelan menunggu beberapa saat sambil melihat katalog yang disiapkan di tempat itu, ketiganya memilih perawatan yang ingin mereka jalani.
Ketiganya memilih melakukan spa, karena hari itu ada banyak pelanggan yang datang, maka mereka diarahkan untuk masuk satu persatu sambil menunggu orang lain menyelesaikan perawatannya.
"Nyonya silakan lebih dulu," ucap Olan mengangkat wajahnya dari katalog yang ia baca.
"Kalau begitu kalian di sini lah," ucapnya pada kedua wanita itu kemudian melirik pelayan yang sudah berdiri menunggunya, "Layani mereka dengan baik."
"Tentunya kami akan memberikan pelayanan yang terbaik." Ucap pelayan itu kemudian mempersilahkan Hara untuk mengikutinya ke ruangan lain.
Beberapa saat kemudian pelayan itu kembali menghampiri Ona dan Ani, "Apakah kalian membutuhkan minuman atau sesuatu yang lain?" Pelayan itu berbicara dalam bahasa setempat yang tidak dimengerti oleh kedua wanita yang sedang duduk itu.
Keduanya saling berpandangan sebelum akhirnya Ona yang berbicara "Maaf, tapi kami tidak bisa berbicara dalam bahasa Arab." Katanya dalam bahasa Inggris yang berantakan.
"Tunggu sebentar," pelayan itu berkata dalam bahasa Inggris kemudian menerima anggukan dari kedua Gadis itu lalu berbalik menuju ke arah pintu.
Setelah beberapa saat lagi, seorang pelayan lain yang berwajah Asia menemui mereka "Saya diminta untuk melayani kalian berdua," katanya dalam bahasa ibukota yang dimengerti kedua wanita itu.
"Ya, kami tidak mengerti berbicara dengan pelayan yang baru saja melayani kami, tapi sekarang kami merasa senang karena bisa berbicara dengan orang Asia." Olan merasa kegirangan.
"Tentu Nona, kami selalu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan kami," ucap pelayan itu dengan sangat sopan.
"Kalau begitu, bolehkah kami mendapat minuman seraya menunggu giliran kami?" Anni-la yang berbicara kemudian.
Pelayan itu menyerahkan salah satu daftar di tangannya kepada kedua wanita itu "Ini adalah daftar minuman yang kami punya, silakan memilih dan kami akan menyiapkannya."
Olan menerima kertas itu lalu membacanya bersama Ani sebelum bertanya lagi pada pelayan itu "Mengapa kamu tidak mencantumkan harganya di sini? Kami ingin minuman yang paling murah." Ucapnya memandang pada gadis pelayan itu.
"Nona, kalian berada di ruangan VIP, segala fasilitas yang kami berikan ialah fasilitas gratis untuk setiap tamu VIP. Anda tidak perlu membayar untuk minuman-minuman tersebut." Pelayan itu berkata dengan sabar.
"Benarkah? Tapi Kami merasa tidak enak untuk membebani Nyonya kami jika tagihannya terlalu banyak nantinya." Olan kembali berkata.
"Nona, percayalah pada saya. Kami benar-benar tidak memasukkannya kedalam tagihannya." Pelayan itu meyakinkan kedua wanita yang sedang memandangnya dengan tatapan tidak percaya.
Kedua garis itu masih memperhatikan pelayan itu sebelum kemudian menunjukkan gambar minuman yang ingin mereka pesan.
"Sepertinya yang ini terlihat enak kami akan memesan ini." Ucap Olan kemudian.
"Tentu, itu adalah minuman yang paling banyak digemari di sini. Mohon sabar sebentar, kami akan segera mengantarnya ke mari." Pelayan itu kemudian meninggalkan mereka dan keduanya kembali fokus kepada majalah yang ada didepan mereka.